Lansia Perlu Mengenal Sediaan Obat Khusus agar Pengobatan Lebih Optimal
Edukasi | 2026-06-08 20:52:17Jumlah penduduk lanjut usia (lansia) di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia sedang memasuki fase ageing population, yaitu kondisi ketika proporsi penduduk lansia semakin besar dari total populasi. Meningkatnya jumlah lansia juga diikuti dengan meningkatnya kebutuhan pelayanan kesehatan, termasuk penggunaan obat yang aman dan tepat.
Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan fisiologis yang dapat memengaruhi cara kerja obat. Proses penyerapan, distribusi, metabolisme, hingga pengeluaran obat dari tubuh tidak lagi bekerja seefektif saat usia muda. Kondisi tersebut menyebabkan lansia memerlukan perhatian khusus dalam penggunaan obat agar terapi yang diberikan dapat memberikan manfaat optimal.
Selama ini masyarakat umumnya lebih mengenal obat dalam bentuk tablet, kapsul, atau sirup. Padahal, terdapat berbagai jenis sediaan obat khusus yang banyak digunakan dalam pelayanan kesehatan modern, seperti inhalasi, patch transdermal, dan implan. Sayangnya, pemahaman masyarakat mengenai cara penggunaan sediaan tersebut masih relatif terbatas.
Obat inhalasi merupakan sediaan yang diberikan melalui saluran pernapasan dan banyak digunakan pada penderita asma maupun penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Penggunaan inhaler yang tidak tepat dapat menyebabkan obat tidak masuk secara optimal ke paru-paru sehingga efektivitas terapi menjadi berkurang.
Selain inhalasi, terdapat pula patch transdermal atau yang sering dikenal sebagai koyo obat. Sediaan ini bekerja dengan melepaskan zat aktif secara perlahan melalui kulit untuk kemudian masuk ke dalam aliran darah. Penggunaan patch memerlukan perhatian terhadap lokasi pemasangan, waktu pemakaian, serta kondisi kulit agar obat dapat bekerja dengan baik.
Sediaan khusus lainnya adalah implan, yaitu sediaan yang dipasang di bawah kulit dan dapat melepaskan obat dalam jangka waktu tertentu. Karena memiliki prosedur penggunaan yang berbeda dengan obat biasa, pemahaman mengenai manfaat dan cara penggunaannya menjadi penting bagi masyarakat.
Rendahnya literasi masyarakat mengenai sediaan obat khusus dapat meningkatkan risiko kesalahan penggunaan obat. Kesalahan tersebut dapat berupa teknik penggunaan yang tidak tepat, penyimpanan yang kurang sesuai, maupun ketidaktahuan terhadap hal-hal yang perlu diperhatikan selama terapi berlangsung.
Sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat, mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi mengenai sediaan obat khusus kepada kelompok lansia di Dusun Bulu Gondang, Desa Bulu Margi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini menggunakan media papan obat dan leaflet yang dirancang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan berbagai jenis sediaan obat khusus, manfaat penggunaan, teknik penggunaan yang benar, cara penyimpanan, serta hal-hal yang perlu diperhatikan selama terapi. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab sehingga peserta dapat memahami informasi yang diberikan dengan lebih baik.
Edukasi kesehatan merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan literasi obat di masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai sediaan obat khusus, lansia diharapkan mampu menggunakan obat secara lebih aman, tepat, dan rasional. Pada akhirnya, penggunaan obat yang benar dapat mendukung keberhasilan terapi serta membantu meningkatkan kualitas hidup lEdukasi Sediaan Obat di Dsn. Bulu gondang, Desa Bulu Margi, Kec. Babat, Kab. Lamongan.
Penulis: Kelompok 4 GR-2A, Mahasiswa Program Studi D3 Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga
Pembimbing: Hafna Ilmy Muhalla
Sumber:
- Badan Pusat Statistik. Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024.
- Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. Profil Penduduk Lanjut Usia Provinsi Jawa Timur 2024.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penggunaan Obat Rasional.
- World Health Organization (WHO). Ageing and Health.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
