Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Aprianus Gregorian Bahtera

Puisi: Tuhan Lindungilah Cahaya Hatiku

Sastra | 2026-06-08 19:21:05

Sabar adalah makanan

Paling ku telan setiap hari

Ikhlas adalah serapah

Indah yang diterima

namun hati tiada rela

Jika takdir ini

Kau beri tak sesuai inginku

Haruskah hati berbilang tabah

Sementara semua telah

dilakukan tanpa percuma

Sesekali aku ingin bertanya

Tak bolehkah ku pilih jalan

sealur yang ku mau

mengapa tidak pernah

tertulis dalam rencana ku

Bagai harapan tak berujung

Seakan diri merapuh tersandung

Bila diri lelah dengan ikhtiar dan doa

Bila hati sabar dengan segala pinta

Tak adakah satu saja pinta

Yang Kau kabulkan?

Tolong lindungi dia cahaya

Hatiku

Bimbinglah seumur hidupnya

Jangan ada yang

Menyakitinya sekulit Ari pun, biar kugadai bahagia ku

Demi bahagianya, sebab tulusnya cinta Engkau

Yang Maha Pengasih



Oleh Aprianus Gregorian Bahtera.

Timur manise, senin 08 Desember 2026

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image