Membasuh Luka Nakba, Merawat Semangat Palestina dengan Aksi Nyata
Info Terkini | 2026-06-04 11:25:23
DTPEDULI.ORG | BANDUNG - Jalan Asia Afrika kembali menjadi saksi bisu sebuah gerakan kemanusiaan. Di dalam Ballroom Hotel Savoy Homann, Jumat (15/5/2026), atmosfer mendadak khidmat sekaligus membara.
Melalui kolaborasi bertajuk Bandung for Palestine, DT Peduli bersama Wakaf Salman, Rumah Zakat, dan Al-Khair Foundation bersatu menggaungkan satu pesan kuat untuk terus menyalakan semangat kemerdekaan Palestina.
Peringatan 78 Tahun Tragedi Nakba malam itu tidak sekadar menjadi ruang refleksi, tetapi juga aksi nyata. Melalui pertunjukan teatrikal yang menyayat hati, semua yang hadir seolah ditarik kembali ke tahun 1948 menyaksikan awal mula jutaan rakyat Palestina terusir dari tanah kelahiran mereka.
"Nakba bukan hanya tentang terusirnya rakyat Palestina pada tahun 1948. Ini adalah awal dari panjangnya penjajahan dan kehilangan yang hingga hari ini masih berlangsung," ujar Muhammad Ihsan, Direktur Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) DT Peduli. Baginya, mengingat Nakba adalah bentuk penolakan untuk diam terhadap ketidakadilan.
Ketukan palu lelang kemanusiaan menjadi magnet utama acara. Di sinilah kedermawanan masyarakat Bandung diuji dan berbuah manis. Dana sebesar Rp 654,5 juta berhasil tergalang dalam waktu singkat. Angka ini diprediksi akan terus bertambah.
Arie Untung, aktivis sekaligus influencer yang hadir, tidak dapat menyembunyikan rasa takjubnya atas empati luar biasa warga Kota Kembang. Menurutnya, kegigihan membela Palestina adalah cerminan dari keimanan yang kokoh.
"Alhamdulillah, hari ini pengumpulan dana menyentuh angka 654 juta rupiah. Dari Bandung ke kota-kota lain, insya Allah ini akan menginspirasi banyak orang," ungkap Arie dengan mata berbinar.
Melalui sinergi ini, DT Peduli dan masyarakat Bandung kembali menegaskan komitmennya. Donasi yang terkumpul akan segera disalurkan untuk membasuh luka dan meringankan duka saudara-saudara di bumi para nabi. Perjuangan belum usai. Dari Bandung, doa serta kepedulian itu akan terus mengalir sampai Palestina merdeka. (Agus ID)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
