Rupiah Melemah Harga Barang Impor Melambung
Agama | 2026-06-02 10:03:09
Melemahnya nilai rupiah nyata berimbas pada perekonomian rakyat, meski tidak semua rakyat adalah pelaku impor namu semua rakyat pasti terkena imbasnya. Kedelai sebagai bahan baku tempe masih impor, maka jelaslah harga tempe terpengaruh, ikut melambung. Begitu pula dengan harga plastik, sudah bukan naik lagi tetapi berganti harga.
Dampak melemahnya nilai tukar rupiah adalah konsekuensi logis penggunaan mata uang kertas yang tidak dijamin dengan emas dan perak. Permainan harga di pasar, spekulasi dan sistem perdagangan internasional yang membutuhkan dolar AS pasti akan mudah menjatuhkan nilai mata uang kertas, termasuk rupiah. Melemahnya nilai tukar mata uang sebenarnya juga merupakan potret lemahnya sistem perekonomian. Dalam sistem mata uang kertas biasa (fiat money) uang yang dicetak bukan cerminan kekayaan kas negara, tidak ada jaminan emas dan perak yang merupakan mata uang hakiki yang zatnya berharga, sangat berbeda dengan uang kertas biasa yang dicetak hanya berdasarkan ketetapan undang-undang saja.
Oleh karena itu, jika negeri ini ingin lepas pada permasalahan perekonomian sebagai imbas melemahnya rupiah, haruslah ada perubahan sistem mata uang. Mata uang emas dan perak atau yang dijamin dengan kedua logam tersebut telah terbukti aman dari inflasi, sebagai logam mulia kekuatan yang dimiliki adalah kekuatan hakiki. Jika negara-negara di dunia menggunakan sistem mata uang emas dan perak tentu tidak akan pusing dengan kurs tukarnya yang stabil, berbeda dengan uang kertas biasa yang sangat fluktuatif dan rawan inflasi.
Selain perubahan sistem mata uang, juga dibutuhkan kemandirian penyediaan barang yang dibutuhkan rakyat. Kedelai sebenarnya bisa ditanam di dalam negeri, tentu dengan dukungan kebijakan negara dari hulu hingga hilir. Keseriusan negara menjamin dan memberikan fasilitas terbaik kepada rakyat akan menjadi modal penting agar bangsa ini tidak tergantung pada impor terutama untuk produk pertanian, mengingat Indonesia mempunyai modal melimpah dalam bidang pertanian. Tinggal menunggu kesungguhan pemerintah untuk mengurus rakyatnya, bukan malah mengambil jalan pintas mengambil langkah impor demi keuntungan segelintir pemilik modal.
Dan memang perubahan sistem mata uang juga kemandirian perekonomian akan sulit terwujud selama Indonesia masih menerapkan sistem kapitalis. Ada kepentingan para pemilik modal, ada kepentingan pengusung dan negara kapitalis yang mempertahankannya. Kita butuh perubahan siatemik yang menyeluruh, perubahan dalam sistem ekonomi sekaligus sistem pemerintahan, dari menerapkan sistem kapitalis menjadi sistem Islam. Karena hanya dengan penerapan sistem Islam saja aturan Islam bisa diterapkan secara kaffah.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
