Gen Z AS Mulai Tinggalkan Smartphone, HP Jadul Jadi Tren Baru 2026
Teknologi | 2026-05-17 23:02:37
Siapa sangka, di saat dunia berlomba membuat smartphone semakin canggih, sebagian Gen Z di Amerika Serikat justru mulai meninggalkannya. Anak muda yang dulu identik dengan TikTok, Instagram, dan kehidupan serba online kini ramai beralih ke HP jadul atau “dumb phone” — ponsel sederhana yang hanya fokus pada telepon dan SMS.
Fenomena ini sedang menjadi tren global pada 2026. Banyak media internasional melaporkan bahwa Gen Z mulai merasa lelah dengan kehidupan digital yang terlalu ramai. Mereka bosan dengan notifikasi tanpa henti, tekanan media sosial, hingga kebiasaan doomscrolling yang membuat mental cepat lelah.
Alih-alih membeli smartphone terbaru, sebagian anak muda kini malah bangga memakai HP tombol seperti Nokia lawas, flip phone, hingga feature phone sederhana. Bagi mereka, HP jadul bukan simbol ketinggalan zaman, tetapi simbol kebebasan dari distraksi digital.
Fenomena ini dikenal dengan istilah digital detox atau digital minimalism. Banyak Gen Z mulai sadar bahwa terlalu lama hidup di dunia online membuat mereka sulit fokus, mudah cemas, bahkan merasa selalu harus “mengikuti kehidupan orang lain”. Karena itu, mereka memilih perangkat yang lebih sederhana agar hidup terasa lebih tenang.
Yang menarik, tren ini justru muncul dari generasi yang lahir dan tumbuh bersama internet. Dulu smartphone dianggap kebutuhan utama, sekarang sebagian Gen Z malah menganggapnya sebagai sumber stres. Mereka ingin kembali menikmati dunia nyata tanpa terus-menerus memegang layar.
Media sosial juga menjadi salah satu penyebab utama. Banyak anak muda mulai merasa lelah dengan budaya validasi digital — jumlah likes, views, followers, hingga tuntutan selalu aktif di media sosial. Akibatnya, HP jadul dianggap membantu mereka “kabur sejenak” dari tekanan internet.
Di Reddit dan berbagai forum online, banyak pengguna muda mengaku mulai merindukan kesederhanaan teknologi lama. Ada yang memakai HP jadul untuk mengurangi screen time, ada juga yang sekadar ingin hidup lebih fokus dan tidak kecanduan scrolling.
Meski begitu, bukan berarti smartphone akan benar-benar hilang. Faktanya, dunia modern tetap membutuhkan teknologi digital untuk belajar, bekerja, hingga transaksi online. Namun tren ini menunjukkan satu hal penting: semakin canggih teknologi, semakin banyak orang yang ingin mencari jeda.
Mungkin bagi Gen Z sekarang, kemewahan bukan lagi soal punya HP paling mahal, tetapi punya hidup yang lebih tenang tanpa terlalu dikendalikan layar.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
