Dorong Ekonomi Daerah, OJK Jabar Perkuat Literasi Keuangan
Iptek | 2026-05-13 06:23:55
KOTA BANDUNG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat literasi keuangan, perlindungan konsumen, serta pengembangan ekonomi daerah melalui berbagai program strategis sepanjang Triwulan I 2026. Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman mengatakan bahwa kegiatan edukasi keuangan terus digencarkan secara masif. Hingga Maret 2026, OJK Jawa Barat telah melaksanakan 640 kegiatan edukasi dengan melibatkan 1,27 juta peserta, baik melalui edukasi langsung, digital, maupun kolaborasi dengan pelaku jasa keuangan.
“Kami berkomitmen agar masyarakat Jawa Barat semakin cerdas dan terlindungi dalam memanfaatkan produk dan layanan keuangan,” kata Darwisman.
Selain edukasi, OJK Jawa Barat juga memperkuat perlindungan konsumen melalui layanan pengaduan konsumen dan penanganan dugaan pelanggaran di sektor jasa keuangan. Sepanjang Januari 2026, Kantor OJK di Jawa Barat telah menerima 67 laporan pengaduan masyarakat dengan frekuensi permasalahan yang tertinggi antara lain terkait restrukturisasi/Relaksasi Kredit/Pembiayaan, permasalahan agunan/Jaminan, keberatan lelang hingga fraud eksternal.
Di sisi lain, OJK bersama Satgas PASTI Daerah aktif melakukan tindakan preventif dan represif terhadap aktivitas keuangan ilegal, termasuk investasi bodong dan pinjaman online ilegal yang berpotensi merugikan masyarakat. “Perlindungan konsumen adalah prioritas utama, sehingga dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat dalam bertransaksi di Industri Jasa Keuangan,” ujarnya.
Di sisi lain, OJK Jawa Barat bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah. Program unggulan seperti Asuransi Mikro untuk Petani, Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), serta GEULIS Jabar untuk inklusi saham menjadi bagian dari orkestrasi sinergi antara OJK, pemerintah daerah, dan lembaga keuangan.
Sebagai bagian dari roadmap pengembangan ekonomi daerah, OJK Jawa Barat bersama TPAKD menekankan penguatan sektor riil melalui Akselerasi Agribisnis. Fokus diarahkan pada komoditas unggulan seperti domba, sapi perah, ayam petelur, ikan air tawar, pisang cavendish, nanas, kopi, dan kakao.
Strategi ini bertujuan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja di pedesaan, meningkatkan akses pembiayaan produktif, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong hilirisasi agar nilai tambah ekonomi tertahan di daerah. “Pengembangan ekonomi daerah berbasis agribisnis adalah mesin katalisator pertumbuhan Jawa Barat. Dengan sinergi lintas sektor, kami ingin memastikan potensi lokal benar-benar menjadi kekuatan ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan,” paparnya.
“OJK Jawa Barat selalu hadir sebagai mitra masyarakat dalam meningkatkan literasi, melindungi konsumen, dan memperkuat ekonomi daerah, sehingga Jawa Barat semakin resilien menghadapi tantangan global,” pungkas Darwisman. Sumber Humas Jabar
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
