Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Mily Hanas

Jalan Flobamora Bangkit: Harapan Baru di Tengah Keluhan Lama

Info Terkini | 2026-04-24 11:27:06

Di balik hiruk pikuk GOR Flobamora yang selalu bergemuruh oleh sorak sorai ribuan penonton saat pertandingan sepak bola atau voli nasional, jalan Iman Budiman tepat di depan GOR Oepoi selama bertahun-tahun menjadi neraka kecil bagi pengendara Kupang. Aspal retak berlubang besar, genangan air becek setiap musim hujan, dan kemacetan parah saat event besar membuat warga sehari-hari from supir angkot hingga keluarga berbelanja harus bersabar ekstra, sering kali dengan roda kendaraan nyaris copot atau ban jebol.

Pengumuman Pemkot Kupang bahwa perbaikan mulai pekan depan bukan hanya janji kosong, melainkan respons cepat dari desakan masyarakat dan pengawasan ketat DPRD, dengan anggaran Rp5,7 miliar untuk konstruksi beton bertulang yang dirancang tahan lama.Proyek ini melampaui sekadar tambal sulam sementara yang kerap gagal di masa lalu; ini adalah transformasi menyeluruh atas akses strategis sepanjang 1,2 kilometer yang menghubungkan pusat kota Kupang dengan arena olahraga ikonik Nusa Tenggara Timur.

Bayangkan lubang-lubang raksasa yang dulu menjebak motor dan mobil kini diganti trotoar lebar ramah pejalan kaki, drainase modern anti banjir, serta lapisan aspal tebal yang siap menampung lalu lintas ribuan kendaraan saat liga sepak bola atau festival budaya digelar. Kontraktor terpilih, CV Tiga Putra Agung, lolos tender transparan melalui LPSE dengan target penyelesaian 150 hari kalender mulai pertengahan April 2026, membuka gelombang manfaat ekonomi langsung: pedagang makanan di pinggir jalan bisa meraup lebih banyak pembeli tanpa hambatan akses, supir ojek online hemat waktu dan bensin, serta event organizer berani adakan konser besar tanpa khawatir logistik terganggu.

Di tengah Kupang yang sedang pulih dari krisis air dan penurunan wisata seperti di Pantai Lasiana, infrastruktur prima seperti ini jadi katalisator utama untuk menggerakkan roda ekonomi lokal yang selama ini tercekik kemacetan.Langkah berani Pemkot ini patut dijadikan blueprint sukses bagi seluruh infrastruktur Kupang yang haus perhatian, dari jalan pesisir hingga akses pasar tradisional, karena terlalu sering proyek serupa terjerat korupsi atau kualitas abal-abal seperti kasus jalan rusak ulang di NTT sebelumnya.

Keberlanjutannya bergantung pengawasan ketat DPRD dan Ombudsman agar anggaran tak menguap sia-sia, sementara edukasi warga soal menjaga aset publik tak buang sampah sembarangan atau parkir liar harus digencarkan agar investasi miliaran ini tak berujung penyesalan. Saat aspal baru mulai mengilap di bawah matahari tropis Kupang, kawasan Flobamora tak lagi sekadar pusat olahraga, melainkan jembatan emas menuju mobilitas inklusif, pertumbuhan UMKM yang merata, dan citra kota yang siap bersaing bukti bahwa aspirasi rakyat, bila didengar, mampu ubah wajah sebuah kota menjadi lebih cerah dan maju bersama.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image