Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Nikita aidina hdyt

Di Balik Layar: Apakah Kita Masih Jadi Diri Sendiri di Era Digital?

Teknologi | 2026-04-19 23:35:11
Topeng sebagai simbol citra diri, dengan latar media sosial yang mencerminkan bagaimana identitas seseorang dapat terbentuk dan berubah di era digital.

Layar yang Menguasai Kehidupan

Oleh : Nikita Aidina Hidayat
Mahasiswa Teknik Informatika, Universitas Pamulang

Di era digital, layar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Banyak dari kita memulai dan mengakhiri hari dengan media sosial melihat, menilai, lalu tanpa sadar membandingkan diri dengan orang lain.

Platform seperti Instagram dan TikTok memberi ruang untuk berekspresi. Namun, apa yang ditampilkan sering kali bukan gambaran utuh. Kita memilih momen terbaik, sudut terbaik, dan cerita yang paling menyenangkan. Dari sini, terbentuk standar tidak tertulis: hidup harus terlihat sempurna.

Tanpa disadari, kita mulai menyesuaikan diri. Bukan lagi sekadar berbagi, tetapi membangun citra. Identitas digital perlahan berbeda dari diri yang sebenarnya. Kita lebih berhati-hati, bahkan terkadang menahan diri, demi terlihat “layak” di mata publik.

Sebagai mahasiswa Teknik Informatika, saya melihat ini bukan sekadar tren, tetapi perubahan cara manusia membentuk identitas. Teknologi tidak hanya menjadi alat, melainkan ruang sosial baru tempat kita dinilai.

Dampaknya nyata. Banyak orang terutama generasi muda mengalami penurunan kepercayaan diri, kecemasan, dan kebiasaan membandingkan diri. Padahal, yang dibandingkan sering kali hanyalah potongan terbaik dari kehidupan orang lain.

Meski begitu, teknologi bukan musuh. Media sosial tetap bisa bermanfaat untuk belajar, berkarya, dan terhubung. Kuncinya adalah kesadaran: tidak semua yang terlihat di layar adalah kenyataan.

Menjadi diri sendiri di era digital memang menantang, tetapi bukan tidak mungkin. Kita perlu membatasi perbandingan, menggunakan teknologi secara bijak, dan mengingat bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh jumlah “like”.

Pada akhirnya, pertanyaan “apakah kita masih menjadi diri sendiri?” penting untuk terus kita renungkan agar kita tidak kehilangan jati diri di balik layar.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image