Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Salsabila Khoirunisa

Selamat Tinggal Dompet Tebal: Mengapa Hidup Cashless Kini, Bukan Sekedar Tren

Bisnis | 2026-04-15 15:05:22
Ilustrasi cashless di kehidupan masa kini

Cashless adalah sistem pembayaran yang tidak lagi menggunakan uang tunai, melainkan memakai uang dalam bentuk digital seperti saldo atau uang elektronik. Di Indonesia, penggunaan sistem ini berkembang sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak lepas dari peran aktif Bank Indonesia yang mendorong perubahan sistem pembayaran, salah satunya melalui QRIS sebagai standar pembayaran dengan kode QR.

Sebenarnya, penerapan cashless di Indonesia sudah dimulai sejak tahun 2009 melalui peraturan Bank Indonesia tentang uang elektronik. Kemudian, pada tahun 2014 diluncurkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk mendorong masyarakat agar lebih terbiasa menggunakan transaksi non-tunai. Sejak saat itu, penggunaan cashless semakin meluas dan digunakan di berbagai bidang kehidupan.

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa penggunaan uang elektronik meningkat sangat pesat. Pada pertengahan tahun 2018 saja, jumlah transaksi mencapai ratusan juta dan terus meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini juga dipengaruhi oleh kebijakan seperti pembayaran tol non-tunai, serta munculnya berbagai dompet digital seperti OVO, GoPay, DANA, dan T-Cash.

Sistem cashless memberikan banyak manfaat. Bagi masyarakat, transaksi jadi lebih praktis karena tidak perlu membawa uang tunai. Bagi pelaku usaha, cashless membantu mempercepat pelayanan dan mendukung digitalisasi bisnis. Sementara itu, bagi investor, sistem ini memudahkan akses ke berbagai jenis investasi yang bisa dilakukan secara online. Dari sisi negara, cashless dapat meningkatkan efisiensi sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Keunggulan lainnya adalah transaksi bisa dilakukan dengan cepat dan aman. Risiko kehilangan uang tunai juga berkurang karena uang disimpan secara digital. Selain itu, sistem ini memudahkan transaksi dalam jumlah besar tanpa perlu repot membawa uang fisik. Namun, di balik kelebihannya, cashless juga punya kekurangan. Tidak semua daerah memiliki akses teknologi yang memadai, sehingga penggunaannya belum merata. Selain itu, ada risiko kejahatan siber seperti penipuan dan peretasan. Sistem ini juga sangat bergantung pada koneksi internet, sehingga bisa terganggu jika jaringan tidak stabil. Kemudahan bertransaksi juga bisa membuat seseorang menjadi lebih konsumtif.

Di Indonesia, sistem cashless tersedia dalam berbagai bentuk, seperti e-banking, dompet digital, aplikasi pembayaran tagihan (PPOB), hingga bank digital yang semuanya bisa diakses secara online. Hal ini menunjukkan bahwa cashless sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan modern.

Secara keseluruhan, cashless memberikan banyak manfaat bagi perekonomian, seperti mengurangi biaya pengelolaan uang tunai, meningkatkan transparansi, serta membantu pemerintah dalam mengambil kebijakan ekonomi. Selain itu, transaksi juga menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, penggunaannya tetap perlu disertai dengan kesadaran dan kehati-hatian agar risiko yang ada bisa diminimalkan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image