Tingkatkan Literasi Membaca Melalui Storytelling Digital
Eduaksi | 2026-04-13 13:33:41
Dalam rangka mendorong peningkatan literasi membaca di era teknologi, mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 86 menggelar kegiatan bertajuk “Meningkatkan Literasi Membaca melalui Storytelling Digital”. Program ini menjadi salah satu inovasi edukatif yang menggabungkan kegiatan membaca dengan pemanfaatan media digital yang menarik dan interaktif.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh anggota Kelompok 86, yaitu M. Humam Alchak, Muhammad Ihsanuddin, Putri Andriani, Lilis Permita Sari, dan Elsa Amelia. Dalam pelaksanaannya, peserta diajak untuk menyimak cerita yang disampaikan melalui media digital, seperti video dan presentasi visual, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi ringan mengenai isi cerita, tokoh, serta pesan moral yang terkandung di dalamnya.
Pendekatan storytelling digital dipilih karena dinilai mampu menarik minat peserta, khususnya anak-anak dan remaja, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Selain meningkatkan kemampuan membaca, kegiatan ini juga melatih keterampilan mendengarkan, memahami informasi, serta mengungkapkan pendapat secara lisan.
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Mereka tidak hanya fokus menyimak cerita, tetapi juga berani menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tim KKN.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Rekognisi Kelompok 86 berharap dapat menumbuhkan minat baca serta meningkatkan literasi digital masyarakat. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun generasi yang cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
#radenfatah.ac.id, #lp2mradenfatah.ac.id
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
