Buka Puasa Bersama Dewan Jamu DIY: Selaraskan Visi Yogyakarta Sehat Lestari
Gaya Hidup | 2026-03-08 19:45:02
YOGYAKARTA, REPUBLIKA NETWORK – Dewan Jamu Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar acara buka puasa bersama yang sekaligus menjadi sarasehan strategis dengan para kepala dinas provinsi terkait dan perwakilan desa binaan, pada hari ini (8/3/2026). Acara ini menjadi wadah untuk menyatukan langkah jangka pendek maupun panjang dalam upaya memajukan industri jamu di Yogyakarta.
Hadir dalam acara tersebut para kepala dinas Kesehatan, Pendidikan, Perdagangan, Koperasi, dan Pertanian Provinsi DIY, serta perwakilan desa binaan dari berbagai kabupaten dan kota di Yogyakarta. Seluruh pihak yang hadir saling berbagi informasi, menyampaikan keluhan, dan berdiskusi panjang lebar mengenai arah pengembangan jamu di daerah ini.
Ketua Dewan Jamu Indonesia DIY, Prof. Nyoman Kertia, menyampaikan bahwa dalam sarasehan tersebut telah dirancang sebuah Peraturan Gubernur (Pergub) khusus tentang jamu. Rancangan ini nantinya akan diajukan melalui audiensi dengan DPRD, Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Sekretaris Daerah (Sekda), hingga Gubernur DIY.
“Kami ingin menyatukan langkah, baik dalam waktu pendek maupun panjang, bagaimana memajukan jamu ini. Hari ini memang acara buka puasa bersama, tapi kami tambahi dengan agenda penting untuk merumuskan arah pengembangan jamu. Kami juga berharap tercapai satu poin bersama sehingga langkah kita menjadi lebih kuat dan terarah,” ujar Prof. Nyoman Kertia saat diwawancarai usai acara.
Lebih lanjut, Prof. Nyoman menjelaskan bahwa rancangan Pergub tentang jamu ini akan diselaraskan dengan Pergub Nomor 44 Tahun 2017 tentang RAD GERMAS "Yogyakarta Sehat Lestari". Peraturan tersebut menjadi acuan karena di dalamnya sudah memuat poin kesehatan masyarakat dan kesehatan tradisional, yang menjadi dasar pengembangan jamu lebih jauh.
“Saya juga turut menyusun Pergub Yogyakarta Sehat Lestari bersama teman-teman di dewan riset. Jadi, kami menggunakan acuan ini dan akan mengembangkannya lebih jauh untuk jamu. Nantinya, kami juga akan menerjemahkan 5 poin utama visi Yogyakarta menjadi aturan yang lebih detail untuk jamu,” tambahnya.
Lima poin visi Yogyakarta yang dimaksud adalah Jogjakarta Gumregah (mempertahankan kearifan lokal), Jogjakarta Berhati Nyaman (sehat, indah, nyaman), Jogjakarta Herbal Area (fokus pada pengembangan jamu dan herbal), Jogjakarta Eco 2 City (keseimbangan antara ekonomi dan ekologi atau lingkungan), serta Jogjakarta Wilayah yang Ramah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri jamu, dan masyarakat dapat semakin erat, sehingga pengembangan jamu di Yogyakarta dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat serta pelestarian kearifan lokal. (mas)
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
