Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Idawiyah Safitri

Ekspektasi Vs Realita Gen Z Terjun ke Bisnis: Gak Semanis Konten di TikTok

Bisnis | 2026-02-19 05:09:25
Cara Gen Z Berbisnis

Sekarang tuh lagi musim banget anak muda, terutama Gen Z, pada "nyemplung" ke dunia bisnis. Ada yang statusnya masih mahasiswa, ada juga yang baru banget pegang ijazah tapi sudah pede buka usaha sendiri. Alasannya klasik: pengen punya duit tambahan, ogah disuruh-suruh atasan atau sesimpel nggak mau kejebak rutinitas kantor yang ngebosenin. Di bayangan kita, jadi entrepreneur itu kayaknya keren dan bebas banget. Apalagi kita tumbuh besar bareng internet. Mau jualan apa aja tinggal buka marketplace atau promosi lewat konten. Kelihatannya gampang, kan? Tinggal modal HP, jualan hobi, atau jadi content creator, cuan langsung ngalir. Tapi ya itu, itu kan yang kelihatan dari luar aja.

Pas beneran dijalanin? Beuh, beda jauh! Ternyata dunia bisnis nggak cuma butuh ide kreatif atau modal semangat doang. Kita harus berhadapan sama persaingan yang "berdarah-darah", tren yang berubahnya secepat kilat, sampai pembeli yang makin ke sini makin banyak maunya. Banyak dari kita yang awalnya semangat membara, eh pas masuk bulan kedua-ketiga mulai burnout gara-gara pusing konsistennya itu susah banget.

Penyakit utamanya biasanya ada di manajemen. Kita mungkin jago bikin ide, tapi sering "keok" pas harus ngurusin hal-hal teknis kayak muterin modal, bagi waktu biar nggak tipes, sampai harus ngambil keputusan pas lagi chaos. Hal-hal "dapur" kayak gini nih yang nggak pernah masuk di konten aesthetic orang-orang, tapi aslinya bikin begadang tiap malem. Belum lagi kalau ngomongin gagal. Ada yang dagangannya sepi, ada yang strateginya meleset total, sampai ada yang harus gulung tikar padahal baru mulai. Buat Gen Z, gagal itu rasanya nyesek banget, apalagi kalau kita bandingin sama kesuksesan orang lain yang sliweran di feed Instagram. Padahal ya, yang namanya bisnis emang paket lengkap sama gagalnya.

Intinya, jadi pebisnis itu soal gimana kita nyeimbangin antara mimpi yang tinggi sama kenyataan di lapangan yang seringkali pahit. Nggak semua bakal jalan sesuai rencana, tapi setiap kegagalan itu pasti ada "dagingnya" buat dipelajari. Selama kita konsisten dan nggak gampang nyerah, pintu buat sukses di tengah persaingan gila-gilaan ini bakal selalu kebuka kok.

Tapi tenang, bukan berarti kita nggak bisa survive. Kelebihan kita itu sebenernya ada di adaptasi. Kita cepet banget belajar hal baru. Kuncinya cuma satu: jangan gampang "kena mental" dan jangan terlalu terobsesi sama hasil yang instan. Bisnis itu bukan lomba lari siapa yang paling cepet kaya, tapi siapa yang paling kuat bertahan dan mau terus evaluasi diri.

(Penulis: Mahasiswa Universitas Pamulang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis).

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image