Dari Layar ke Hati: Nobar, Bernyanyi, dan Kotak Rahasia dalam Membangun Karakter Anak Tanpa Bullying
Edukasi | 2026-02-04 17:24:10
Palembang, Selasa, 03 Februari 2026 — Upaya membangun karakter anak yang berempati dan saling menghargai terus dilakukan oleh mahasiswa KKN Rekognisi 84A Kelompok 226 Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang melalui kegiatan edukatif dan kreatif di Panti Asuhan Aisyah Palembang. Mengusung konsep yang dekat dengan dunia anak, mahasiswa KKN menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film edukatif, bernyanyi bersama, serta sesi “kotak rahasia” sebagai media pembelajaran karakter dan pencegahan bullying.
Kegiatan ini dirancang tidak sekadar menghibur, tetapi juga menyentuh sisi emosional anak-anak panti. Melalui tayangan film yang sarat pesan moral, anak-anak diajak memahami arti empati, saling menghargai, serta dampak buruk dari perundungan. Suasana semakin hangat saat kegiatan dilanjutkan dengan bernyanyi bersama, menciptakan rasa kebersamaan dan keakraban tanpa sekat.
Salah satu anggota KKN, Dinda, menjelaskan bahwa pendekatan ini dipilih agar pesan tentang anti-bullying lebih mudah diterima anak-anak.
“Kami ingin menyampaikan nilai-nilai karakter dengan cara yang mereka sukai. Dari film, lagu, hingga cerita, semuanya kami kemas supaya masuk ke hati, bukan terasa menggurui,” ujarnya.
Winda menambahkan bahwa kegiatan ini juga membuka ruang aman bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan.
“Lewat kotak rahasia, adik-adik bisa menuliskan perasaan, pengalaman, atau hal yang selama ini mereka pendam. Ini jadi cara yang aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi,” tuturnya.
Menurut Mesyi, respons anak-anak menunjukkan bahwa metode ini sangat efektif.
“Mereka aktif berdiskusi setelah menonton film. Ada yang berani berbagi pengalaman, ada juga yang mulai memahami bahwa mengejek atau menyakiti teman itu tidak baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Rahma menilai bahwa kegiatan ini menjadi momen refleksi bersama.
“Kami belajar bahwa setiap anak punya cerita dan perasaan. Dengan kegiatan sederhana seperti ini, mereka belajar saling mendengarkan dan menghargai,” katanya.
Antusiasme juga terlihat jelas dari adik-adik Panti Asuhan Aisyah Palembang. Mereka tampak fokus saat nobar berlangsung, bernyanyi dengan penuh semangat, dan serius menuliskan isi hati mereka ke dalam kotak rahasia. Beberapa anak mengaku senang karena bisa berbagi tanpa rasa takut.
“Seru nonton bareng, terus nyanyi rame-rame,” ujar salah satu adik panti.
“Aku senang bisa nulis perasaan aku di kotak rahasia,” tambah yang lain.
Bagi adik-adik panti, kegiatan ini bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang aman untuk belajar memahami diri sendiri dan orang lain. Mereka merasa lebih dekat dengan teman-temannya dan kakak-kakak KKN yang mendampingi.
Di akhir kegiatan, KKN Rekognisi 84A Kelompok 226 UIN Raden Fatah Palembang menyampaikan harapan agar nilai-nilai yang telah ditanamkan dapat terus tumbuh dalam keseharian anak-anak panti.
“Kami berharap adik-adik panti bisa saling menghargai, berani menyampaikan perasaan, dan tumbuh menjadi pribadi yang berempati serta bebas dari perilaku bullying,” ujar perwakilan kelompok.
Mahasiswa KKN juga berharap metode pembelajaran yang menyenangkan dan humanis ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun lingkungan panti yang aman, nyaman, dan penuh kasih. Melalui layar, lagu, dan cerita hati, KKN Rekognisi 84A Kelompok 226 ingin meninggalkan pesan sederhana namun bermakna membangun karakter anak bisa dimulai dari mendengarkan, memahami, dan menyentuh hati mereka.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
