Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Azkya Saradiva

Tahun Berbeda, Kejahatan Tetap Sama

Agama | 2026-01-16 08:39:13

Menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026, Belawan, Kota Medan, kembali diwarnai aksi tawuran antarremaja yang saling serang menggunakan petasan. Padahal, generasi muda sejatinya merupakan agen perubahan dan harapan masa depan yang seharusnya dibina untuk membawa perbaikan dan kemajuan. Namun alih-alih menjadi momentum refleksi, doa, dan kebersamaan, perayaan Tahun Baru justru berubah menjadi ajang kekerasan yang membahayakan keselamatan masyarakat. Peristiwa ini menjadi gambaran nyata krisis sosial yang terus berulang dari tahun ke tahun.

Kejadian tersebut menunjukkan lemahnya pembinaan generasi muda. Pendidikan karakter yang tidak maksimal, kurangnya pengawasan keluarga, serta abainya peran pemerintah daerah menjadi rangkaian persoalan yang saling berkaitan. Kondisi ini menciptakan ruang bagi remaja untuk bertindak tanpa kontrol nilai dan tanggung jawab sosial.

Remaja yang seharusnya diarahkan menjadi generasi produktif dan bermanfaat justru terjerumus dalam perilaku destruktif yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Sistem sekuler hari ini lebih sibuk menghadirkan hiburan dan euforia semu, namun mengabaikan pembentukan moral dan akhlak. Akibatnya, kebebasan disalahartikan, hingga kekerasan dianggap sebagai bentuk hiburan, bukan penyimpangan yang harus dicegah.

Dalam perspektif Islam, setiap bentuk perayaan dan hiburan harus berlandaskan maslahat, bukan mudarat. Negara, keluarga, dan masyarakat memiliki amanah besar untuk mendidik generasi agar aktif dan produktif dalam kebaikan. Aksi tawuran dan saling serang dengan petasan jelas membahayakan nyawa, melanggar hukum, serta mencederai nilai kemanusiaan. Kasus Belawan menjadi cermin bahwa perayaan yang lepas dari bimbingan moral hanya akan melahirkan generasi yang memaknai kekerasan sebagai sesuatu yang wajar.

Islam mengajarkan pendidikan akhlak sejak dini, pengawasan sosial yang kuat, serta pengelolaan masyarakat yang mampu membimbing anak muda agar merayakan kehidupan dengan cara yang bermakna dan bermanfaat. Maka, Tahun Baru bukan sekadar pergantian tanggal atau pesta kembang api, melainkan ujian sejauh mana masyarakat dan negara mampu menjaga generasi agar tetap amanah dan beradab. Tanpa akhlak dan sistem Islam, kemeriahan yang diagungkan justru berubah menjadi bencana yang terus berulang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image