Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Tisa MartaSari

Mayoritas dan Minoritas di Media Sosial: Perspektif Sosiolkultural

Eduaksi | 2026-01-13 21:03:07
Create by me: Ilustrasi mayoritas dan minoritas

Dalam perspektif sosiokultural, komunikasi dipahami sebagai praktik sosial yang dipengaruhi oleh norma, nilai, dan budaya. Media sosial saat ini bukan hanya sekadar teknologi, tetapi menjadi ruang sosial tempat pandangan tertentu dianggap wajar dan diterima, sementara pendapat lain dipandang menyimpang. Kondisi ini membentuk pola komunikasi yang tidak seimbang antara mayoritas dan minoritas.

Opini mayoritas cenderung mendapatkan dukungan lebih besar melalui like, komentar, dan unggahan serupa. Dukungan tersebut membuat pandangan mayoritas semakin terlihat dan dianggap sebagai suara umum. Sebaliknya, pendapat minoritas sering kali kurang mendapat respons dan akhirnya tenggelam di tengah arus informasi.

Tekanan sosial di media digital saat ini, termasuk budaya saling menghakimi dan cancel culture, turut memengaruhi perilaku pengguna. Banyak individu memilih menahan pendapatnya demi menghindari konflik atau penilaian negatif dan stereotip kelompok. Dalam konteks sosiokultural, diamnya kelompok minoritas bukan sekadar pilihan pribadi, melainkan bentuk penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial.

Dampaknya, ruang diskusi publik di media sosial menjadi kurang beragam. Padahal, perbedaan pendapat merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat. Media sosial seharusnya menjadi ruang dialog yang sehat, bukan tempat pembungkaman suara tertentu.

Sebagai penutup, perspektif sosiokultural ini membantu kita memahami bahwa relasi mayoritas dan minoritas di media sosial dibentuk oleh norma dan budaya digital yang terus berkembang. Kesadaran akan hal ini penting agar media sosial tetap menjadi ruang yang inklusif dan menghargai keberagaman suara.

Dengan paham akan sosiolkultural ini kita juga paham bahwa saling menghargai perbedaan itu bentuk penerapan pancasila dalam kehidupan kita. Dan komunikasi digital adalah teknologi yang memberikan kita kebebasan dalam berekspresi.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image