Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Rifki Sopian

Terperangkap dalam Gilingan Dendam

Sastra | 2026-01-09 16:35:30

Resensi Film Pabrik Gula

Sutradara: Awi Suryadi Penulis Skenario: Lele Laila & SimpleMan Produksi: MD Pictures Pemain Utama Arbani Yasiz, Ersya Aurelia, Erika Carlina, Dewi Pakis, Bukie Mansyur Tanggal Rilis: 31 Maret 2025

"Film ini bukan hanya soal rasa takut, tapi juga pengingat bahwa masa lalu yang tidak dituntaskan bisa menjelma menjadi teror yang nyata"

Sumber: https://share.google/tPprMx8U56Lcfnevy

Sinopsis

Film Pabrik Gula mengisahkan tentang sekelompok buruh musiman yang dikirim ke sebuah pabrik gula tua menyelamatkan era kolonial untuk membantu musim giling. Mereka adalah Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Naning, dan Franky anak-anak muda yang tak tahu bahwa tempat itu menyimpan sejarah kelam dan terkutuk. Ketika malam tiba, gangguan-gangguan aneh mulai muncul: bayangan misterius, kecelakaan kerja yang tak masuk akal, hingga kerasukan yang membuat semuanya kacau. Endah menjadi tokoh sentral yang paling peka terhadap kehadiran makhluk tak kasat mata. Agar bisa selamat, mereka harus mengungkap rahasia masa lalu pabrik yang dikendalikan oleh entitas gaib dari "kerajaan iblis".

Ulasan

Dibalik kesan klasik pabrik tua yang berdebu dan gelap, Pabrik Gula menghadirkan horor dengan sentuhan lokal yang kental. Awi Suryadi sukses mengeksekusi film ini lewat atmosfer mencekam , pencahayaan yang pas, dan desain suara yang menegangkan. Dengan latar tempat yang jarang dieksplorasi dalam sinema Indonesia, film ini terasa unik dan menggugah rasa penasaran.

Sinematografi film ini patut dipuji, terutama dalam penggunaan gerakan kamera yang mengitari dan menyusup ruang sempit untuk membangun suasana tidak nyaman . Meski begitu, di paruh pertama film ini sempat terasa melambat dan terkesan penuh “filler” sebelum konflik utamanya benar-benar mencuat.

Akting para pemain utama cukup solid, terutama Ersya Aurelia sebagai Endah yang mampu menampilkan emosi ketakutan dan kepasrahan yang autentik. Namun, yang paling menarik perhatian justru para tokoh spiritual seperti Mbah Jinah dan Mbah Samin, yang berperan penting dalam menyingkapkan kunci keselamatan dari teror gaib yang melanda.

tapi menurut saya film ini terlalu banyak mengandung 18+ yang menyebabkan film horor pornografi karena banyak adegan adegan dewasa di dalamnya saya sangat menyyangkan meskipun film itu di bagi menjadi 2 ada yang untuk 18+ ada juga yang untuk anak di bawa 18+ tapi menurut saya film tersebut mengelabui penonton karena dengan adegan yang berbeda antara ke 2 film tersebut.

Kesimpulan

Pabrik Gula adalah sajian horor lokal yang cukup berhasil memadukan mistisisme, atmosfer kolonial, dan ketegangan supranatural. Meskipun plotnya terasa padat dan tidak selalu seimbang, kekuatan visual dan aura mencekamnya membuat film ini layak ditonton, terutama bagi penikmat horor yang ingin merasakan suasana angker khas Indonesia. Film ini bukan hanya soal rasa takut, tapi juga pengingat bahwa masa lalu yang tidak dapat dijelaskan bisa menjelma menjadi teror yang nyata.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image