Penguatan Pendidikan Islam sebagai Pilar Pembentukan Etika
Eduaksi | 2026-01-08 17:44:19Di tengah perkembangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, siswa tidak hanya dituntut unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki etika akademik yang kuat. Etika akademik mencakup kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta sikap saling menghargai dalam proses pembelajaran. Dalam konteks ini, penguatan pendidikan Islam memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam membentuk etika akademik siswa. Pendidikan Islam pada hakikatnya tidak hanya fokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan karakter. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran (ṣidq), amanah, tanggung jawab, dan keadilan merupakan fondasi penting dalam kehidupan akademik. Ketika nilai-nilai tersebut diinternalisasikan secara konsisten, siswa akan memiliki kesadaran moral untuk menghindari perilaku tidak etis seperti plagiarisme, kejadian saat ujian, maupun memahami karya ilmiah.
Penguatan pendidikan Islam di perguruan tinggi dapat dilakukan melalui berbagai cara, baik secara formal maupun nonformal. Secara formal, nilai-nilai Islam dapat diintegrasikan dalam mata kuliah keislaman maupun mata kuliah umum dengan pendekatan kontekstual. Sementara itu, secara nonformal, penguatan dapat dilakukan melalui kegiatan ilmiah, diskusi ilmiah bernuansa Islami, serta keteladanan dosen dalam berpikir dan bertindak. Keteladanan ini menjadi aspek penting karena siswa cenderung meniru perilaku akademik yang mereka lihat secara langsung. Selain itu, pendidikan Islam juga mendorong peserta didik untuk memandang ilmu sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada Allah SWT. Pandangan ini menanamkan kesadaran spiritual yang berpengaruh besar terhadap perilaku akademik. Siswa tidak belajar semata-mata untuk memperoleh nilai, tetapi juga untuk mengamalkan ilmu secara jujur dan bermanfaat. Pendidikan Islam kontemporer memerlukan pendekatan Multi, Inter dan Transdisiplin dalam penyelenggaraannya. Linearitas ilmu dan pendekatan Monodisiplin dalam rumpun ilmu agama akan berbias pada artikulasi agama, berikut aktivitas beragama, yang tidak berhubungan dengan kenyataan, berikut relevansi dan signifikansi agama itu sendiri bagi kehidupan
manusia.
Keseluruhan ikhtiar ini pada gilirannya mengarahkan kita untuk mengkonstruk ulang metodologi ilmu-ilmu keislaman, yang dimulai dari filsafat ilmu dan filsafat ilmu-ilmu keislaman itu sendiri hingga ke proses dan implementasinya dalam praktik pendidikan dan pemahaman keagamaan. Dengan demikian, penguatan pendidikan Islam berperan signifikan dalam membentuk etika akademik siswa yang berlandaskan nilai moral dan spiritual. Perguruan tinggi yang serius mengembangkan pendidikan Islam secara holistik akan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berintegritas, berakhlak mulia, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
