Gerakan Ayah Mengambil Rapor: Langkah Sederhana dengan Dampak Besar bagi Pendidikan Anak
Guru Menulis | 2025-12-28 21:51:17
Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, bangsa dan negara. Dalam pendidikan, orang tua tidak hanya membiayai pendidikannya tetapi berperan juga dalam pembentukan kepribadian dan peningkatan pembelajaran pada anak disekolah sebagai kunci keberhasilannya dalam mendidik anak.
Dalam Pendidikan anak, bukan hanya ibu yang bertanggung jawab tetapi ayah ikut andil yang berperan sentral dalam mendukung perkembangan intelektual, emosional, dan spiritual anak dimiliki oleh ayah. Namun berdasarkan data Mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret 2024, jumlah anak di Indonesia yang berpotensi fatherless mencapai 15,9 juta jiwa. Sekitar 11,5 juta anak masih tinggal Bersama ayah, namun ayah mereka bekerja lebih dari 60 jam per minggu atau di atas 12 jam per hari.
Kondisi ini berpotensi membuat hubungan emosional dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjadi sangat terbatas. Oleh sebab itu, secara resmi pemerintah meluncurkan pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) melalui Surat Edaran Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nomor: 14 Tahun 2025. GEMAR dilatar belakangi oleh tingginya angka fatherless di Indonesia dan simbol penting bahwa peran ayah tidak hanya dibutuhkan pada urusan finansial.
Menurut M. Fauzan Irwan sebagai Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik dan GEMAR lahir atas kesadaran persepsi bahwa pendampingan pada pendidikan anak sebagai tanggung jawab Ibu. Adapun maksud dari GEMAR bukan untuk mengurangi atau menggantikan peran ibu dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Selain itu, terdapat tujuan utama dari GEMAR yaitu: 1. Dukungan Emosional, Kedekatan emosional dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kenyamanan anak dalam belajar 2. Kolaborasi Pengasuhan, Mengubah budaya pengasuhan dari yang terpusat pada Ibu menjadi lebih kolaboratif dan setara 3. Motivasi belajar, Membantu meningkatkan motivasi dan hasil belajar anak.
GEMAR dianggap sebagai langkah konkrit dari pemerintah untuk mengharmonisasikan peran dari kedua orang tua dalam membangun serta memperkuat ketahanan keluarga yang berkualitas dengan mendorong dan meningkatkan keterlibatan peran aktif ayah dalam pendidikan anak. Kehadiran ayah saat pengambilan rapor memberikan dampak psikologis dan motivasi bagi anak, menumbuhkan rasa dihargai, percaya diri, dan tanggung jawab, serta memperkuat ikatan emosional dan komunikasi antara anak, orang tua, dan sekolah, yang pada akhirnya mendukung prestasi akademik dan karakter untuk anak.
Momen ini menunjukkan bahwa Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya ibu, menjadikannya investasi penting untuk perkembangan bagi anak.KESIMPULAN Fenomena ayah yang meluangkan waktunya untuk mengambil rapot anak ialah bukan sekedar urusan administratif sekolah, melainkan sebuah pernyataan sikap yang mendalam mengenai pola asuh modern. Gerakan ayah mengambil rapot anak adalah Langkah kecil yang berdampak besar bagi Kesehatan mental keluarga. Karena ini bukan tentang siapa yang memegang kertas nilai, tetapi tentang siapa yang hadir untuk mengapresiasi proses tumbuh kembang anak.
Oleh karena itu, dalam setiap fase pertumbuhan anak peran dari kedua orang tua sangatlah penting karena orang tua juga merupakan contoh utama bagi anak yang akan dicontoh, sebagaimana jika orang tua nya memberikan contoh yang baik maka anak tersebut akan tumbuh dengan karakter yang baik juga dan sebaliknya jika orang tua memberikan contoh yang buruk bagi anak maka anak tersebut akan tumbuh dengan karakter yang buruk juga.
Sumber: 1.)https://ejournal.upgrisba.ac.id/index.php/spasial/article/download/4618/pdf 2.)https://dataloka.id/humaniora/5123/jumlah-anak-fatherless-di-indonesia-2024-capai-159-juta-didominasi-provinsi-di-pulau-jawa/ 3.)https://www-detik-com.cdn.ampproject.org/v/s/www.detik.com/hikmah/khazanah/d-8009738/jangan-cuma-ibu-ayah-juga-harus-berperan-dalam-mendidik-anak/amp 4.)https://www.idntimes.com/life/family/apa-itu-gerakan-ayah-mengambil-rapor-00-mm7zv-lzh5jf 5.)https://www.metrotvnews.com/read/N4ECoBdM-gerakan-ayah-ambil-rapor-dorong-perkembangan-mental-dan-pendidikan-anak
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
