Masa Emas Pembentukan Karakter: Perkembangan Emosi dan Sosial Anak pada Usia Sekolah Dasar
Sekolah | 2025-12-26 20:07:36
Pada Sekolah dasar sering dipandang sebagai fase awal anak belajar membaca, menulis, dan berhitung. Namun, di balik itu, masa ini sesungguhnya merupakan periode emas pembentukan karakter. Pada usia inilah perkembangan emosi dan sosial anak mulai menguat dan membentuk cara mereka memahami diri sendiri serta berinteraksi dengan orang lain.
Pada fase ini, anak mulai mengenali berbagai emosi yang muncul dalam keseharian. Mereka belajar memahami rasa senang saat berhasil, kecewa ketika gagal, marah saat keinginannya tidak terpenuhi, hingga takut ketika menghadapi hal baru. Pengalaman emosional tersebut membantu anak mengenali diri sendiri dan belajar mengendalikan perasaan secara bertahap. Kemampuan mengelola emosi sejak dini penting agar anak tidak mudah meledak, mampu menenangkan diri, dan berani mengekspresikan perasaan secara sehat.
Perkembangan sosial anak juga berlangsung signifikan melalui interaksi di lingkungan sekolah. Di kelas dan halaman sekolah, anak belajar bekerja sama, bergiliran, mematuhi aturan, serta menyelesaikan konflik dengan teman sebaya. Dari proses ini, anak memahami bahwa mereka hidup berdampingan dengan orang lain yang memiliki perasaan dan kepentingan berbeda. Nilai empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial mulai tertanam melalui pengalaman langsung, bukan sekadar nasihat.
Peran guru dan orang tua menjadi penentu arah perkembangan tersebut. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam bersikap adil, menghargai perbedaan, dan menyelesaikan masalah dengan cara yang bijak. Sementara itu, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan dukungan emosional di rumah, mendengarkan cerita anak, serta membimbing mereka memahami perasaan dan perilaku sosial sehari-hari.
Di tengah perkembangan teknologi, tantangan baru pun muncul. Penggunaan gawai yang berlebihan dapat mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitar. Jika tidak diimbangi dengan aktivitas sosial yang nyata, anak berisiko mengalami hambatan dalam keterampilan komunikasi dan pengelolaan emosi. Oleh karena itu, pendampingan orang tua dan guru dalam penggunaan teknologi menjadi hal yang krusial.
Masa sekolah dasar bukan hanya tentang pencapaian nilai akademik, tetapi tentang membangun dasar kepribadian anak. Ketika perkembangan emosi dan sosial mendapat perhatian yang seimbang, pendidikan akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan mampu hidup berdampingan secara harmonis. Inilah investasi jangka panjang bagi terbentuknya manusia yang berkarakter di masa depan.
Oleh: Mia Rahmadani dan Triani Rahayu, Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Pamulang
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
