Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ismail Suardi Wekke

Budaya Bersih Jepang: Lebih dari Sekadar Sopan Santun

Teknologi | 2025-08-27 17:12:07

Di balik citra Jepang yang modern dan berteknologi tinggi, terdapat sebuah budaya yang berakar kuat dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari: budaya bersih. Budaya ini tidak hanya terbatas pada kebersihan diri atau rumah, tetapi merasuk hingga ke ruang publik dan bahkan menjadi ciri khas saat mereka berada di luar negeri.

Ini adalah sebuah filosofi yang mengajarkan tanggung jawab dan penghargaan terhadap ruang yang ditempati, meskipun hanya untuk sementara. Diwariskan dari generasi ke generasi. Sehingga kita bisa lihat di Jepang, sekalipun itu saluran air, tetap bisa hidup ikan di aliran airnya.

Berbeda dengan konsep kebersihan di tempat lain yang mungkin lebih berfokus pada estetika atau kesehatan, bagi orang Jepang, kebersihan adalah bentuk respek. Ini adalah cara mereka menunjukkan penghargaan terhadap pemilik tempat, orang lain yang akan menggunakan tempat yang sama, dan bahkan terhadap diri mereka sendiri.

Prinsip ini dikenal dengan istilah o-soji, yang secara harfiah berarti "pembersihan". Namun, maknanya jauh lebih dalam. Ini adalah tindakan membersihkan yang dilakukan dengan kesadaran penuh, bukan sekadar kewajiban.

Salah satu contoh yang dapat dilihat terkait dengan praktik budaya ini adalah saat warga Jepang pindah rumah atau meninggalkan sebuah tempat. Mereka tidak hanya mengemas barang-barang mereka, tetapi juga membersihkan tempat tersebut hingga kembali ke kondisi semula. Dinding diseka, lantai dipel, dan bahkan sudut-sudut yang jarang terlihat pun tidak luput dari perhatian.

Tindakan ini bukan karena paksaan, melainkan sebuah kewajiban moral. Mereka percaya bahwa meninggalkan tempat dalam keadaan bersih adalah cara terbaik untuk berterima kasih atas waktu yang telah mereka habiskan di sana. Ini adalah sebuah bentuk gratitude atau rasa syukur.

Budaya ini juga sangat terlihat di ruang publik seperti sekolah dan kantor. Di banyak sekolah di Jepang, tidak ada petugas kebersihan. Para siswa sendiri yang bertanggung jawab membersihkan kelas, koridor, dan bahkan toilet. Ini bukan sekadar untuk menghemat biaya, tetapi untuk menanamkan tanggung jawab dan kemandirian sejak dini.

Anak-anak belajar bahwa ruang yang mereka gunakan adalah tanggung jawab mereka bersama. Mereka diajarkan untuk merawat dan menghargai lingkungan sekitar mereka. Sekolah dasar, tidak menggaji petugas kebersihan. Sebaliknya, setiap anak bertugas turut membersihkan sesuai dengan jadwal ataupun secara bersama-sama dalam satu waktu tertentu.

Budaya bersih ini juga sejalan dengan ajaran Shinto dan Buddha, di mana kesucian dan kemurnian adalah konsep yang sangat penting. Sekalipun, ada diantara masyarakat Jepang yang tidak mengenal konsep agama. Membersihkan diri dan lingkungan adalah cara untuk membersihkan pikiran dan jiwa. Tindakan membersihkan dianggap sebagai sebuah ritual, sebuah meditasi aktif yang menenangkan.

Ini bukan hanya tentang menghilangkan kotoran fisik, tetapi juga membersihkan energi negatif dan menciptakan ruang yang lebih harmonis. Maka, ketika melihat praktik aktivitas masyarakat Jepang, lebih kepada soal kebersihan yang menjadi pesan moral.

Pemandangan di Stadion Internasional: Membawa Sisi Budaya Jepang ke Panggung Dunia

Kita sudah terbiasa dengan merek-merek Jepang. Bahkan motor disebut honda, pompa air disebut sanyo. Dua diantara ini, menjadi ingatan merek yang sangat kuat. Sehingga kita bahkan menjadikannya sebagai nama yang “generik”. Padahal itu adalah mereka sebuah produk.

Maka, kita telah melihat sisi lain Jepang di perhelatan dunia. Budaya bersih ini tidak hanya terbatas di Jepang. Aksi warga Jepang di luar negeri sering kali menjadi sorotan, terutama di ajang-ajang olahraga internasional.

Pada Piala Dunia Sepakbola di Rusia pada tahun 2018 dan Qatar pada tahun 2022, pemandangan unik dan menginspirasi terlihat di stadion. Setelah pertandingan usai, saat sebagian besar penonton bergegas meninggalkan kursi mereka, para pendukung Jepang tetap tinggal.

Mereka membawa kantong sampah dan mulai membersihkan area tempat mereka duduk. Tidak hanya sampah mereka sendiri, tetapi juga sisa-sisa makanan, botol, dan bungkus yang ditinggalkan oleh penonton dari negara lain. Tindakan ini dilakukan dengan senyap, tanpa mencari perhatian atau pujian. Mereka hanya melakukan apa yang sudah menjadi kebiasaan.

Pemandangan ini menarik perhatian media dan penonton dari seluruh dunia. Tidak sedikit yang mengapresiasi tindakan ini, yang menunjukkan tingkat kedisiplinan dan tanggung jawab mereka terhadap lingkungan.

Para pendukung Jepang ini tidak hanya datang untuk mendukung tim mereka, tetapi juga sebagai duta budaya yang tidak disengaja. Mereka menunjukkan bahwa kebersihan adalah nilai universal yang dapat diterapkan di mana saja.

Tindakan ini juga menjadi pengingat bahwa penghormatan tidak memiliki batas geografis. Mereka menghormati stadion sebagai tempat yang mereka tempati, menghormati negara tuan rumah, dan juga menunjukkan penghargaan kepada pekerja kebersihan yang akan membersihkan stadion setelahnya. Bagi mereka, kebersihan adalah cara untuk menunjukkan rasa terima kasih atas pengalaman yang telah diberikan.

Pemandangan ini membuktikan bahwa budaya bersih Jepang bukan sekadar tradisi lokal. Ini adalah sebuah filosofi hidup yang tertanam kuat dan dibawa ke mana pun mereka pergi. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti tanggung jawab, respek, dan rasa syukur tidak terbatas pada batas-batas negara, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi semua orang.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image