Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ismail Suardi Wekke

SEAAM Bersiap Gelar Islamic Young Scholar Summit di Kuala Terengganu, Ajang Kolaborasi Regional Asia Tenggara

Info Terkini | 2025-08-07 08:50:26
Pertemuan antara SEAAM dengan Homestay Kuala Terengganu (Dok ISW)

Kuala Terengganu, Malaysia - Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) secara resmi mengumumkan akan menyelenggarakan sebuah pertemuan monumental bagi para ilmuwan muda dari seluruh penjuru Asia Tenggara. Pertemuan yang diberi nama Southeast Asia Islamic Young Scholar Summit 2026 ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus 2026 di Kuala Terengganu.

Sebuah kota pesisir yang kaya akan sejarah dan keindahan alam di Malaysia. Acara ini diharapkan menjadi platform utama untuk mendorong inovasi, kolaborasi lintas disiplin, dan pertukaran ide yang akan membentuk masa depan ilmiah di kawasan ini. Direncanakan berlangsung 1-8 Agustus 2026.

Pertemuan ini akan menghadirkan ratusan ilmuwan muda berprestasi, peneliti, serta akademisi dari berbagai negara anggota SEAAM, termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Filipina, dan negara-negara lain di Asia Tenggara. Fokus utama dari acara ini adalah membahas tantangan global, seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, energi terbarukan, dan teknologi kesehatan.

Melalui serangkaian presentasi ilmiah, lokakarya interaktif, dan diskusi panel, para peserta akan didorong untuk berbagi temuan penelitian mereka, membangun jaringan profesional, dan menjajaki peluang kolaborasi untuk menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan konteks regional maupun global.

Penyelenggaraan acara ini disampaikan Ismail Suardi Wekke, seorang pakar di bidang pendidikan dan penelitian yang dikenal luas di kawasan Asia Tenggara. Dalam sebuah pernyataan eksklusif kepada Kata Sulsel, Ismail Suardi Wekke menyoroti pentingnya peran strategis ilmuwan muda dalam menghadapi dinamika zaman yang terus berubah.

"Ilmuwan muda adalah aset terbesar kita," ujar Ismail yang sementara berada di Kuala Terengganu. "Mereka memiliki energi, kreativitas, dan perspektif segar yang sangat dibutuhkan untuk memecahkan masalah-masalah kompleks di dunia saat ini. Pertemuan seperti yang diinisiasi oleh SEAAM ini bukan hanya sekadar forum presentasi, melainkan sebuah laboratorium kolaborasi di mana ide-ide brilian dapat bertemu dan berkembang menjadi inovasi nyata."

Ismail melanjutkan bahwa peran ilmuwan muda tidak hanya terbatas pada penelitian di laboratorium atau di ruang kelas. Menurutnya, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang mereka miliki demi kesejahteraan masyarakat. "Saat ini, tantangan yang kita hadapi tidak bisa diselesaikan secara parsial. Perlu pendekatan multidisiplin. Seorang ilmuwan di bidang biologi bisa bekerja sama dengan ilmuwan komputer untuk mengembangkan solusi pertanian presisi, atau seorang ahli sosial dapat berkolaborasi dengan ahli lingkungan untuk merumuskan kebijakan yang berkelanjutan. Pertemuan ini akan memfasilitasi interaksi seperti itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Ismail Suardi Wekke yang juga merupakan fellow di University of South Wales (Britania Raya) menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara. "Asia Tenggara adalah rumah bagi populasi yang sangat besar dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Namun, kita juga menghadapi tantangan yang serupa. Dengan bersatunya para ilmuwan muda dari berbagai negara, kita dapat berbagi sumber daya, pengalaman, dan pengetahuan untuk menciptakan solusi yang lebih efektif dan efisien. Ini adalah saatnya bagi kita untuk bergerak maju bersama sebagai satu komunitas ilmiah yang solid dan terpadu," tambahnya.

Islamic Young Scholar Summit 2026 yang dihelat oleh SEAAM ini mengusung visi untuk membangun ekosistem penelitian dan inovasi yang kuat dan berkelanjutan di Asia Tenggara. Panitia penyelenggara juga mengonfirmasi bahwa acara ini akan menampilkan serangkaian sesi menarik, termasuk presentasi poster, "pitching" proyek penelitian, serta dialog dengan para tokoh inspiratif dari berbagai sektor.

Pemilihan Kuala Terengganu sebagai lokasi pertemuan juga memiliki makna simbolis. Selain keindahan alamnya yang menawan, seperti pantai-pantai yang memesona dan kepulauan yang indah, Terengganu juga dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu yang kental dan memiliki sejarah panjang dalam bidang ilmu pengetahuan dan perdagangan. Hal ini diharapkan dapat memberikan nuansa unik bagi para peserta, memadukan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal yang kaya.

Panitia berharap para peserta tidak hanya akan mendapatkan wawasan ilmiah baru, tetapi juga dapat merasakan kekayaan budaya dan keramahan masyarakat Terengganu. Berbagai acara tambahan, seperti tur budaya dan kunjungan ke pusat-pusat penelitian lokal, juga akan disiapkan untuk memberikan pengalaman yang holistik dan tak terlupakan.

Meskipun acara ini masih dua tahun lagi, persiapan telah dimulai dengan intensif. Sekretariat SEAAM tengah bekerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga penelitian di Malaysia serta di seluruh Asia Tenggara untuk memastikan kesuksesan acara ini. Salah satu tantangan terbesar adalah kurasi peserta, di mana panitia harus memilih ilmuwan-ilmuwan muda terbaik dari ribuan pendaftar yang diharapkan.

Namun, harapan yang diusung jauh lebih besar. Pertemuan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan kolaborasi jangka pendek, tetapi juga dapat memicu lahirnya inisiatif-inisiatif penelitian bersama yang berkesinambungan. Para ilmuwan muda yang bertemu di Kuala Terengganu pada Agustus 2026 diharapkan dapat menjadi "pemimpin masa depan" yang tidak hanya mahir dalam bidang ilmu masing-masing, tetapi juga memiliki kesadaran global dan semangat kolaborasi yang tinggi.

Young Islamic Scholar Summit 2026 oleh SEAAM diproyeksikan sebagai salah satu acara ilmiah bagi ilmuwan muda di Asia Tenggara pada dekade ini, menandai era baru kolaborasi ilmiah yang kuat dan terintegrasi di kawasan. Dengan dukungan penuh dari perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Barru, dan berbagai pihak lain, pertemuan ini siap menjadi tonggak sejarah baru bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di Asia Tenggara.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Terpopuler di

 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image