Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Andi Maulana

Konferensi KIPI ke-10 Sukses Digelar, PPIA Angkat Isu Kolaborasi Berkelanjutan

Pendidikan dan Literasi | 2025-07-16 01:05:23
Konferensi KIPI ke-10 Sukses Digelar, PPIA Angkat Isu Kolaborasi Berkelanjutan.

Melbourne - Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) sukses menyelenggarakan Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) ke-10 pada 12–13 Juli 2025 di University of Melbourne.

Mengusung tema “Advancing Indonesia–Australia Partnerships: Driving Collaboration, Innovation, and Advocacy for Sustainable Growth”, KIPI 10th menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelajar, akademisi, profesional, dan pembuat kebijakan dari Indonesia dan Australia dalam membangun kerja sama lintas sektor demi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Ketua Pelaksana KIPI 10th, Satutya Wicaksono, menjelaskan bahwa konferensi ini tidak hanya mempertemukan aktor akademik dan profesional, tetapi juga membuka ruang kontribusi nyata bagi pelajar Indonesia dari berbagai disiplin ilmu.

“Selain research abstract, kita membuka policy brief dan hackathon competition untuk menjembatani pelajar dari disiplin sosial-humaniora dan undergraduate studies,” ujar Satutya dalam keterangan yang diterima, Selasa (16/07/2025).

Sementara itu, Direktur Divisi Akademik dan Strategi PPIA, Jonathan H. Haposan, menekankan pentingnya kontribusi pelajar Indonesia dalam menghasilkan gagasan yang berdampak bagi kebijakan publik di tanah air.

“Kami berharap agar KIPI kali ini dapat membuka peluang bagi impactful ideas untuk para pengampu kebijakan di Indonesia. Dan menjadi ajang showcase serta diseminasi research dan policy brief, sekaligus berkontribusi dalam kemitraan jangka panjang Indonesia–Australia,” ungkap Jonathan.

Konferensi ini menampilkan enam sesi pleno utama yang membahas isu-isu strategis lintas sektor, dengan menghadirkan lebih dari 60 pembicara terkemuka, antara lain:

 

  1. Strong Institutions, Security, Laws & International RelationsNadirsyah Hosen (University of Melbourne)Bima Arya S. (Wakil Menteri Dalam Negeri RI)
  2. Nadirsyah Hosen (University of Melbourne)
  3. Bima Arya S. (Wakil Menteri Dalam Negeri RI)
  4. Climate Resilience, Sustainability, Environment & EnergyFendi Liem (SEDAYUSolar)Belle Workman, Tessa D. Toumbourou, Akbar Rhamdhani
  5. Fendi Liem (SEDAYUSolar)
  6. Belle Workman, Tessa D. Toumbourou, Akbar Rhamdhani
  7. Economic Transformation, Business & PolicyArsjad Rasjid (Indika Energy)Farzan Fallahi, Kirsten Martinus, Hayley Winchcombe
  8. Arsjad Rasjid (Indika Energy)
  9. Farzan Fallahi, Kirsten Martinus, Hayley Winchcombe
  10. Health, (Bio)Medicine & WellbeingTiara Marthias, Anthony Sunjaya, Grace Wangge
  11. Tiara Marthias, Anthony Sunjaya, Grace Wangge
  12. Language, Education, Art, Design & CultureYuli Rahmawati, Jemma Purdey, Erwin Renaldi
  13. Yuli Rahmawati, Jemma Purdey, Erwin Renaldi
  14. Emerging Tech, Engineering & Digital InnovationEdwin Sugianto, Misita Anwar, Bintang Ayu N.
  15. Edwin Sugianto, Misita Anwar, Bintang Ayu N.

Acara pembukaan turut dihadiri tokoh-tokoh penting, seperti Wildan Ali (Presiden PPIA), Wesley (Deputy Vice-Chancellor University of Melbourne), Siswo Pramono (Dubes RI untuk Australia dan Vanuatu), Rod Brazier (Dubes Australia untuk Indonesia), Luke Gosling (Anggota Parlemen Australia), serta Hanung Nugraha S. (Pelaksana Tugas Konsul Jenderal RI di Melbourne).

Dengan estimasi kehadiran lebih dari 400 peserta, baik secara luring maupun daring, KIPI 10th diproyeksikan menjadi salah satu konferensi pelajar Indonesia paling berpengaruh sepanjang sejarah penyelenggaraannya. Seluruh abstrak yang dipresentasikan akan diterbitkan dalam prosiding resmi terdaftar, sebagai bentuk diseminasi dan pelestarian gagasan-gagasan inovatif yang lahir dari forum ini.

PPIA mengundang seluruh pelajar, peneliti, pendidik, dan agen perubahan baik dari Indonesia maupun mancanegara—untuk turut terlibat dalam KIPI 10th sebagai pemapar, peserta aktif, maupun pembelajar. Konferensi ini menjadi bukti nyata bahwa ide-ide besar pelajar Indonesia mampu melampaui sekat-sekat kebangsaan dan berkontribusi dalam kemitraan global untuk masa depan yang berkelanjutan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Terpopuler di

 

Tulisan Terpilih


Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image