Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Anggi Ayu Wijayanti

Belt and Road Initiative sebagai Jalan Baru Menuju Konektivitas Global

Politik | 2025-06-11 15:07:34

Program kerja sama internasional Belt and Road Initiative (BRI) terus menunjukkan kontribusi positif dalam membangun konektivitas global yang inklusif. Diluncurkan oleh Tiongkok pada tahun 2013, inisiatif ini berhasil membuka peluang pembangunan infrastruktur, memperkuat kerja sama ekonomi, dan meningkatkan integrasi regional di berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara.

Melalui BRI, berbagai negara kini memiliki akses terhadap pembiayaan proyek strategis, seperti pembangunan pelabuhan, jalur kereta api, jalan tol, dan kawasan industri. Di Indonesia, proyek seperti Kereta Cepat Jakarta–Bandung menjadi simbol nyata bagaimana kerja sama internasional dapat mendorong percepatan pembangunan dan modernisasi transportasi publik.

Lebih dari sekadar infrastruktur, BRI juga menjadi jembatan untuk pertukaran teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai pelatihan, beasiswa, dan program pertukaran budaya menjadi bagian penting dari pendekatan people-to-people connectivity yang ditawarkan BRI.

Di tengah tantangan global yang makin kompleks, kehadiran BRI menjadi salah satu upaya kolektif untuk menciptakan masa depan yang saling terhubung, saling menguntungkan, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Negara-negara mitra pun mendapatkan ruang lebih besar untuk memperkuat posisi mereka dalam rantai nilai global dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Dengan semangat kolaborasi dan saling percaya, BRI tidak hanya membangun jalan dan pelabuhan, tetapi juga membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.

Anggi Ayu Wijayanti, mahasiswa program studi Hubungan Internasional UNS.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image