Membangun Minat Baca melalui Taman Pustaka Kota Bandung

Image
Hery Wibowo
Eduaksi | Thursday, 03 Mar 2022, 10:17 WIB

Pada hari Minggu, 14 November 2021 telah diresmikan Taman Pustaka JAS SAE Bandung dengan harapan dapat menjadi "penghubung" ruang aksi dan kreativitas mahasiswa maupun masyarakat umum untuk meningkatkan wawasan, ilmu, dan kebersamaan. Taman Pustaka ini berlokasi di terminal angkotan kota, sebelah Selatan Stasiun Bandung Kota Bandung. Adapun lokasi fisik dari Taman Pustaka ini adalah bekas bangunan penyimpanan air Jaman Belanda yang terletak membentang dari Stasiun kereta api, mengarah ke pertokoan Pasar Baru Kota Bandung. Lokasi ini sangat berdekatan dengan perumahan pada penduduk. Sehingga setiap pagi dan sore merupakan lahan bermain anak-anak. Secara ekologis, ranah terminal ini, bukan ruang yang sangat kondusif untuk tumbuh kembang anak secara optimal mengingat riuh rendahnya kegiatan, ramainya orang lalu Lalang, kepadatan kendaraan yang mengakibatkan polusi udara dan lain-lain. Sehingga kehadiran taman pustaka (tepat ditengah terminal ankutan kota) ini diharapkan dapat memberikan oase baru dan ranah privat bagi anak-anak untuk belajar, khususnya beraktivitas membaca buku-buku yang positif. Kegiatan Peresmian / Launching Taman Pustaka JAS SAE Bandung ini diresmikan langsung oleh Bapak Dr. Elih Sudiapermana, M.Pd dengan sambutan oleh Pak Anna selaku Ketua Yayasan Wahana Karya Bhakti Pertiwi, Ketua PGRI Kota Bandung, dan Kepala Departemen Pendidikan Masyarakat UPI dan dihadiri secara luring oleh 70 orang dan 50 melalui Zoom Meeting.

Selanjutnya sebagai tindak lanjut dari upaya membangun literasi baca warga kota Bandung pada umumya dan anak-anak warga sekitar pada khususnya, dilakukan program pemasaran sosial untuk membangun minat membaca buku. Program yang dibangun berusaha menyentuh 3 dimensi utama dalam pembelajaran, yaitu dimensi kognitif (pemahaman tentangn pentingnya membaca buku), dimensi afektif (kesenangan membaca buku) dan dimensi psikomotorik (aktivitas membaca buku, baik secara individu maupun bersama-sama). Selanjutnya program dibangun dengan memperhatikan konsep 4 P dari teori pemasaran sosial (Kotler, Roberto, & Lee, 2002)

1. Product (Produk). Pada konteks ini adalah upaya membangun minat dan atau kesenangan membaca, dan mempersering melakukan perilaku membaca buku (meningkatkan frekuensi perilaku membaca buku).

2. Price (Harga). Pada aksi ini harga/pengorbanan yang ditawarkan adalah bahwa membaca buku merupakan praktik yang sangat positif dan dapat menambah wawasan serta ilmu pengetahuan. Anak-anak diajak untuk mengenal beragam buku yang telah tersedia dalam ruang baca di sekitar rumah tinggal mereka, dan diyakinkan bahwa aktivitas membaca buku banyak manfaatnya

3. Place (Lokasi) atau lokasi secara umum diartikan sebagai adalah terkait tempat (where) dan waktu (when) target sasaran akan mempraktikan perilaku yang ditargetkan, mendapatkan objek-objek yang tidak terlihat dan menerima layanan yang relevan (Kotler, Roberto, & Lee, 2002). Maka pada program ini, lokasinya adalah di Taman Pustaka kota Bandung, dengan jam buka dari pukul 07.00-18.00.

4. Promotion (Promosi). Proses persuasif yang dilakukan adalah dengan menggabungkan aktivitas ceramah pentingnya membaca dengan sejumlah aktivitas permainan dan juga yel-yel yang menyenangkan. Selanjutnya juga dibangun aktivitas membaca bersama yang diakhiri dengan pembagian hadiah bagi yang bersemangat.

Sejumlah aktivitas kemudian dibangun untuk menyukseskan gerakan ini antara lain:

1. Menyusun dua kombinasi catatan komitmen membaca buku, yaitu melalui buku catatan dan juga lembar bergambar yang lebih praktis untuk ditempelkan di dinding kamar.

2. Membangun slogan dan ‘yel-yel’ bersama yang mudah diingat untuk terus memasukkan program membaca buku ini ke alam bawah sadar. Adapun yel-yel yang diterapkan adalah “Program Positif-Hayu Maca Buku” disertai gerakan tangan seperti memperagakan membaca buku. Hal ini dimaksudkan untuk membantu anak-anak mengingat pentingnya rajin membaca buku.

3. Pembuatan 3 poster untuk ditempelkan di ruang-ruang baca Sanggar Waringin, dengan tujuan untuk terus mensosialisasikan ajakan membaca buku. Hal ini mengingat bahwa ruang baca yang ada memang ditujukan juga untuk masyarakat umum, selain secara khusus adalah untuk anak-naka binaan. Adapum ketiga tulisan dalam poster tersebut adalah:

a. Membaca adalah jendela dunia

b. Update pengetahuanmu dengan banyak membaca buku bermanfaat

c. Melalui belajar dan rajin membaca, peluang kesuseksan datang merapat

Semoga semakin banyak generasi muda dengan kepedulian dan empati sosial tinggi, yang ingin bergabung dalam gerakan ini. Beragam kontribusi dapat diwujudkan antara lain dengan menyumbangkan buku-buku yang sudah tidak digunakan di Taman Pustaka Stasiun Bandung ini.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Mewujudkan Pemuda Islam yang Kuat dan Tangguh

Image

Mahsa Amini, Perempuan dan Islam

Image

PK Bapas Purwokerto Tindaklanjuti Usulan Pembebasan Bersyarat

Image

Pastikan Kondisi Aman, Petugas Rutan Jepara Rutin Lakukan Trolling

Image

Pembayaran Pajak Sarang Burung Walet Menuai Pro dan Kontra

Image

Mengenal Apa Itu Delik Pers. Apakah Hanya Berkutat Pada Kesalahan Pers?

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image