Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Imron Atma Wijaya

Mencintai Tanpa Dicintai

Agama | Sunday, 27 Feb 2022, 18:45 WIB

Setiap manusia pasti memiliki yang namanya rasa kasih sayang. Perasaan tersebut muncul karena ada faktor ketertarikan yang membuat manusia memiliki rasa kasih sayang. Rasa kasih sayang tersebut juga bisa disebut denga kata CINTA.

Kata cinta tentu tidak asing lagi terdengar di telinga kalangan manusia. Mereka beranggapan bahwa terbitnya sebuah kebahagiaan karena adanya sebuah rasa cinta. Ya memang benar, kalau cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan. Namun bagaimana dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan? Cinta hanya sepihak, tanpa adanyap balasan dari orang yang kita cintai.

Ada sebuah kata-kata bijak tentang cinta mengatakan “Cintai orang yang mencintaimu, untuk mengerti akan indahnya ketulusan hidup dari kasih sayang.” Dari quotes tersebut menggambarkan bahwa ketika dua insan saling mencintai maka akan timbul yang namanya sebuah kebahagian di dalam kehidupan mereka.

Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita untuk mencintai orang yang mencintai kita, guna mendapatkan yang namanya sebuah kebahagian. Siapa orang yang sudah mencintai kita bahkan jauh sebelum kita hadir di muka bumi ini? Dialah kekasih Allah SWT. yaitu baginda nabi Muhammad SAW..

Sesosok nabi yang begitu tulus mencintai umatnya, seorang rasulullah yang sangat perhatian terhadap umatnya, terbukti diakhir hayatnya beliau masih sempat mengucapkan umatku .umatku . Subhanallah betapa cintanya nabi Muhammad terhadap umatnya.

Sebagai umatnya sudah seharusnya kita membalas cinta beliau agar kita mendapatkan kebahagiaan dalam hidup kita. Cinta, kata Imam Syafi’i, menggiring orang untuk mengikuti apapun titah sang kekasih. Innal muhibbi lima yuhibbuhi muthi’. Cinta itu akan lebih berharga dan berarti, kata Syekh Husain bin Qasim al-Qathis, bila ditujukan kepada Rasulullah.

Untuk membalas cintanya Rasulullah adalah dengan mengikuti dan meneladani sunnah-sunnahnya dan memperbanyak sholawat kepada nabi Muhammad SAW.. “Diriwayatkan dari Anas ra., dari Rasulullah SAW., bahwa beliau mengatakan: barang siapa mencintai sunnahku maka sungguh ia telah mencintai aku, maka ia bersama ku di surga.” Hadis tersebut menunjukkan pada kita bahwa dengan mencintai Nabi Muhammad SAW. maka kita akan mendapatkan kebahagian akhirat yaitu bersama beliau di surganya Allah SWT..

Tidak hanya di akhirat, di dunia kita juga akan mendapatkan kebahagiaan jika kita mencinta Nabi Muhammad SAW.. Ketika manusia menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam hidupnya, maka dia akan bisa menghadapi permasalahan-permasalahan hidupnya. Karena hakikatnya kebahagian tidak hanya datang ketika kita berhadapan dengan suasana gembira, melainkan juga akan kita dapatkan ketika kita bisa melewati ujian-ujian dalam hidup.

Sebagai manusia ciptaan Allah tentu kita semua menginginkan yang namanya kehidupan yang bahagia. Sebagaimana pernyataan diatas bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan dunia akhirat kita harus mencintai Nabi Muhammad SAW.. Bukan hanya sekedar ungkapan kata-kata bahwa aku mencintai Rasulullah, tetapi juga harus diwujudkan dalam bentuk sikap dan perbuatan yang menunujukkan cinta kepada Nabi Muhammad SAW..

Namun realitanya kita bisa menilai sendiri bagaimana keadaan umat Nabi Muhammad SAW. di zaman sekarang, di era digital ini. Ketika ditanya tanggal lahir rasululullah belum kebanyakan diantara kita yang bisa menjawabnya. Mengapa itu bisa terjadi, karena kita terlalu sibuk mengidolakan manusia yang seharusnya tidak patut untuk menjadi suri tauladan bagi kita. Padahal sudah sangat jelas diterangkan didalam sebuah Al-Qur’an, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (Q.S. Al-Ahzab:21)

Mulai dari sekarang sebelum terlambat marilah sama-sama kita menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan bagi kita. Marilah kita balas cinta Nabi Muhammad SAW. dengan mengerjakan sunnah-sunnah beliau. Bukankan kita semua ingin mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat? MAKA CINTAILAH RASULULLAH SAW..

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image