STAIL dan Kaderisasi Penulis

Image
Robin sah
Eduaksi | Tuesday, 22 Feb 2022, 22:21 WIB

Seketika, sosok mahasiswa semester atas itu menjadi buah bibir, di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Luqman al-Hakim (STAIL) Surabaya. Pasalnya, karya tulisnya mampu menembus salah satu koran ternama di Jawa Timur.

Tahun itu (kisaran tahun 2007), media cetak seperti koran, majalah, dan tabloid masih 'bertengger di atas daun.' Tak ayal, karya tulis yang mampu menembus terasa sangat spesial. Sebab, pada zaman itu, memang bukan jalur mudah bisa menembus 'dapur' redaksi. Apalagi bila status masih sebagai mahasiswa.

Bertepatan, dosen yang memgampu mata kuliah jurnalistik, adalah sosok penulis profesional di berbagai media massa. Dalam setiap tatap muka, beliau terus membina bibit muda agar bisa menjadi penulis profesional. Standar tulisan yang ditetapkan jelas; standar media.

Motivasi agar mahasiswa produktif menulis selalu digemakan. Tak jarang, beliau membawa karya-karya terbaru yang terbit di koran ataupun buletin mingguan, agar mahasiswa termotivasi. Dengan cara itu, seakan beliau ingin berpesan;

"Ayo, semangat menulis. Kalian masih sangat muda. Saya pun terus menulis. Tak sekedar berteori!"

Lalu bagaimana hasilnya?

Luar biasa. Tidak sedikit mahasiswa binaan beliau yang sukses. Ada yang menjadi wartawan di media massa Islam. Dan bahkan ada pula yang telah menjadi penulis buku. Karya-karyanya diterbitkan penerbit ternama dan dijual di toko-toko buku besar di seluruh Indonesia.

Kaderisasi Berlanjut....

Tahun demi tahun berlalu. Dosen pengampu mata kuliah jurnalistik di STAIL pun beberapa kali berganti. Namun ternyata, motivasi untuk melahirkan penulis-penulis profesional terus menyala di kampus. Baik dari dosen maupun mahasiswa.

Bahkan, gerakannya kini semakin terorganisir, dengan dibentuknya organisasi-organisasi kepenulisan. Pernah mengatasnamakan Asosiasi Penulis Islam (API), PENSIL. Terbaru, menamakan diri Komunitas Penulis Anti Hoaks (KOMPAS) STAIL.

Sudah menjadi sunnatullah, langkah mewujudkan satu visi tidaklah mudah. Penuh onak dan duri. Apapun itu. Termasuk dalam hal tulis menulis. Tapi ketika melihat semangat mahasiswa, wabil khusus yang terhimpun dalam KOMPAS STAIL, nampak napas kaderisasi penulis di kampus yang berada di lingkungan pesantren ini masih akan panjang.

Harapannya. Melalui karya-karya tulis yang dibuat, sedikit banyak memberi sumbangsih dalam mencerdaskan anak bangsa. Teruslah semangat menulis kawan-kawan mahasiswa STAIL. Karena seperti kata ustadz Abdul Shomad (UAS); "Menulislah, agar generasi masa depan mengetahui engkau pernah hidup di masa lalu."

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Gakkum KLHK Bongkar Sindikat Perdagangan 4.228 Ekor Burung Ilegal

Image

Cerita Daud Rupang Mahasiswa KKN UNAMIN Kampung Jeflio, Upacara 17 Agustus di Tengah Laut!

Image

Lapas Kelas IIA Permisan Menerima Kunjungan Dari BSI Dynamix

Image

Intip Keseruan Latihan PBB WBP Lapas Perempuan Dengan Anggota Kodim 0418 Tingkatkan Kedisiplinan

Image

Jatuh Bangun, Lapas Perempuan Palembang Ikuti Lomba Panjat Pinang dan Balap Karung

Image

Merdeka itu Batu Bata

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image