Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Hasan Albana

Refleksi Ramadhan 2025: Sayonara Ramadhan

Agama | 2025-03-30 07:38:15
foto: Republika

Hasan Albana, M.Pd, Kepala Madin Cut Nyak Din Malang

Alangkah indahnya, kita melakukan muhasabah, refleksi diri, tentang ibadah puasa yang kemarin telah kita lakukan hingga penghujung bulan Ramadhan tahun ini. Jangan sampai ada terbesit dalam hati kita, merasa paling suci, merasa paling sholeh/sholehah, merasa paling baik amalannya, ujub, sombong, dsb.

Rasulullah pernah berkisah tentang dua bersaudara dari kalangan bani israil yang saling mencintai . yang satu sering berbuat dosa, sementara yang satu lagi sebaliknya sangat tekun beribadah, ahli ibadah. yang ahli ibadah, tidak henti hentinya menyaksikan saudaranya tersebut berbuat maksiat. Hingga lisannya pun tak tahan untuk menegur, “berhentilah”, sergahnya kepada ahli maksiat. Teguran seolah hanya masuk telinga kanan dan keluar lagi. Perbuatan dosa berlanjut, sekali lagi tidak luput dari mata saudaranya yang ahli ibadah, “berhentilah’!!!. Sergahnya kembali.

Si pendosa ahli maksiat lantas berucap, “tinggalkan aku bersama Tuhanku, apakah kau diutus untuk mengawasiku?, kata si pendosa dengan sangat tegas. Mendengar jawaban tersebut, ahli ibadah pun balik membalasnya dengan kata kata yang lebih tegas lagi. “demi Allah, demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu, Allah tidak akan memasukkanmu ke Surganya.

Drama Cerita ini tertuang dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad. Diujung hadits tersebut melanjutkan, tatkala keduanya meninggal dunia. Keduanya pun dikumpulkan di hadapan Allah Swt,, kepada yang sungguh2 beribadah ,Allah mengatakan kepada ahli ibadah. Apakah kamu merasa tahu dari pada aku? Ahli ibadahpun tidak bisa menjawab.

Kedua, apakah kamu sanggup mengubah takdir yang ada dalam genggamanKu?. Ahli ibadahpun tidak bisa menjawab, hingga drama keduanya pun berlanjut dengan akhir yang mengejutkan, “pergi dan masuklah ke surga dengan rahmatKu, kata Allah kepada si pendosa. Sementara kepada ahli ibadah, Allah mengatakan, wahai malaikat, giringlah ia menuju neraka

Mengapa Allah memasukkannya kedalam neraka?mengapa Allah memasukkan ahli ibadah ke neraka?

1. Hamba yang merasa ahli ibadah, telah berani mendahului keputusan Allah dan RasulNya dalam masalah agama. Rasul mengatakan laa khiyaroh, tidak ada pilihan, bila Allah dan Rasulnya membuat keputusan maka sami’na wa atho’na. Allah dan Rasul belum memutuskan, maka seorang hamba tidak berhak untuk memutuskan terlebih dahulu, sehingga di akhirat si ahli ibadah menyesalinya.

Dia mengira setelah kematianya ia akan masuk surga, karena ia telah berbuat amal amalyang banyak,, ternyata ia malah masuk neraka, karena ia telah mendustai ayat Allah Al Hujurat ayat 1.

Wahai orang yang beriman, janganlah kamu mendahuli Allah dan Rasulnya, dan bertaqwalah kepada Allah.

2. Temannya yang ahli ibadah ini, memutskan perkara agama dasarnya adalah prasangka.

Dasarnya adalah menyangka, berprasangka kepada saudaranya yang kurang baik.Y’aa ayyuhalladzina aamanujtanibu katsiraminadzonnn’. Wahai orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka buruk (kecurigaan) karena sebagian dari prasangka buruk itu dosa. Kenapa tidak boleh berprasangka? Karena kebenaran hanya dari Allah, Dalam QS, Alkahfi dikatakan kulil haqi mirrobikum

Sehingga bila menggunakan dasar prasangka, padahal prasangka adlaah dosa, seolah olah ia menjadi tuhan baru, dan jatuh pada perkara ujub yang berbahaya. Dalam surat lain disampaikan azzumar, jug aal hujurat, bahwa prasangka itu tidak berguna sedikitpun untuk mencapai kebenaran

Apa dampak dari mendustai ayat Allah tsb? disampaikan dalam al kahfi 103-104

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِٱلْأَخْسَرِينَ أَعْمَٰلًا

Katakanlah (Muhammad) apakah perlu kami beritahukan kepadamu tentang orang yang paling merugi perbuatannya?

ٱلَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا

Yaitu, orang yang sia sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka menyangka telah berbuat sebaik baiknya

Mereka itu adalah orang yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan tidak percaya terhadap pertemuan denganNya, maka hapuslah amal-anal mereka, dan kami tidak memberikan penimbangan terhadap amal mereka di hari kiamat.

Kemudian, mengapa ahli maksiat masuk ke surga?

1. Karena Rahmat Allah, ia dimasukkan ke surga karena Allah yang berhak atas kehendak tersebut, sehingga seolah –olah menyapaikan kepada kita bahwa hanya Allah yang sanggup memberikan pengampunan dan rahmatnya kepada siapapun.

‘Karena rahmatKu dia masuk surga, kata Allah..’

2. Karena ahli maksiat masih mengakui Allah, dalam kalimatnya di hadits terdahulu ia mengatakan, “jangan hiraukan aku, seolah olah kamu diutus untuk engawasi aku, terserah Allah mau melakukan apapun kepadaku, sehingga di akhir kita puasa ini, menjadi bahan refleksi bagi kita semua, jangan sampai kita yang sudah taraweh merasa paling sholeh, jangan smpai ada yang puasa sedangkan yang lain tidak puasa merasa paling berhak masuk surga, jangan sampai kita yang sedekah yang lain tidak sedekah merasa paling sholeh dsb.

Ada orang yang beramal sholeh dari awal hinga akhir. tinggal sejengkal ajalnya tiba dan ia pasti masuk surga, ternyata di akhir ajalnya melakukan amalan neraka, fahuwa finnar, kenapa? Karena mendustai Allah.

Dikelanjutan haditsnya disampaikan bahwa, ada orang yang melakukan keburuikan secara istiqomah dan diakhir ajal tiba ia mealkukan amal sholeh, fahuwa fil jannah

Sebagai contoh seorang pelacur yang memberi minum anjing, dalam hadits qudsi, kebaikan diujung hayatnya itu diterima Allah dan dimasukkan ke surga

Melihat kondisi sperti ini, mari kita refleksi diri kita, dan istiqomah berbuat amal ibadah sebaik mungkin, dan hindari ujub, dan insyAllah ketika kita istiqomah beribadah seperti ini, seseorang akan mati sesuai dengan kebiasaanya, bilamana kita biasa amal shaoleh, ibadah baik, maka Allah akan memanggil kita sesuai dengan kebiasaannya

Semoga refelksi kita di bulan puasa ini menjadi penyemangat kita untuk melanjutkan sisa bulan ramadhan ini dengan sebaik baiknya, dan hanya berharap ridho Allah Swt

. Kita luruskan niat, kita optmalkan peluang peluang yang ada. Kita minta surganya senantiasa berdoa allahumma inna nasalukal jannah

Andai ini ramadhan terakhir kita. Kita sampaikan kepada jasad ini, untukmu wahai jasadku yang akan berlalu pergi. Allah menjanjikan kepadamu sebuah kematian yang pasti. siapapun diantara kita pasti mati dan datangnya pasti. Tidak ada seorang pun yang dapat melawan kehendak takdir tersebut. Semua telah terprogram dalam mega server di lauhil mahfuz, semenjak usia 120 hari dalam Rahim ibu kita, telah dicatatkan ajal kita. Hari, tanggal, menit, dan detiknya telah ada, tidak bisa maju tidak bisa mundur. Andai kita tahu ini Ramadhan terakhir kita, tentu siangnya akan sibuk berdzikir, Melagukan syair rindu, mendayu merayu kepada Allah. Andai kita tahu ini ramadhan terakhir kita

Tentu kita tidak akan menunda nunda shalat, Shalat yg dikerjakan sungguh khusyuk, juga tawadhu’, Tubuh dan qolbu bersatu menghamba diri mengharap Ilahi, Menangisi kecurangan janji, menangisi kesalahan kesalah yang telah diperbuat, Inna sholati wanusuki wamahyaya wamamati, lillhirabbil ‘alamin. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, matiku, kuserahkan kepada Allah Tuhan seluruh alam. Andai kita tahu ini ramadhan terakhir kita

Tentu setiap detik episode hidup tidak akan rela dibiarkan sia sia berlalu, Tentu malam malam akan kisa sibukkan dengan bertahajud, bertaubat, Mengadu, merintih, meminta belas kasihNya

Duhai Allah kami tak layak ke surgamu

Namun, kami juga tak akan sanggup ke nerakamu

Karena itu duhai ilahi, kasihanilah hambamu ini

Andai kita tahu ini ramadhan terakhir kita

Tentu kita tidak akan melupakan mereka-mereka yang tersayang, kita akan berupaya membahagiakannya sebaik mungkin, orang tua kita, anak anak kita,guru guru kita, teman teman seperjuangan kita.

Andai ada salah kepada mereka mereka,

Sebelum ajal ini menjemput, tak akan rela sebelum kita mendapatkan pintu maafnya

Mari kita manfaatkan sisa bulan ramadhan ini sebaik mungkin

Namun, kebanyakan diantara kita , tidak mengetahui, apakah Ramadhan ini merupakan yang terakhir atau bukan. Bersedihlah saudaraku, andai amalan kita sampai detik ini hanya biasa biasa saja

Menangislah, tak lama lagi ramadhan akan meninggalkan kita

Semoga dengan kesedihan dan tangisan kita, Allah berkenan memberkahi usia kita, mengampuni dosa kita. Dan mempertemukan kita kembali dengan Ramadhan yang mulia

Andai benar ini ramadhan terakhir kita

Bersegera kita memonhon ampun atas dosa dosa kita kepada Allah

Andai benar ini ramadhan terakhir kita

Bersegera meminta maaf dan memaafkan diantara kita semua..

Mohon maafkan kesalahan yang pernah lakukan .

Astagfirullah .

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image