
Mengenal Ketua PCNA Umbulharjo tahun 90an yang Kini Pimpin Dinas PU dan Permukiman Kota Yogyakarta
Sinau | 2025-03-01 08:48:05Yogyakarta – Jejak kepemimpinan Ibu Umi Akhsanti, S.T., M.T., telah terukir sejak masa mudanya. Sebagai mantan Ketua Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Umbulharjo pada era 1990-an, kini beliau mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta.

Lahir dan tumbuh dalam lingkungan keluarga Muhammadiyah, Ibu Umi Akhsanti telah terbiasa dengan nilai-nilai organisasi sejak dini. Melihat kedua orang tuanya yang aktif di Muhammadiyah, beliau termotivasi untuk mengikuti jejak mereka. Aktif berorganisasi di PCNA Umbulharjo dimulai saat beliau menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Menjabat Ketua PCNA Umbulharjo periode 1995-1998 Beliau mengawali pendidikannya SD Muhammadiyah Sokonandi, SMP N 5 Yogyakarta, SMA N 1 Yogyakarta dan Mengambil Kuliah Jurusan Arsitektur di Universitas Gajah Mada.
"Pengalaman berorganisasi di masa muda sangat membentuk karakter dan kepemimpinan saya bahkan sampai kita bekerja sekarang" ungkap Ibu Umi Akhsanti.
Beliau mengenang perjuangan di masa lalu, ketika mengundang anggota untuk menghadiri rapat bukan hal yang mudah. Tanpa adanya telepon genggam, undangan harus diantarkan langsung dari rumah ke rumah. Bahkan harus terbiasa dan mampu untuk menghadapi kegagalan. beliau bercerita bahwa salah satu kegagalan yang dihadapinya yaitu saat mengadakan Seminar, yang mana saat itu pembicaranya pak Irul namun ternyata peserta yang hadir tidak sampai sepuluh orang. jika kita tidak siap dengan yang namanya kegagalan maka bisa jadi kita tidak mau mengadakan seminar lagi. Hal ini menjadi kenangan tersendiri yang membekas dalam ingatannya.
"Mengelola organisasi di masa itu melatih kesabaran, ketekunan, dan kemampuan berkomunikasi yang efektif," ujarnya.
Ibu Umi Akhsanti menekankan bahwa pengalaman berorganisasi memberikan pelajaran berharga yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Salah satunya adalah kemampuan manajemen, termasuk manajemen waktu yang baik.
"Orang yang terbiasa berorganisasi akan lebih sukses, tidak hanya dalam hal materi, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan. Tentu saja, ada konsekuensi yang harus dihadapi, tetapi manfaatnya jauh lebih besar," tuturnya.
Beliau menambahkan bahwa Muhammadiyah sejak dulu tidak menekankan pada materi, tetapi lebih pada memberi kontribusi. Prinsip ini terus beliau pegang teguh dalam menjalankan amanah saat ini di Dinas PU dan Pemukiman Kota Yogyakarta.
"Ketika kita diberi amanah, yakinlah bahwa Allah telah menempatkan kita di tempat yang tepat. Oleh karena itu, berjuanglah untuk menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Jika kita menolak amanah dan diberikan kepada orang yang tidak tepat, kita nanti yang akan berdosa," tegasnya.

Motivasi dari Ibu Umi Akhsanti ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda, terutama mereka yang aktif di organisasi dan berani masuk di lingkungan pemerintahan dan berpolitik. Beliau membuktikan bahwa pengalaman berorganisasi di masa muda dapat menjadi modal berharga dalam meraih kesuksesan di masa depan. [AF & IH]
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook