Ramadhan di Bawah Langit Gaza: Rakyat Gaza Masih Menderita dari Penjajahan
Agama | 2025-02-28 16:59:49
Kondisi gaza saat ini tak beranjak dari keterpurukan dan kesedihan. Padahal Ramadhan dan hari kemenangan di depan mata. Pengkhianatan Zionis atas perjanjian gencatan senjata terus terjadi. Semua ini terjadi karena umat Islam tidak memiliki pelindung atau junnah. Sementara itu, para penguasa negeri muslim cenderung diam dan menjadi ‘pelindung’ Zionis.
Di tengah kondisi memprihatinkan tersebut, ironisnya Donald Trump mengusulkan relokasi warga Palestina dari Gaza, memicu penolakan keras dari negara-negara Arab. Sebagai alternatif, Mesir dan negara-negara Arab lainnya merancang rencana rekonstruksi Gaza tanpa melibatkan Hamas, dengan fokus pada pembersihan puing-puing, pembangunan kembali, dan pembentukan pemerintahan pasca-perang. Rencana ini akan dibahas lebih lanjut dengan Amerika Serikat, dan menjadi agenda utama KTT darurat Arab di Mesir. (https://www.bbc.com 20/02/2025)
Namun disaat yang sama negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, Mesir, dan Yordania, bersatu menolak usulan Trump yang ingin mencaplok Gaza dan memindahkan penduduknya. Mereka menganggap usulan ini sebagai penghinaan dan ancaman terhadap isu Palestina. Rencana rekonstruksi Gaza yang dipimpin Mesir akan dilakukan dalam tiga tahap selama tiga hingga lima tahun, dengan perkiraan biaya lebih dari US$53 miliar. Pertemuan para pemimpin Arab di Arab Saudi menekankan pentingnya persatuan dalam menghadapi usulan Trump, dan rencana Mesir akan menjadi fokus utama dalam KTT darurat mendatang. (https://www.bbc.com 20/02/2025)
Meskipun Mesir bersama Negara Arab menolak usulan Trump, dengan memberikan solusi rekonstruksi Gaza. Umat Islam harus menyadari kebutuhannya terhadap pemimpin Islam yang kuat, untuk melawan dan mengusir penjajah dari Palestina. Pemimpin Islam ini akan menjadi pelindung saudara seiman yang sedang dijajah.
Untuk mempunyai pelindung yang kuat diperlukan khilafah, Khilaf4h adalah institusi yang menyatukan seluruh komponen kekuatan umat, termasuk kekuatan tentara yang hebat. Hingga Khilafah Islam akan menjadi sebuah kekuatan politik adidaya yang ditakuti oleh musuh-musuh Islam. Tentara yang kuat yang dihimpun oleh Negara adidaya Islam ini lah yang akan memberikan bantuan untuk penduduk Gaza.
Untuk mewujudkan kekuatan instistusi Islam di bawah naungan Khilaf4h, dibutuhkan upaya dakwah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Beliau mendakwahi penduduk Makkah dengan Islam dan Iman. Menguatkan pemahaman halal haram pada semua interaksi masyarakat. Hingga dakwah disambut oleh penduduk Madinah yang siap menegakkan seluruh hukum Allah swt. Hingga selanjutnya menjadi Negara super power yang disegani dengan kekuatan tentara yang siap membebaskan kezaliman penjajahan.
Dulu, Khilafah Islam pernah berhasil membebaskan Yerusalem (Baitulmaqdis) dan wilayah sekitarnya dari penjajahan Romawi. Khalifah Umar mengirim pasukan yang dipimpin oleh para panglima hebat seperti Khalid bin Walid untuk membebaskan Palestina. Begitu juga, Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi pernah membebaskan Yerusalem dari pasukan salib.
Sayangnya, pemimpin-pemimpin Islam saat ini tidak seperti Khalifah Umar atau Sultan Shalahuddin. Mereka tidak berani melawan penjajah. Mereka malah mendukung musuh yang berpura-pura mencari perdamaian. Mereka lupa bahwa Islam melarang perdamaian dengan musuh yang merampas tanah dan membunuh saudara-saudara seiman.
Tapi, sesuai janji Allah, Khilafah Islam akan kembali dalam waktu dekat. Nabi Muhammad SAW juga pernah meramalkan bahwa Yerusalem dan Palestina akan bersinar di bawah Khilafah. Sedangkan Israel akan mengalami kekalahan yang hina. Sekarang, kita dihadapkan pada pilihan: mendukung musuh dan menghalangi kebangkitan Khilafah, atau menjadi penonton saja. Pilihan terbaik adalah ikut berjuang untuk menegakkan Khilafah. Tapi, terlepas dari pilihan kita, perjuangan ini akan terus berlanjut dan kemenangan pasti akan datang.
Rasulullah saw. bersabda, “Tidak akan tiba Hari Kiamat hingga kaum muslim memerangi orang-orang Yahudi dan membunuh mereka. Sampai-sampai ketika seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, batu-batu, dan pohon-pohon berkata, ‘Wahai muslim! Wahai hamba Allah! Orang Yahudi ini di belakangku, kemarilah, bunuhlah ia!’ Kecuali gharqad, karena ia adalah pohon orang Yahudi.” (HR Bukhari).
Kita bisa berkaca pada pejuang palestina yang sangat berani dan siap berjuang sampai mati. Setiap pejuang yang gugur maka akan diganti oleh para pejuang yang baru. Kita sebagai umat islam seharusnya menjadi bagiannya bisa mengantarkan rakyat Gaza dalam kemenangan di Bulan Ramadhan. Dengan cara berdakwah kita berharap akan mengantar rakyat gaza terlepas dari penderitaan.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
