
Benteng Pertahanan Sapi di Desa Dompyongan: Gerbang Disinfektan dan Edukasi Biosecurity Lawan PMK
Edukasi | 2025-02-10 09:39:58
KLATEN – (06/02/2025) Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit menular yang menyerang hewan ternak, termasuk sapi. PMK dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi peternak, seperti penurunan produksi susu dan daging, bahkan kematian hewan. Desa Dompyongan, sebagai salah satu sentra peternakan sapi, juga tidak luput dari risiko penyebaran PMK. Oleh karena itu, penerapan biosecurity yang ketat menjadi kunci penting untuk mencegah dan mengurangi risiko penyebaran penyakit ini.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman peternak di Desa Dompyongan mengenai pentingnya biosecurity dalam mencegah penyebaran PMK. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memberikan solusi praktis melalui pembuatan alat semprot disinfektan berbentuk gerbang, yang akan memudahkan proses disinfeksi kendaraan dan orang yang keluar masuk peternakan.
Program ini terdiri dari beberapa tahapan, antara lain :
Tim KKN melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peternak mengenai PMK, cara penularan, dan pentingnya biosecurity. Peternak diberikan informasi tentang langkah-langkah biosecurity yang perlu diterapkan, seperti menjaga kebersihan kandang, membatasi akses orang dan kendaraan ke peternakan, serta melakukan disinfeksi secara rutin. Tim KKN memberikan pelatihan kepada peternak tentang cara membuat alat semprot disinfektan berbentuk gerbang. Alat ini dirancang sederhana namun efektif, menggunakan bahan-bahan yang mudah didapatkan dan biaya yang terjangkau. Peternak diajarkan cara merakit, menggunakan, dan merawat alat tersebut. Selain alat semprot disinfektan, Tim KKN juga memberikan pendampingan kepada peternak dalam pembuatan mineral blok. Mineral blok merupakan suplemen pakan yang penting untuk kesehatan dan pertumbuhan ternak. Peternak diajarkan cara membuat mineral blok dengan bahan-bahan lokal yang mudah didapatkan. Setelah pelatihan, peternak didampingi dalam proses implementasi penggunaan alat semprot disinfektan dan pemberian mineral blok di masing-masing peternakan. Tim KKN memberikan pendampingan teknis dan memastikan alat berfungsi dengan baik.

Pada Kamis, 6 Februari 2025, hasil alat semprot disinfektan sudah diserahkan kepada pihak kelompok ternak basuki. Penyerahan diterima oleh Bapak Afandi selaku Ketua Kelompok Ternak Basuki. Tim KKN juga memaparkan cara pengaplikasian alat semprot disinfektan serta perawatan yang harus dilakukan oleh peternak terhadap alat tersebut. Tim KKN berharap alat tersebut dapat menjadi awareness untuk para peternak terhadap wabah PMK yang sedang terjadi di wilayah Indonesia.

Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
Komentar
Gunakan Google Gunakan Facebook