Orgasme, Olahraga, Amal Agama, dan Hidup Sehat

Image
Arief Nurharyadi
Gaya Hidup | Tuesday, 15 Feb 2022, 01:50 WIB

Narkoba selain harganya mahal juga secara hukum melanggar sehingga penjara menanti para penggunanya akan tetapi tiap tahun terus meningkat baik pengguna maupun peredaran Narkobanya.

Jika kita telusuri maka Allah sudah memberikan "Narkoba" gratis di dalam tubuh kita yaitu salah satunya adalah Endorfin yang merupakan senyawa kimia untuk kekebalan tubuh. Endorfin diproduksi oleh sistem saraf pusat dan kelenjar pituitari pada saat manusia merasa bahagia (tertawa) dan mendapat istirahat yang cukup. *Zat ini bertindak seperti morfin, bahkan dikatakan 200 kali lebih efektif dari morfin/Narkoba.* Endorfin atau Endorfine mampu menimbulkan perasaan senang dan nyaman hingga membuat seseorang berenergi.

Fungsi zat ini adalah untuk kekebalan tubuh. Artinya, selain mencegah memburuknya emosi kita, bahagia juga merangsang timbulnya zat imunitas. Dengan endorfin manusia akan menjadi lebih rileks, dan akan lebih mudah untuk mengontrol emosi. Mengontrol diri kita dari amarah sekaligus berpikir positif dengan mengutamakan kesabaran. Dapat dikatakan bahwa zat endorfin yaitu zat yang diproduksi oleh tubuh ketika manusia merasa bahagia (tertawa).
Endorfin adalah zat kimia seperti morfin yang dapat dihasilkan secara alami oleh tubuh dan memiliki peran dalam membantu mengurangi rasa sakit saat memicu perasaan positif. Hormon endorfin diproduksi oleh kelenjar pituari dan sistem saraf pusat manusia.

Selain berpengaruh sebagai analgesik, yang berarti mengurangi persepsi rasa sakit, endorfin juga dapat bertindak sebagai penenang. Selain itu, dengan meningkatnya jumlah hormon endorfin, maka dapat berfungsi dalam mengurangi efek buruk dari stres dan rasa sakit, melepaskan hormon seksual, menambah nafsu makan dan meningkatkan respons kekebalan tubuh.

Ada berbagai cara memicu hormon endorfin, antara lain mengonsumsi makanan tertentu. Misalnya, makan cokelat atau cabe yang pedas. Saat seseorang mulai mengonsumsi cokelat, maka tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang membuat seseorang merasa lebih tenang. Sedangkan, semakin pedas cabe yang dikonsumsi, maka kemungkinan hormon endorfin akan semakin banyak. Upayakan agar tidak berlebihan, karena mungkin justru dapat mengganggu pencernaan Anda.
Cara Memicu Hormon Endorfin.

Selain makanan, salah satu pemicu utama pengeluaran hormon endorfin yaitu berolahraga. Penelitian menunjukkan, olahraga merupakan cara yang efektif untuk mengobati depresi atau stres. Baik depresi dengan tingkat ringan maupun depresi tingkat sedang. Olahraga juga bisa membantu Anda dalam mengatasi perasaan gelisah, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan kepercayaan diri.

Saat Anda melakukan olahraga, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin untuk mengurangi rasa sakit dan memberikan energi positif. Anda dapat melakukan olahraga seperti berenang, bersepeda, lari pagi atau yoga. Efek olahraga ini juga ternyata baik untuk ibu hamil. Untuk mendapatkan ketenangan emosional dan dukungan sosial, cobalah untuk bergabung dengan kelas olahraga di pusat kebugaran.

Misalnya, mengikuti kelas yoga atau mengajak kerabat Anda untuk melakukan olahraga bersama.Secara umum, dianjurkan untuk berolahraga selama tiga atau empat kali dalam seminggu. Lakukan setidaknya 30 menit di setiap kali latihan. Pastikan untuk tidak memaksakan tubuh untuk berolahraga selama 30 menit penuh jika Anda belum terbiasa. Sebagai permulaan, Anda bisa memulai olahraga selama 15-20 menit, lalu secara bertahap Anda bisa meningkatkan durasi waktunya.

Selain olah raga maka kegiatan seks antara suami dan istri juga dapa memicu hormon yang baik untuk kekebalan tubuh.Saat mencapai orgasme biasanya seseorang merasakan kepuasan tersendiri *(Tidak disarankan jika hubungan seks dilakukan tanpa Pernikahan besar potensi malah kerusakan yang dihasilkan).* Ternyata untuk mencapai hal tersebut melibatkan beberapa hormon di dalam tubuh. Apa saja hormon yang terlibat?

Orgasme melibatkan interaksi yang kompleks antara 3 sistem tubuh yaitu sistem vaskular (pembuluh darah), sistem saraf dan sistem endokrin (yang berhubungan dengan berbagai hormon dalam tubuh).

*1. Prolaktin*Prolaktin meningkat tajam segera setelah orgasme dan menurunkan gairah seksual setelahnya. Kondisi ini yang memungkinkan seseorang untuk memikirkan hal-hal lain selain perempuan telanjang yang ada di depannya. Jika seseorang kembali memikirkan tugas-tugas atau kegiatan lain setelah seks maka hal ini kerja dari prolaktin.

*2. Oksitosin*Hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis yang merangsang prostat dan menyebabkan kontraksi otot serta sensitivitas saraf. Oksitosin yang meningkat akan menghasilkan orgasme yang lebih intens.

*3. Endorfin*Endorfin dilepaskan oleh otak saat berhubungan seks yang mengikat situs reseptor opiat di otak untuk menghilangkan rasa sakit secara alami. Hormon ini menghasilkan perasaan euforia, kesenangan dan efek menenangkan sehingga bisa membuat orang tertidur. Ada yang berpendapat semakin cepat tidur maka semakin baik hubungan seks yang dilakukan.

*4. Adrenalin*Adrenalin mengaktifkan sistem saraf simpatik yang meningkatkan denyut jantung dan melebarkan arteri untuk meningkatkan aliran darah ke otot selama seks. Selama hubungan seksual, peningkatan jumlah adrenalin dilepaskan dari kelenjar adrenal yang memicu rasa gembira.

*5. Phenylethylamine*Phenylethylamine memicu pelepasan dopamin di pusat kesenangan otak. Bahan kimia ini dilepaskan selama seks dan pucak orgasme sehingga bisa membuat seseorang diliputi perasaan bahagia, daya tarik dan gairah.

*6. Testosteron*Testosteron adalah bahan bakar untuk dorongan seksual dan agresi yang merupakan hal penting untuk libido dan gairah seksual. Untuk itu baik laki-laki maupun perempuan yang kekurangan testosteron seringkali mengalami kesulitan mendapatkan rangsangan dan gairah seks yang lebih rendah.

*7. Serotonin*Serotonin berfungsi mengatur suasana hati. Setelah orgasme tubuh akan melepaskan serotonin ke otak yang bertindak sebagai anti depresan, yang lalu membuat orang lebih ceria dan emosional yang seimbang.
Berkaitan dengan situasi sekarang ini dan pengurangan berpergian sehingga banyak masyarakat melakukan Work From Home maka waktu luang yang lebih banyak dapat kiranya melakukan kegiatan yang memicu keluarnya hormon-hormon diatas sebagai anti bodi/kekebalan alami manusia, insya Allah dengan kekebalan Alami yang meningkat dapat menangkal berbagai penyakit seperti Covid-19 yang sedang mewabah sekarang ini.

Allah telah perintahkan untuk kita selalu bersyukur dan berdoa, ternyata perintah ini bisa dijelaskan alasannya secara ilmiah. Dalam kesyukuran itu ada kegembiraan, hati yang gembira mudah untuk tertawa. Berdoa memberikan ketenangan kepada seseorang yang berdoa dengan betul-betul yakin bahwa Allah selalu mendengar doa-doanya.
Ketika doa dan keyakinan itu ada maka ini merangsang semua hormon yang ada pada tubuh untuk aktif termasuk kekebalan dan lain sebagainya sehingga apapun yang terjadi maka tubuh kita siap menghadapinya.
Bagi pemeluk agama seperti Islam maka Sholat 5 waktu dengan total 17 rakaat per hari menjadikan tubuh menjadi prima apalagi jika ditambah dosisnya menjadi 29 rakaat perhari (ditambah sholat sunah) maka insya Allah produksi anti bodi dan hormon-hormon menjadi optimal.

Minuman sehat (ilustrasi) - (www.piqsels.com)
Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Demokrasi Langit

Orgasme, Olahraga, Amal Agama, dan Hidup Sehat

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Perizinan Investor Asing dalam membawa Tenaga Kerja Asing menurut Regulasi Indonesia

Image

Dokter Jiwa RSCM Gali Psikologis WBP Mati Kasus Terorisme

Image

Pantau WBP Dari Layar Monitor, Kapusdatin Balitbangkumham dan Dokter Jiwa RSCM Akui Teknologi CCTV

Image

KLL Umsida Tuan Rumah Workshop Lazismu Se-Indonesia

Image

LSM Flower Aceh Dukung Pengusulan Satu Nama Perempuan Jadi Pj Bupati Nagan Raya

Image

PPSDM Migas Sabet Juara II pada Penghargaan Subroto Bidang Energi 2022

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image