TETAP BAHAGIA MENGHADAPI COVID 19 (Part 1)

Image
Evy Flamboyan
Curhat | Friday, 28 Jan 2022, 06:29 WIB

Keseruan Sebelum Pembatasan Sosial Berskala Besar

Sudah setahun masyarakat Indonesia menghadapi wabah covid-19 atau corona, tepatnya sejak Pidato Presiden Joko Widodo pada tanggal 15 Maret 2020 lalu yang mengumumkan upaya untuk menghadapi wabah covid-19 salah satunya dengan membuat kebijakan bagi ASN bekerja dari rumah dan mengurangi kegiatan. Bagi Saya yang kebetulan pada saat itu posisi sudah di Jawa Timur untuk tugas negara tentu ada perasaan harap-harap cemas balik badan atau terus. Maklum, tugas negara ini ada misi silaturahmi. Suami kebetulan berasal dari salah satu kabupaten di Jawa Timur maka Saya niatkan tugas ini sekaligus menjalin silaturahmi menengok mertua bersama anak dan suami.

Hari Jumat tanggal 13 Maret 2020, tepatnya Pukul 16.30 suami dan bocah menjemput Saya di kantor dan kami menempuh jalur darat menggunakan tol Cipali. Destinasi kami sebelum ke Jawa Timur adalah Dieng. Kenapa Dieng? Sederhana saja karena Saya sudah berkelana dari Aceh sampai Papua tapi belum pernah menginjakan kaki ke Dieng, walaupun sering melewati Wonosobo yang jaraknya hanya sepandangan mata dari Dieng .

Dengan bermodalkan google maps , kami nekat melewati jalur Batang yang kemudian kami menempuh perjalanan malam seperti jerit malam pramuka. Suasana gelap, hujan, berkabut dengan jarak pandang sekitar 1 (satu) meter dan tanjakan roler coster kami lalui. Hanya satu kata yang kami panjatkan, Alhamdulillah kami sudah ganti mobil, serem juga membayangkan Si Silver Tua harus menjalani ini medan yang berat ini, bisa ngeden dan bikin drama.

Beberapa hari kemudian kami mendapatkan informasi dari dunia maya bahwa jalur yang kami lalui saat itu adalah Tol Langit yang belum diresmikan. Kalau sekarang mau lewat sana malam hari dan cuaca hujan sepertinya harus berpikir 2 (dua) kali deh.

Sekitar Pukul 22.00 WIB kami sampai di Dieng dan mencari penginapan yang sudah kami pesan melalui aplikasi online, malangnya penginapan yang kami pesan dipasang tenda berwarna putih emas dan kemudian kami ketahui sedang ada acara khitanan anak pemilik penginapan sehingga tidak menerima tamu. Setelah bertemu dengan sang pemilik, Kami dialihkan ke penginapan kerbatnya dengan harga yang sama yang berjarak sekitar 100m (seratus meter). Dengan kondisi lelah pulang kerja langsung ngebolang, mengalami pengalaman luar biasa di Tol Langit, dan ditambah dengan kondisi haid, Saya pasrah. Kalau sedang error, masalah seperti ini bisa membuat nada bicara Saya naik beberapa oktaf, mata melotot, meracau, dan jutek. Alhamdulillah, Saya berhasil mengendalikan diri dan tidak merusak suasana peristiwa pertama menginjakan kaki dan bermalam di Dieng dengan suhu 15 .

Berpergian membawa 2 (dua) anak berusia 7 (tujuh) tahun dan 3 (tiga) tahun maka jangan berharap berlebihan melahap semua destinasi wisata yang ada di Dieng. Kami pun pergi ke tempat wisata yang anti mainstream yaitu Candi Dwarawati, sarapan di warung, melanjutkan ke Candi Arjuna, beli oleh-oleh (yang kemudian habis dimakan bocah dalam perjalanan ke rumah mertua), kembali ke penginapan untuk mandi dan check out, melanjutkan ke Kawah Sikidang yang kebetulan tiketnya terusan dengan Candi Arjuna, serta kemudian melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur.

Pada saat mendengar pidato Presiden, posisi kami sudah di rumah mertua. Saya pun meminta salah satu rekan yang masih berada di Jakarta dan sudah membeli tiket kereta untuk menghubungi narahubung di Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, lokasi yang akan kami datangi apakah berkenan menerima kami yang akan melakukan benchmarking. Informasi dari narahubung, Provinsi Jawa Timur masih menunggu arahan dari Ibu Gubernur, artinya apabila kami datang ke Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur pada tanggal 16 Maret 2020 masih memungkinkan. Hamdalah, tugas negara dan silaturahmi ke mertua terselesaikan.

Sampai Jakarta kehidupan nyata dan tantangan menyambut kami. Dengan kondisi kami bekerja yang saat ini mengandalkan jasa day care dan sekolah full day untuk menitipkan kedua anak kami, pilihan hidup tanpa asisten karena kesadaran dan pengalaman pola asuh yang kami alami, serta kondisi suami tidak mempunyai Saudara di Jakarta atau pun Saya yang walaupun mempunyai Saudara dan Ibu yang tinggal di Jabodetabek namun mempunyai hambatan waktu dan kondisi yang tidak memungkinkan bagi kami untuk menambah beban mereka. Kami harus cepat menyesuaikan dengan kondisi ini, setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Kalau waktu masih mahasiswa, asal ada keinginan, yakin usaha sampai. Nyambung gak ya? Disambung-sambungin aja deh.

Apalagi setelah itu kita semua mengalami pembatasan sosial dan akhirnya sholat dan merayakan Hari Raya Idul Fitri di rumah.

Pembatasan sosial yang kemudian istilahnya berubah, mulai dari mengikuti istilah asing seperti “new normal” dan lain sebagainya atau pun istilah yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Pada intinya wabah bukan baru kali ini, namun sejak zaman dahulu sudah ada. Hanya kita diingatkan kembali karena bisa jadi kita sudah ter-la-lu. Apapun yang terjadi pada saat itu, saat ini, atau kapan pun, Saya bersyukur karena Saya bisa memanfaatkan momen tugas untuk tetap bersilaturahmi, walaupun banyak nomboknya paling tidak lebih ringan dibanding mudik beneran.

Covid-19 memperkaya pengalaman kita semua, apa pun peran kita. Entah sebagai ibu, ayah, nenek, kakek, atau pun sebagai anak dengan segala keseruannya. Ditambah lagi dengan keseruan fungsi kita di luar keluarga. Bisa dipatikan pasti tambah seru.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Senyum Hangat sambut Kalapas Polewali, Bupati Polman akan Hadir Berikan Remisi 17 Agustus

Image

DPRK Gelar Paripurna Laporan Penyampaian Reses II Masa Persidangan III Tahun 2022

Image

Kembangkan Instrumen yang Tepat di Setiap Lembaga, LPM Uhamka Laksanakan RTM

Image

MAJU! Bahas IKN, HI UMKT Gelar Seminar Moving Capital Geopolitics of Indonesia

Image

KKN Tematik UPI 2022 : Sosialisasi Parenting dalam Membingkai Ulang Pola Asuh Anak Di Desa Dayeuhkol

Image

Grup Astern Music Hibur Warga Ceme

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image