Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Annisa Aprilia

Perjalanan Politik Ir Soekarno, Sang Proklamator Kemerdekaan Indonesia

Politik | 2024-06-09 20:09:00

Ir. Soekarno sudah terjun ke dunia politik sejak usianya masih sangat mudah, Soekarno terkenal pertama kali pada tahun 1915 saat menjadi anggota Jong Java Cabang Surabaya. Kebanyakan organisasi di Indonesia menurut Soekarno masihlah Jawa sentris yang hanya memikirkan kebudayaan saja.

Soekarno merespon tantangan langkah-langkah berani. Ketika menghadapi kesedihan, dia memberikan pidato dalam Bahasa ngoko di rapat pleno Jong Java di Surabaya. Dalam waktu singkat setelah rapat tersebut, ia mengusulkan pembuatan surat kabar Jong Java menggunakan Bahasa Melayu, bukan Belanda.

Pada tahun 1962, Soekarno mendirikan Algemeene Studio Club (ASC) di Bandung, yang terinspirasi dari Indonesische Studie Club yang diprakarsi oleh Dr. Soetomo. ASC menjadi cikal bakal Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1927. Aktivitasnya di PNI membuatnya ditangkap oleh pemerintah colonial Belanda. Setelah ditangkap pada tanggal 29 desember 1929 dan dipindahkan ke beberapa negara, Soekarno akhirnya dibebaskan pada 31 Desember 1931 setelah megeluarkan pledoi “Indonesia Menggugat”. Dia kemudia bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo) pada tahun 1932 setelah PNI dibubarkan.

Namun kegiatan politiknya kembali membuatnya dipenjarakan pada tahun 1933. Setelah diasingkan di Provinsi Bengkulu hingga tahun 1942, Soekarno dibebaskan oleh pemerintah Jepang selama masa penjajahan mereka. Bersama dengan tokoh lainnya dia aktif dalam berbagai organisasi yang mendukung kemerdekaan Indonesia. Pada tahun 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamsikan kemerdekaan Indonesia. Dia kemudian menjadi presiden pertama Indonesia. Selama masa pemerintahannya, Soekarno merumuskan Pancasila sebagai dasar negara dan berupaya menyatukan Nusantara.

Soekarno juga aktif dalam diplomasi internasional, terutama dalam konfernsi Asia Afrika tahun 1955 di Bandung yang menghasilkan Gerakan non blok. Meskipun ada konflik di beberapa negara, Upaya Soekarno dalam politik bebas aktif dikenal seluruh dunia.

Namun, masa kejayaannya tidak berlangsung lama. Konflik internal dan pemberontakan separatis menyebabkan Soekarno mengalami penurunan dalam politiknya. Mohammad Hatta mengundurkan diri, memisahkan diri dari Soekarno. Puncaknya adalah pemberontakan G30SPKIyang mengakibatkan pengucilan Soekarno oleh pemerintahan yang menggantikkannya. Soekarno meninggal pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta, dan dimakamkan di Blitar. Makamnya menjadi ikon kota Blitar hingga hari ini.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image