Perbankan Syariah pada Era Pandemi

Image
meilina widiastuti
Info Terkini | Friday, 07 Jan 2022, 18:23 WIB

Sebagaimana yang kita semua tahu Perbankan syariah adalah suatu sistem perbankan yang pelaksanaannya berdasarkan syariat Islam. Pembentukan sistem ini berdasarkan adanya larangan dalam agama Islam untuk meminjamkan atau memungut pinjaman dengan mengenakan suku bunga yang bersifat riba, serta larangan untuk berinvestasi pada usaha-usaha yang bersifat haram.Selanjutnya Sistem perbankan konvensional tidak dapat menjamin hal-hal tersebut dalam investasinya, misalnya dalam usaha yang berkaitan dengan produksi makanan atau minuman haram, usaha media atau hiburan yang tidak Islami, dan lain-lain.

Lalu yang ingin dibahas pada artikel ini adalah bagaimana perkembangan Perbankan Syariah pada era pandemi seperti ini?

Era pandemi ini dimulai sejak tahun 2020 dimana semua orang ketakutan dengan virus yang beredar ini,bukan hanya di Indonesia virus ini beredar luas di beberapa Negara bahkan di dunia.Pemerintah telah melakukan berbagai usaha serta cara untuk menghadapi virus ini,namun ketakutan dan kecemasan masyarakat tidak bisa di pungkiri lagi. Usaha usaha pemerintah seperti lockdown (PPKM) ini terus berjalan sampai virus ini tidak beredar lagi.

Sebagaimana yang kita tahu pandemi seperti ini menimbulkan banyak sekali efek bagi masyarakat yang tentu saja tidak hanya dialami di Indonesia.Efek efek inilah yang sangat mempengaruhi kelangsungan hidup manusia,kita ambil contoh efek covid ini adalah keterbatasan masyarakat dalam melakukan kegiatan dikarenakan usaha pemerintah dalam mengurangi penyebaran covid.Terpantau keuangan di Indonesia menurun,keresahan demi keresahan pun mulai muncul. Kebutuhan pangan dan yang lainnya terus meningkat,namun keterbatasan dalam melakukan sesuatu lah yang menjadi hambatan disini,termasuk Pengembangan Perbankan Syariah pada era pandemi, namun yang perlu digaris bawahi disini ialah Perbankan Syariah pada era pandemi seperti ini terpantau masih terus menunjukan pertumbuhan yang positif,walaupun masih ada hal hal yang perlu diselesaikan.

Disaat seperti ini juga kita dipaksa pemerintah untuk memasuki era New Normal sebagai dampak dari pandemi covid-19,di era seperti ini justru membuat peluang bagi Perbankan Syariah untuk mengembangkan lagi pelayanan berbasis digital untuk memenuhi kebutuhan sosial masyarakat,sehingga perbankan syariah ini mampu berperan penting dalam membangun perekonomian umat pasca pandemi.

Lalu selanjutnya bagaimana cara pemerintah melanjutkan arah pengembangan Perbankan Syariah dengan banyak isu strategis yang beredar? Menurut OJK arah pengembangan Perbankan Syariah ini disusun menurut beberapa arah kebijakan,contohnya dari kebijakan eksternal, kebijakan Masterplan Ekonomi dan Keuangan Syariah Indonesia dan kebijakan internal OJK yaitu Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia. OJK dalam menyelaraskan arah pengembangan ekonomi syariah di Indonesia,khususnya pada sektor industri jasa keuangan syariah di bidang Perbankan Syariah ini menggunakan langkah strategis berupa roadmap.

Dalam roadmap ini pengembangan perbankan syariah di Indonesia membawa 3 arah pengembangan, yaitu : Penguatan identitas perbankan syariah, sinergi ekosistem ekonomi syariah dan penguatan perizinan,pengaturan dan pengawasan. Roadmap ini merupakan langkah yang sangat strategis bagi OJK dalam menyelaraskan arah pengembangan ekonomi syariah di Indonesia khususnya pada sektor industri jasa keuangan syariah di bidang Perbankan Syariah.

Lalu selanjutnya di tengah meningkatnya angka positif covid-19 muncullah PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) . BSI ini mampu membuktikan bahwa kinerja perbankan syariah bisa meningkat di masa pandemi covid-19. Hal ini lah yang meningkatkan potensi dan prospek ekonomi syariah dari tekanan krisis di dalam negeri. Masyarakat melihat perbankan syariah sebagai alternatif layanan jasa keuangan karena lebih transparan, lebih berpihak kepada publik dan tidak memberatkan. Perbankan Syariah juga mempermudah masyarakat melakukan transaksi sosial seperti zakat,infaq, dan wakaf tanpa harus berinteraksi langsung.

Adapun hasil kerja BSI yang mampu mencatat hasil manis di saat pandemi seperti ini. setelah itu literasi terkait keuangan syariah masih menjadi tantangan bagi pertumbuhan Perbankan Syariah dalam negeri ini, padahal peluangnya sangat besar karena Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Lalu menurut info BSI membangun kerja sama dengan kampus kampus ternama guna memberikan pemahaman bagi mahasiswa/mahasiswi tentang Perbankan Syariah. Bukan hanya saja untuk meningkatkan literasi, tetapi juga untuk link and match.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Program pembuatan ruang literasi sebagai bentuk peningkatan minat baca SDN 13 Tambun Sukkean kecamat

Image

Peringatan HUT RI ke 77, Rutan Purworejo Tampilkan Beragam Baju Daerah Ala Model Profesional

Image

HUT RI Ke-77, 22 WBP Lapas Terbuka Nusakambangan Mendapat Remisi, 5 diantaranya Langsung Bebas

Image

Makna Hijrah dan Momentum Peringatan Kemerdekaan

Image

Terus Belajar, Menginspirasi, Memberi Manfaat, HUT RI ke-77 SIT Tunas Bangsa

Image

Upacara Kolaboratif HUT RI ke-77 ala SMP Mugadeta

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

Ikuti

Image
Image
Image
× Image