Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ichsanastrie Ramadhania

Kenalilah Sindrom Othello yang Berbahaya Bagi Hubungan Percintaan

Eduaksi | 2023-11-30 19:10:15

Apasih itu Cemburu?

Kamu pasti sering kali merasakan rasa cemburu saat menjalin hubungan dengan seseorang, baik hubungan yang melibatkan perasaan cinta dan kasih sayang, hubungan keluarga, maupun hubungan pertemanan. Nah, sebenarnya seperti apa perasaan cemburu dalam hubungan percintaan itu? Perasaan cemburu biasanya terjadi saat kita merasakan kehadiran pihak ketiga di antara hubungan yang sedang kita jalani dan membuat kita mempunyai pandangan bahwa pihak ketiga tersebut dapat mengganggu keintiman atau kemesraan hubungan (Yulianto, 2009). Perasaan cemburu yang sering kita rasakan merupakan perasaan yang kompleks dan mencakup berbagai macam emosi yang dimulai dari rasa curiga, perasaan marah, hingga perasaan takut akan kehilangan seseorang yang berarti bagi kita. Jika perasaan cemburu terjadi pada hubungan percintaan antara laki-laki dan perempuan, maka menurut Fitness & Flecther (Sebagaimana dikutip dalam Yulianto, 2009), cemburu akan terjadi lebih besar bila pihak ketiga adalah masa lalunya atau mantan pacar dari pasangan.

Jika kamu pernah merasakan perasaan cemburu, itu normal saja kok, karena pasti kita pernah merasakannya. Namun, apakah kamu pernah merasakan rasa cemburu yang sangat berlebih sampai merasakan perasaan obsesi terhadap pasangan? Seseorang yang mempunyai rasa cemburu karena obsesi yang sangat berlebihan itu bisa saja memiliki Othello syndrome pada dirinya. Apa itu Othello syndrome atau sindrom Othello? Mari kita bahas lebih lanjut tentang sindrom Othello ini.

Tanda-tanda Sindrom Othello:

Othello syndrome atau sindrom Othello adalah gangguan psikotik yang ditandai dengan delusi perselingkuhan (Michielsen et al., 2017). Sindrom ini sebagian besar terjadi karena adanya gangguan kejiwaan atau neurologis tertentu yang ada pada dirinya dan menyebabkan mereka mempunyai pandangan bahwa mereka merasa sangat yakin pasangannya tidak setia atau selingkuh tanpa adanya bukti atau pernyataan yang jelas. Sindrom Othello juga dapat disebut sebagai rasa cemburu yang sangat berlebihan, cemburu yang bersifat delusional, dan cemburu patologis (Fallahnda B, 2023). Tindakan penderita sindrom Othello ini akan dipengaruhi oleh pikirannya yang bersifat delusional, tidak logis, serta tidak didasari kenyataan.

Biasanya, sindrom Othello ini lebih berbahaya jika penderitanya adalah laki-laki. Artinya tidak semata-mata pria lebih mempunyai rasa cemburu yang besar dibandingkan perempuan. Tetapi laki-laki cenderung melibatkan tindakan yang lebih berat dan berbahaya dibandingkan perempuan. Tindakan mereka lebih sering terlibat dengan kasus yang sanksinya berat seperti pembunuhan dan/atau bunuh diri (Anugoro D, 2020).Lalu bagaimana kita mengetahui apakah benar kita memiliki sindrom Othello atau tidak? Kamu bisa melihat gejala yang muncul pada dirimu sendiri. Seperti apakah gejalanya?

Gejala dari Sindrom Othello:

Menurut Radio P (2022), gejala yang pertama adalah seseorang merasakan rasa cemburu yang tidak jelas sampai mereka mengumpulkan bukti-bukti bahwa pasangannya melakukan perselingkuhan. Tindakan ini sangat mengganggu privasi dan kenyamanan pasangan. Gejala kedua adalah mereka menuduh dan mencurigai perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangannya, tetapi fakta yang sebenarnya tidak dibuktikan dengan benar. Gejala terakhir dari sindrom Othello ini adalah mereka cenderung overprotective dan obsesif pada pasangannya. Mereka akan mengecek barang privasi hingga menguntit untuk memperoleh bukti bahwa pasangannya selingkuh darinya.

Dampak Sindrom Othello:

Dari gejalanya saja kita sudah dapat melihat bagaimana dampak yang disebabkan oleh sindrom Othello ini. Dampak sindrom Othello dapat dirasakan pada diri sendiri maupun hubungan yang sedang dijalani. Pada diri sendiri dapat dilihat dari aspek biologis, seperti tekanan darah meningkat, detak jantung lebih cepat dari biasanya, nafsu makan menurun, hingga depresi. Sedangkan, pada hubungan, sindrom Othello ini membuat hubungan menjadi tidak sehat dan berujung pada rusaknya hubungan itu sendiri.

Setelah mengetahui pengertian, gejala, dan juga dampak yang buruk dari sindrom Othello ini, ada baiknya kita untuk membangun komitmen terhadap pasangan kita jika tidak ingin hubungan yang tadinya lancar saja menjadi rusak akibat perasaan cemburu yang berlebihan. Saling percaya adalah salah satu cara yang membuat hubungan menjadi jauh lebih baik. Komunikasi juga merupakan hal yang sangat penting bagi kenyamanan dan ketentraman suatu hubungan. Mulailah dengan hal-hal yang positif, perbuatan sekecil apapun jika itu positif dapat membuat hubungan menjadi indah untuk dijalani bersama.

Referensi:

Anugoro D. (2020, September 7). Cemburu berlebihan, bisa jadi Anda pengidap Sindrom Othello. Antaranews.Com. https://babel.antaranews.com/berita/163670/cemburu-berlebihan-bisa-jadi-anda-pengidap-sindrom-othello

Fallahnda B. (2023, April 13). Mengenal Othello Syndrome: saat cemburu berlebihan & penyebabnya. Tirto.Id. https://tirto.id/mengenal-othello-syndrome-saat-cemburu-berlebihan-penyebabnya-gEJ1

Michielsen, P., De Jonge, L., Petrykiv, S., & Arts, M. (2017). Review of Othello Syndrome and its relationship with Neurological Disorders. European Psychiatry, 41(S1), S225–S225. https://doi.org/10.1016/j.eurpsy.2017.01.2222

Radio P. (2022, February 15). Pahami gejala dan penanganan serta bahaya dari Sindrom Othello. Phiradio.Net. https://www.phiradio.net/pahami-gejala-dan-penanganan-serta-bahaya-dari-sindrom-othello/

Yulianto A. (2009). Cemburu dalam hubungan percintaan. Metamorfosis: Buletin Ilmiah Psikologi, 3(15), 6–11.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image