Konsep Allah Menurut Al-Quran
Agama | 2023-11-21 22:08:40
A. Surat Al-Baqarah Ayat 163 berbunyi:
وَاِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ لَآاِلٰهَ اِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ ١٦٣
Artinya: " Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." (QS Al Baqarah: 163).
Ayat 163 dari Surat Al-Baqarah ini menjelaskan tentang tauhid, yaitu keesaan Allah. Ayat tersebut menekankan bahwa bagi Tuhan umat Islam adalah satu, tidak ada yang berhak disembah kecuali Dia, yang Maha Penyayang dan Maha Penyantun. Ayat ini menegaskan konsep tauhid dan pentingnya pengakuan terhadap keesaan Allah. Ayat ini mengajarkan bahwa dalam ibadah dan kehidupan sehari-hari, umat Islam harus mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang layak disembah. Konsep ini merupakan dasar pokok dalam keimanan Islam, menekankan pentingnya mengarahkan ibadah.
Cara mengamalkan Ayat ini dalam kehidupan kita sehari hari ialah seperti memperhatikan nikmat nikmat Allah dalam hidup kita dan bersyukur atas segala yang telah diberikan nya. Bersyukur adalah bentuk ibadah yang ditekankan dalam islam, dan kita tidak boleh menyembah tuhan selain seperti berhala, patung dan lain sebagai nya kecuali Allah Swt.
B. Surah Al-Baqarah Ayat 255 berbunyi:
اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الۡحَـىُّ الۡقَيُّوۡمُۚ لَا تَاۡخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوۡمٌ ؕ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ ؕ مَنۡ ذَا الَّذِىۡ يَشۡفَعُ عِنۡدَهٗۤ اِلَّا بِاِذۡنِهٖ ؕ يَعۡلَمُ مَا بَيۡنَ اَيۡدِيۡهِمۡ وَمَا خَلۡفَهُمۡ ۚ وَلَا يُحِيۡطُوۡنَ بِشَىۡءٍ مِّنۡ عِلۡمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرۡسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضَ ۚ وَلَا يَـــُٔوۡدُهٗ حِفۡظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الۡعَلِىُّ الۡعَظِيۡمُ
Artinya: "Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar.
Ayat ini dikenal sebagai Ayat Kursi, Ayat ini memiliki keutamaan dan keagungan tersendiri. Masih sama seperti ayat sebelum nya bahwa ayat ini dengan tegas menyatakan keesaan Allah. Allah adalah satu-satunya Tuhan yang layak disembah, Yang Maha Hidup, dan terus menerus mengurus seluruh ciptaan-Nya. Dan ayat ini menjadi keutamaan bagi umat muslim dalam menghafal nya untuk menambah pahala dari Allah Swt.
Mengapa "Kursi" Allah karena Disebutkan bahwa Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Ini menunjukkan kebesaran dan kedalaman ilmu serta kekuasaan Allah yang meliputi seluruh alam semesta. Dan di ayat ini ditegaskan juga bahwa tidak ada zat yang layak untuk disembah seperti berhala, patung dan lain lain kecuali Allah Swt. Dan ayat ini juga merupakan pegangan bagi umat muslim dalam menjalani berbagai aktivitas. Membaca, menghafal, dan merenungkan makna Ayat Kursi dianggap sebagai bentuk dzikir dan sarana perlindungan dari bahaya. Keutamaan ayat ini juga ditekankan dalam banyak hadis Rasulullah SAW.
Dosen Pengampu: Dr. Hamidullah, M.A.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
