Pengaruh Sosial Media terhadap Perubahan Sikap dan Mental Remaja
Lainnnya | 2023-05-30 17:53:25
Dewasa ini sosial media telah menjadi alat yang tak terpisahkan dari kita. Sosial media memiliki berbagai bentuk dan fungsi, beberapa contoh aplikasi sosial media ialah whatsapp, line, instagram, TikTok, twitter, dan facebook. Dengan banyaknya opsi dan manfaat ini tentu membuat kita bisa memilih aplikasi mana yang kita butuhkan dan kita mau. Fenomena ini tentu menimbulkan dampak mulai dari yang positif hingga negatif. Dampak positif yang dimiliki sosial media adalah dapat mempermudah dalam berkomunikasi dan menambah relasi karena tidak kita tidak terbatas dengan jarak, mempercepat penyebaran informasi, dan membuka cara baru dalam memasarkan barang. Sedangkan dampak negatif yang ditimbulkan dari maraknya penggunaan sosial media adalah meningkatnya angka kriminalitas seperti penipuan, penculikkan, dan pinjaman online dengan bunga yang fantastis.
Jumlah pengguna internet yang terus naik dengan signifikan, tentu menimbulkan berbagai perbedaan. Seperti kebiasaan yang biasanya kita lakukan dengan tatap muka berubah menjadi virtual, apalagi dengan adanya covid-19 membuat kita lebih terbiasa lagi dalam melakukan segala hal dengan virtual atau online. Per bulan januari tahun 2023 masyarakat indonesia menghabiskan waktu sebanyak 7 jam 42 menit, pengguna dengan rentang usia 16 sampai 64 tahun menurut we are social. Dengan mendominasinya pengguna dengan remaja, membuat hal ini mengkhawatirkan, karena diumur yang masih labil mereka dapat dengan mudahnya mengakses hal-hal yang dapat meng-influence untuk meniru yang mereka lihat, seringkali mereka menjadikan apa yang mereka lihat di sosial media sebagai ‘kiblat’ tanpa mereka pilah terlebih dahulu. Seperti dalam cara berperilaku, berpakaian, gaya bicara bahkan makanan yang mereka makan.
Sosial media tersebut dapat meng-influence mereka dengan sistem algorithm yang sosial media miliki. Di sistem ini sosial media anda akan menampilkan topik-topik atau tema yang sering anda lihat. Sistem ini tentu dapat membahayakan apabila seorang remaja yang sedang mencari jati dirinya, melihat seorang model yang tinggi dan kurus yang ia nilai sebagai seseorang yang ‘sempurna’ dan akhirnya membuatnya menjadi terobsesi dengan memiliki badan yang kurus dan tinggi yang membuat dia diet mati-matian dan berakhir selalu merasa jelek dan tidak sempurna. Tak hanya itu di sosial media banyak sekali terjadi cyberbullying yang menyebabkan banyak remaja depresi bahkan ada yang akhirnya sampai meregang nyawanya.
Lantas langkah apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah hal ini terjadi. Kita harus memantau tayangan yang mereka lihat dan mencegah mereka menemukan atau menonton konten yang tidak seharusnya mereka lihat dengan memblokir konten-konten yang bukan untuk mereka dan terus melakukan pendekatan ke remaja tersebut agar mereka terbuka tentang apa yang mereka ingin tau atau yang mereka tonton.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
