Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image ALYA SYIFA

KIP Kuliah Merdeka: Masih Salah Sasaran!

Eduaksi | Wednesday, 12 Apr 2023, 09:28 WIB
Ilustrasi KIP Kuliah Merdeka (sumber: https://puslapdik.kemdikbud.go.id/)

Program KIP Kuliah Merdeka merupakan program dari Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. KIP Kuliah Merdeka merupakan beasiswa bantuan hidup dan biaya Pendidikan yang dikhusukan bagi siswa/i SMA sederajat yang keterbatasan secara ekonomi tetapi berprestasi dan mempunyai semangat belajar yang tinggi untuk mencapai cita-citanya dengan mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Program KIP ini tengah menjadi sorotan dan banyak di protes oleh warganet.

Seperti dilansir kompas.com, Jum’at (10/02/2023) seorang penerima KIP Kuliah Merdeka di salah satu universitas membeli produk elektronik mahal dan menonton konser K-Pop. Salah seorang warganet berkomentar “yang jadi permasalahan KIP yaitu, pada dasarnya dia membutuhkan bantuan untuk dana pendidikan, tetapi kenapa untuk kebutuhan tersiser (menonton konser) dananya ada? Kenapa dana KIP tersebut tidak disimpan saja untuk kebutuhan primer lainnya?” .

Permasalahan di atas, merupakan salah satu contoh dari sekian banyaknya permasalahan yang disebabkan oleh program KIP yaitu salah sasaran dalam penggunaanya. Contoh salah seorang di universitas A tidak mendapat KIP, akan tetapi dia memenuhi kriteria persyaratan KIP dan ada seorang di universitas A dia mendapatkan KIP, akan tetapi dia dikatakan mampu secara finansial. Hal tersebut tidak sejalan dengan tujuan Program KIP yaitu untuk meningkatkan akses masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi untuk dapat melanjutkan pendidikan tinggi yang lebih merata, berkualitas, dan berkesinambungan sesuai dengan visi Presiden Jokowi untuk membangun SDM unggul. Namun pada kenyataannya masih banyak mahasiswa kurang mampu yang tidak menerima manfaat Program KIP, sehingga kesulitan dalam mengakses pendidikan tinggi akibat keterbatasan ekonomi.

Salah satu kendala pada program ini yaitu keterlambatan mendapatkan informasi mengenai pendaftaran dan alur KIP, sehingga terkendala dalam mengakses informasi tersebut dan daerah terpencil atau desa terkendala dalam akses internet. Seperti informasi KIPK pada tahun 2023, dimana tahun sekarang diterapkan 2 skema pada jalur SNBT yaitu :

1. Penerima KIP Kuliah Merdeka yang terpilih menerima bantuan berupa dana pendidikan dan biaya hidup sesuai kurun waktu yang telah ditentukan.

2. Penerima KIP Kuliah Merdeka yang terpilih hanya menerima bantuan berupa dana pendidikan saja sesuai kurun waktu yang telah ditentukan

Selain itu, ketersediaan kuota KIP kuliah merdeka ini terbatas pada setiap universitas, sehingga banyak mahasiswa yang tidak mendapatkan bantuan tersebut. Hal ini mengakibatkan akses pendidikan masih terbatas dan tidak sesuai dengan visi Presiden.

Siswa yang kurang mampu ingin melanjutkan pendidikan tinggi bisa mendaftar program KIP kuliah merdeka yang disediakan oleh pemerintah, bisa di akses pada laman https://kip-kuliah.kemendikbud.go.id/ . Pada laman tersebut memberikan informasi mengenai alur dan pendaftaran KIP. Seperti data siswa yang belum memiliki KIP atau orang tua/wali belum memiliki KKS, maka bisa tetap mendaftar untuk mengikuti program KIP Kuliah Merdeka asalkan memenuhi persayaratan tidak mampu secara ekonomi sesuai dengan ketentuan dan penerima KIP tidak boleh menikah.

Itulah informasi mengenai Program KIP kuliah merdeka dan permasalahan yang sering terjadi.

Daftar Pustaka

Puspapertiwi, E. R. (2023, February 10). KIP Kuliah Disebut Salah Sasaran karena Penerimanya Nonton Konser dan Beli Produk Elektronik, Kemendikbud Buka Suara Halaman all. Kompas.com. Retrieved April 8, 2023, from https://www.kompas.com/tren/read/2023/02/10/131500765/kip-kuliah-disebut-salah-sasaran-karena-penerimanya-nonton-konser-dan-beli

Republik Indonesia. (2021, March 26). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan » Republik Indonesia. Retrieved April 8, 2023, from https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2021/03/kip-kuliah-merdeka-akses-pendidikan-tinggi-semakin-merata-dan-berkualitas

Alya Syifa, Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image