Linking Verb: Pengertian, Cara Penggunaan dan Contoh Kalimatnya
Pendidikan dan Literasi | 2023-04-10 16:51:53
Linking verb atau kata kerja penghubung adalah konsep penting dalam tata bahasa Inggris. Sementara verb seperti walk atau jump mewakili tindakan, linking verb seperti be atau seem menambahkan lebih banyak detail ke subjek, seperti "The food seems delicious" atau "she is a student."
Secara formal linking verb adalah bagian penting dari bahasa apa pun, terutama dalam bahasa Inggris di mana kata kerja yang paling sering digunakan adalah, be. Dalam artikel ini, kita akan membahas dasar-dasar linking verb, menunjukkan cara menggunakannya, dan memberikan contoh linking verb. Sebelum itu, apa sih linking verb?
Apa itu linking verb
Tidak seperti kata kerja lainnya, linking verb tidak menunjukkan suatu tindakan—atau lebih tepatnya, satu-satunya tindakan yang mereka tunjukkan hanyalah keberadaan. jadi Linking verb itu kata kerja yang digunakan untuk mengidentifikasi kembali atau untuk menjelaskan subjeknya.
- She was sick yesterday. (Dia sakit kemarin.)
- The weather seems nice today. (Cuaca terlihat bagus hari ini.)
- She looks tired after working all day. (Dia terlihat lelah setelah bekerja seharian.)
Ini membuat linking verb berbeda dari jenis kata kerja lain seperti ditransitive verb, phrasal verb, atau impersonal verb, yang semuanya menjelaskan tindakan tertentu. Bahkan, kamu dapat mengkategorikan semua kata kerja menjadi dua kelompok, action verb dan linking verb. Namun, terkadang keduanya, tergantung bagaimana penggunaannya.
Linking verb menentukan subjek atau menambahkan lebih banyak detail tentangnya. Itu berarti kata kerja sensorik seperti appear, look, feel, smell, sound, atau taste dapat bertindak sebagai linking verb ketika mereka mendeskripsikan subjek.
- Dinner smells burnt. (Makan malam tercium terbakar.)
- The cat’s fur felt silky. (Bulu kucing terasa lembut seperti sutra.)
- The English online course seems good to me. (Kursus bahasa Inggris online tampak bagus bagi saya.
Sementara kata kerja be, become, dan seem selalu menjadi linking verb, beberapa kata kerja lain memiliki satu atau dua konteks tertentu di mana mereka bertindak sebagai linking verb.
Bagaimana menggunakan linking verb
Setiap kalimat memiliki dua bagian: subject dan predicate. Subject adalah noun yang melakukan tindakan kata kerja dan biasanya muncul di awal kalimat. Dengan kata kerja normal, predicate menggambarkan tindakan yang dilakukan oleh subjek, seperti contoh ini:
- Tamara went to the store.
Di sini Tamara adalah subjectnya, orang yang melakukan tindakan, dan went to the store adalah predicate nya. Kata kerja went, past tense dari irregular verb go, adalah action verb bila digunakan seperti ini. Prepositional phrase to the store juga merupakan bagian dari predicate karena menjelaskan di mana tindakan itu terjadi.
Namun, linking verb memiliki predicate khusus yang disebut subject complements yang tidak mendeskripsikan tindakan melainkan mendeskripsikan subjek. Secara khusus, ada dua jenis subject complement, atau dua jenis predicate, untuk linking verb:
1. Predicate nominative (predicate noun)
Yaitu ketika kata-kata yang mendeskripsikan subjek adalah noun atau noun phrase. Berikut contoh kalimatnya.
- At college, she became an athlete and a scholar.
2. Predicate adjective
Yaitu ketika kata-kata yang menjelaskan subjek adalah adjective atau adjective phrase. Coba liat contoh penggunaanya dalam kalimat.
- I was awake but still sleepy when the sun came up.
Ingatlah bahwa subject complement juga dapat menyertakan phrase sebagai bagian dari predicate nominative atau predicate adjective. Mari kita lihat sebuah contoh. . .
- They were hungry after a long workout.
Dalam kalimat ini, linking verb adalah was, past-tense plural dari be. Subject complement adalah predicate adjective yang berpusat pada adjective hungry. Prepositional phrase after long workout menjelaskan mengapa dan kapan mereka lapar, jadi itu juga bagian dari predicate adjective.
Peraturan untuk linking verb
1. Jangan gunakan adverb sebagai subject complement
Adverb menjelaskan verb dengan cara yang sama seperti adjective yang menjelaskan noun. Tapi subject complement menggambarkan subjek, yang merupakan noun, jadi kita menggunakan adjective, bukan adverb.
The runner is quickly. [SALAH]
The runner is quick. [BENAR]
Namun, adverb tidak apa-apa jika menjelaskan linking verb dan bukan subjeknya.
- He gradually became kinder and more compassionate.
- She hardly seems shy.
2. Dalam subject-verb agreement, linking verb cocok dengan subjek.
Dalam hal subject-verb agreement, linking verb masih cocok dengan subjeknya. Ini tetap berlaku meskipun subjeknya singular dan predicate nominative nya plural atau sebaliknya.
- The weirdest animal is giraffes.
- Giraffes are the weirdest animal.
Jika kalimatnya masih terdengar canggung, meskipun secara grammar sudah benar, kamu dapat mengulanginya.
- The weirdest animal is the giraffe.
Bagaimana cara mengidentifikasi linking verb?
Selain dari tiga linking verb utama (be, become, dan seem), beberapa verb dapat berupa linking verb atau action verb. Perbedaannya tergantung pada bagaimana mereka digunakan. Ini terutama ketika menyangkut kata kerja sensorik, yang bisa berupa keduanya.
Kata kerja adalah linking verb jika digunakan untuk mendeskripsikan subjek. Linking verb selalu memiliki subject complement setelahnya, jadi cari subject complement untuk menentukan apakah kalimat tersebut menggunakan linking verb.
- Liz looks great today.
Di sini, kata kerja look adalah linking verb karena menggambarkan penampilan Liz. kamu juga dapat mengidentifikasinya sebagai linking verb dengan subject complement great today, yang menjelaskan bagaimana penampilan Liz.
- Liz looks through the microscope
Di sini, kata kerja look adalah action verb, artinya, bukan linking verb. Ini menggambarkan tindakan yang dilakukan Liz, bukan Liz sendiri. Ungkapan through the microscope juga berkaitan dengan tindakan, menggambarkan di mana dia memandang.
Beberapa action verb umum memiliki satu atau dua arti khusus di mana mereka bertindak sebagai linking verb. Sering kali kata kerja ini muncul dengan kata lain tertentu untuk menandakan bahwa kata kerja tersebut digunakan sebagai linking verb. kamu akan terbiasa dengan kata-kata ini saat keterampilan grammar kamu meningkat, tetapi berikut adalah daftar singkat linking verb yang paling membingungkan untuk membantu kamu memulai.
Go adalah linking verb ketika yang berarti become.
- The dog goes wild if she stays indoors too long.
- The fruit went bad because it was old.
Fall adalah linking verb ketika berbicara tentang penyakit atau digunakan dengan kata silent.
- I’m afraid they have fallen ill.
- At once, the room fell silent.
Prove adalah linking verb yang artinya "menunjukkan kualitas tertentu," tetapi itu adalah action verb dengan makna yang lebih umum, "menunjukkan dengan bukti."
- [linking verb] The theory proved true after experimentation.
- [action verb] The trial proved his innocence.
Act adalah linking verb ketika membahas perilaku atau sikap seseorang tetapi menjadi action verb ketika membahas akting dramatis seperti di film atau drama.
- [linking verb] Why do you act suspicious when I mention him?
- [action verb] He acts in the local theater group on weekends.
Come, grow, get dan turn adalah linking verb saat digunakan untuk menunjukkan perubahan.
- My belt came loose so I made a new hole.
- He grew tired of the mind games.
- We get bored waiting for the after-credits scenes.
- His hair turned gray, but he’s not any wiser.
Remain dan stay adalah linking verb ketika digunakan dalam arti "terus menjadi seperti ini," tetapi mereka adalah action verb ketika mereka menggambarkan tidak bergerak.
- [linking verb] They remained angry the entire car ride.
- [action verb] They remained in the auditorium after everyone left.
Keep juga merupakan linking verb ketika itu berarti "terus menjadi seperti ini," tetapi itu adalah action verb dalam arti kepemilikan atau kepemilikan yang lebih umum.
- [linking verb] Keep calm and carry on.
- [action verb] She keeps a glass of water by her bed.
Contoh linking verb umum
Linking verbs permanen
- be
- become
- seem
Linking verbs sensorik
- appear
- feel
- look
- smell
- sound
- taste
Linking verbs bersyarat
- act
- constitute
- come
- equal
- fall
- get
- go
- grow
- keep
- prove
- remain
- stay
- turn
Begitulah penjelasan tentang linking verb berikut cara penggunaanya dalam kalimat Bahasa Inggris. Materi ini bisa dibilang sebagai salah satu materi dalam bahasa Inggris yang harus kamu pahami agar nantinya kamu bis mengembangkan skill bahasa Inggrismu.
Masih banyak materi Bahasa Inggris yang perlu kamu ketahui, kamu bisa mencari lembaga kursus bahasa Inggris online, di sana kamu bisa pilih kelas sesuai dengan kebutuhan kamu sehingga mendapatkan materi yang efektif. Ditambah dengan metode belajar yang hanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya, akan sangat membantu dalam membantu pembelajaran dengan cepat.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
