Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Najmuddin Saifullah

Perhatikan Betul Asal Makanan Kita!

Agama | Wednesday, 25 Jan 2023, 06:13 WIB

Allah memerintahkan kepada kita untuk mengkonsumsi makanan halal tayyib sebagaimana tertulis dalam surat al-baqarah ayat 168:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Persoalan makanan penting untuk diperhatikan karena makanan adalah benda yang masuk ke perut dan menjadi nutrisi bagi seluruh tubuh. Ingatkah kita, dosa pertama yang dilakukan oleh manusia disebabkan oleh makanan? Ketika nabi Adam tidak bisa digoda oleh iblis dengan cara apapun, namun pada akhirnya mengikuti kata-kata iblis untuk memakan buah khuldi dengan janji mendapat kekekalan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi kita untuk memperhatikan apa yang masuk ke dalam perut. Karena dengan makanan, hal baik dan buruk bisa terjadi, sebagaimana dua kisah berikut:

Karena mengkonsumsi yang tidak halal

Imam al-Haramain al-Juwaini adalah seorang ulama masyhur yang bermazhab syafi’i. Pernah suatu ketika ia mengalami kesulitan bicara/terbata-bata dalam berdebat. Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi muridnya, kenapa bisa terjadi? Kemudia Imam al-Haramain bercerita tentang masa kecilnya. Ketika masih usia menyusu kepada ibunya, ayah dari al-Haramain mewanti-wanti betul kepada istrinya untuk menjaga apa yang dikonsumsi oleh anaknya. Anaknya harus disusui oleh ibunya langsung. Akan tetapi pada suatu hari ketika ibunya sedang memasak di rumah, al-Haramain menangis dan saat itu ada budak tetangganya di sana. Spontan saja budak tersebut menyusuinya untuk meredakan tangis. Ketika mengetahui hal itu, ayah al-Haramain langsung membalik badan al-Haramain dengan tujuan asi yang telah masuk bisa keluar kembali. Namun, tentu saja masih ada sisa asi yang tertinggal di perutnya. Ayah al-Haramain melakukan hal tersebut karena asi budak tetangganya bukanlah haknya dan tidak boleh masuk ke perut anaknya. Imam al-Haramain ketika merasa gagap ketika bicara, akan ingat kembali dengan kisah masa lalunya dan mengatakan bahwa kegagapan itu terjadi karena sisa asi dari budak tetangganya. Padalah saat itu ia masih bayi dan tidak tau apa yang ia konsumsi. Dari kisah sini terdapat pelajaran agar kita harus berhati-hati dan memperhatikan makanan yang akan diberikan untuk istri dan anak kita. Karena dampak dari makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh dalam kehidupan kedepannya.

Karena memperhatikan makanan halal

Sa’ad bin Abi Waqash disebut sebagai sahabat yang doanya mustajab, selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Tidak hanya doa baik, doa buruk yang ia panjatkan untuk seseorang juga dikabulkan. Ketika menjabat sebagai pemimpin di wilayah Kufah, Sa’ad pernah difitnah oleh Usamah bi Qatadah. Ia difitnah tidak adil dalam menetapkan hukum dan melaksanakannya dengan batil. Fitnah ini tersebar dan akhir sampai ke teling Umar Bin Khattab yang saat itu menjabat sebagai khalifah. Umar mengirim utusan untuk mengklarifikasi hal ini dengan mewawancarai penduduk Kufah. Hasilnya adalah semua orang yang ditanya bersaksi bahwa Sa’ad adalah pemimpin yang baik dan adil. Fitnah yang dilakukan oleh Usamah ini akhirnya sampai juga ke telinga Sa’ad. Kemudian Sa’ad mendoakan agar Usamah diberi umur panjang dan mendapatkan cobaan. Allah mengabulkan doanya terbukti ketika Usamah sudah tua renta ia berkata bahwa ia terkena doanya Sa’ad. Ia menjadi berumur panjang sampai tua dan mengalami kebutaan.

Sahabat pernah bertanya kepada Sa’ad tentang alasan doanya selalu dikabulkan oleh Allah SWT. Ia menjawab ‘aku selalu memperhatikan dari mana asal makanan yang aku makan’. Makanan yang halal dan tayyib akan memberi dampak yang luar biasa kepada tubuh. Sehingga, perhatikan kembali semua makanan sebelum kita masukkan ke mulut. Dicek dari mana asalanya dan apa kandungan zatnya. Terlebih makanan tersebut juga kita berikan kepada keluarga, tentu harus dipastikan kehalalannya.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image