Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Ilham Hanafi

Pengaruh Nilai Tukar (KURS) Dan Suku Bunga (BI RATE) Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Bisnis | Thursday, 08 Dec 2022, 12:12 WIB

Krisis ekonomi di Indonesia sudah terjadi pada tahun 1998 lalu di ikuti dengan krisis ekonomi di tahun 2008 yang melanda di seluruh dunia, salah satu yang terkena dampaknya adalah Indonesia, dampak dari krisis tersebut berpengaruh negatif terhadap perkonomian negara. Krisis ekonomi diperparah saat pertama kali virus Covid-19 masuk ke Indonesia karena adanya situasi Lockdown perekonomian negara makin melemah karena adanya situasi tersebut beberapa perusahaan mengalami penurunan pendapatan dan dan karena hal tersebut perusahaan tersebut mengurangi sebagian karyawan.

Dampak yang terjadi adalah melemahnya nilai tukar (kurs) dan fluktuasi tingkat suku bunga (BI-7DRR). Hal ini dapat mempengarruhi harga saham dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sehingga pasar modal indonesia mengalami penurunan (Kartikaningsih et al., 2020). Pandemi Covid-19 tidak hanya melanda kesehatan warga dunia. Wabah ini juga menyerang perekonomian global hingga ke Indonesia. Adanya wabah Covid-19 juga mempengaruhi indeks harga saham gabungan (IHSG) dimana para investor mengunakan indeks harga saham gabungan (IHSG) untuk menjadi parameter tingkat pertumbuhan ekonomi disuatu negara dan perkembangan investasi disuatu negara. IHSG merupakan indeks yang menunjukan perkembangan harga-harga saham di Bursa Efek Indonesia (BIE) (Widayanti et al., 2017).

Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan indeks harga saham adalah nilai tukar menurut (Hadi, 2015:11) Nilai tukar atau disebut juga kurs valuta dalam berbagai transaksi ataupun jual beli dari transaksi jual beli barang dan jasa dengan negara lain terdapat perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut dan inilah tercipta nilai tukar atau kurs yang terdiri dari kurs jual, kurs beli, dan kurs tengah, Sedangkan menurut (Amrillah, 2016, p. 234) nilai tukar (Kurs) merupakan variabel makro ekonomi yang turut mempengaruhi volatilitas harga saham. Depresiasi mata uang domestik akan meningkatkan volume ekspor.

Bila permintaan pasar internasional cukup elastis hal ini akan meningkatkan cash flow perusahaan domestik yang kemudian meningkatkan harga saham yang tercermin pada IHSG. Dampak wabah Covid-19 juga mempengaruhi BI Rate. BI Rate adalah suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia dan diumumkan kepada publik. BI Rate diumumkan oleh Dewan Gubernur Bank Indonesia setiap Rapat Dewan Gubernur bulanan dan di implementasikan pada operasi moneter yang dilakukan Bank Indonesia melalui pengelolaan likuiditas (liquidity management) di pasar uang untuk mencapai sasaran operasional kebijakan moneter.

Menurut Raharjo dan Elida (2015:43) “BI rate adalah suku bunga kebijakan BI yang mencerminkan sikap (stance) kebijakan moneter yang ditetapkan oleh BI. BI rate diumumkan kepada masyarakat agar masyarakat dapat menjadikan acuan di dalam mengambil langkah-langkah di bidang ekonomi”

Berdasarkan tabel diatas pada bulan Januari 2020 kurs mengalami di angka 13.482 namun pada saat pertama kali virus Covid-19 tepatnya di bulan maret kurs mengalami fluktuasi ekstrim hingga mencapai angka 16.367 sampai bulan juni 2021 kurs di angka 14.496 dapat di simpulkan sebelum masuknya virus Covid-19 kurs masih stabil akan tetapi pada saat terkonfirmasinya virus Covid-19 di Indonesia kurs mengalami fluktuasi ekstrim, sama halnya suku bunga juga mengalami fluktuasi ekstrim di mana awal bulan Januari 2020 suku bunga di angka 5% akan tetapi di bulan maret 2020 suku bunga mengalami penurunan sebesar 4,5% sampai bulan juni 2021 suku bunga masih mengalami penurunan di angka 3,5% dapat di simpulkan bahwa adanya penurunan tersebuh investor lebih memilih alternatif lain untuk berinvestasi dengan imbalan yang lebih tinggi karena hal itu dapat mempengaruhi indeks harga saham gabungan (IHSG).

IHSG adalah satu-satunya komponen penting yang wajib digunakan dalam untuk memantau pergerakan harga saham di Indonesia. Para investor biasanya menggunakan parameter dalam IHSG untuk membaca perkembangan harga dan menjadikan acuan pada portofolio. Menurut (Zulbiadi Latief ,Analis.co.id, 2018): “IHSG adalah indeks untuk seluruh saham yang diperdagangkan di BEI, yang mencerminkan trend pergerakan dan nilai ratarata keseluruhan saham dari emiten yang ada di Indonesia.”

Kurs dan fluktuasi suku bunga, pada bulan maret IHSG menyuntuh angka 4538,93 yang sebelumnya pada awal tahun masih di level 6300. IHSG mengalami penurunan terus terjadi penurunan ataupun kenaikan yang dikarenakan perubahan pada setiap hargasaham yang terdaftar di bursa saham .Data IHSG tersebut menunjukkan adanya fluktuasi di setiap bulannya terlebih dikarenakan adanya Virus Covid-19 yang masuk ke Indonesia. Sebelum terkonfirmasi COVID-19 pertama di Indonesia, IHSG berada pada level 6.244 (24 Jan) melemah ke 5.942 (20 Feb 20) dan terkoreksi lagi ke level 5.361 (2 Maret 20).

Pada 12 Maret 20, saat WHO mengumumkan pandemi, IHSG jatuh 4,2 persen menjadi 4.937 ketika sesi Kamis dibuka, yang merupakan level yang tidak pernah terjadi selama hampir empat tahun terakhir. Pada 13 Maret 20, perdagangan saham dihentikan untuk pertama kalinya sejak 2008 karena pandemi Covid-19. Perekonomian memang salah satu yang paling berdampak pada covid-19. Untuk itu, perlu dilakukan analisis secara mendalam mengenai dampak pandemi Covid-19 terhadap pergerakan nilai tukar (kurs) Rp/US$ dan suku bunga (BI-7DRR) terhadap IHSG

Nilai tukar rupiah/kurs berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan Januari sampai bulan Juni tahun 2021, sehingga H1 diterima. Suku Bunga BI (BI7DRR) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada bulan Januari sampai bulan Juni tahun 2021, sehingga H2 diterima.

Nilai tukar rupiah/kurs dan Suku Bunga BI (BI7DRR) berpengaruh signifikan terhadap terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BursaEfek Indonesia (BEI) pada bulan Januari 2020 - Juni tahun 2021, sehingga H3 diterima. Variabel nilai tukar dan suku bunga (BI7DRR) menjelaskan variabel IHSG sebesar 71.1%, sedangkan sisanya 28.9% dipengaruhi oleh variabel lain.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image