Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang

Kebijakan Keimigrasian Terbaru Bantu Industri Pariwisata dan Film Internasional

Info Terkini | Wednesday, 30 Nov 2022, 10:19 WIB
Alexandra Gottardo sebut kebijakan terbaru imigrasi bantu industri pariwisata dan film internasional / Humas Imigrasi Semarang

BATAM - Peluncuran kembali layanan Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan (Multiple EntryVisa) di Kepulauan Riau pada Senin (28/11/2022) mendapatkan tanggapan positif dari para pebisnis global dan ekspatriat yang bergerak di sektor pariwisata dan investasi. Alexandra Gottardo, aktris kelahiran Malang yang juga diaspora, memberikan pandangannya tentang 4 (empat) kebijakan yang diberlakukan imigrasi.

“Beberapa kebijakan Imigrasi yang terbaru sangat bagus karena mendukung peningkatan sektor pariwisata dan industri perfilman internasional, khususnya di Batam. Dengan kebijakan e-VoA misalnya, WNA jadi lebih mudah untuk apply visa on arrival. Cukup lewat smartphone saja,” ujar Alexandra.

Ia juga menilai, pemberlakuan kembali Visa Kunjungan Beberapa Kali Perjalanan membuka peluang pebisnis dan calon investor dari luar negeri untuk dapat melakukan peninjauan dan pertemuan dalam rangka menjajaki potensi investasi di Indonesia. Kebijakan Second Home Visa yang baru-baru ini diperkenalkan melalui coaching clinic di Kawasan Nongsa, Batam juga memberikan kemudahan bagi Warga Negara Asing menengah ke atas untuk bisa tinggal lama di Indonesia dan mengembangkan bisnisnya, yang pada akhirnya dapat membukakan lapangan pekerjaan baru.

 

Alexandra juga mengapresiasi penyederhanaan pengurusan izin tinggal yang kini menjadi 1-3 hari kerja. Menurutnya, pengurusan administrasi yang minim hambatan sangat meringankan bagi investor asing yang sudah senior dan telah tinggal di Indonesia selama puluhan tahun.

“Saya lihat juga program paspor berlaku 10 tahun itu juga sangat disukai oleh masyarakat Indonesia, baik yang berada di dalam dan di luar negeri. Termasuk program layanan Immigration on Shipping (IOS) untuk cruise atau kapal-kapal pesiar mewah dan yacht. Ini akan mendongkrak pariwisata kita dan bisnis pembuatan film di dalam negeri,” tuturnya.

Sementara itu, CEO Nongsa Digital Park, Mike Wiluan menyebutkan bahwa Second Home Visa dan Multiple Entry Visa akan berdampak positif bagi masuknya talenta global di bidang perfilman ke Indonesia. Senada dengan Mike, pebisnis asal Skotlandia Jim dan Jackie menyambut sangat baik kebijakan Second Home Visa. Keduanya telah tinggal di Indonesia sejak tahun 1994.

“Kami sangat senang dan ini adalah kebijakan yang bagus, kami sudah lama tinggal di Indonesia dan memang berencana untuk menghabiskan masa tua kami di sini. Oleh karena itu, Second Home Visa benar-benar memfasilitasi kebutuhan dan kegiatan kami”, ungkap keduanya.

Graham, WNA asal Australia yang sudah tinggal dan berinvestasi di Indonesia sejak 1997 mengaku antusias dengan kebijakan Second Home Visa.

“Saya bahkan ingin segera mengajukan untuk Second Home Visa. Saya bersemangat dengan kebijakan ini karena ingin tinggal dan memiliki kehidupan di Indonesia. Saya rasa kebijakan ini bisa berkontribusi dengan baik untuk perekonomian negara ini,” tandasnya.

"Kita banyak sekali aktris-aktris asing dari berbagai negara untuk produksi film di Infinite Studios Batam yang berlokasi di Nongsa Digital Park. Jumlahnya bisa mencapai ratusan talent dari berbagai mancanegara. Oleh karena itu, keberadaan kebijakan-kebijakan keimigrasian tersebut bisa mendorong potensi perkembangan ekonomi yang ditawarkan industri film berkelas internasional di sini," ujar Mike.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Widodo Ekatjahjana optimis bahwa kebijakan-kebijakan dan layanan strategis Imigrasi di bidang visa dan izin tinggal akan berkontribusi signifikan untuk peningkatan pendapatan negara dari sektor pariwisata, investasi dan bisnis di dalam negeri.

“Dukungan dan sinergitas kebijakan sektoral dengan BKPM, Kemenaker, Kepariwisataan, Kementerian Agraria BPN/ATR, dan K/L lain serta pemerintah daerah, sektor keuangan, pelaku bisnis di dalam dan luar negeri sangat kita harapkan sehingga kita dapat lebih optimal untuk menarik investor miliader, wisatawan-wisatawan bonafide dan pebisnis global ke dalam negeri," tandas Widodo.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar
 

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image