Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Didi Rosadi

Selayang Pandang Strategi Pembelajaran Sosial Emosional di Sekolah

Guru Menulis | Tuesday, 29 Nov 2022, 00:12 WIB
Poto : Pembelajaran Sosial Emosional secara Eksplisit.

Mengingat kembali ruang kelas dengan berbagai pernak-pernik yang melengkapinya, kurikulum, sarana, model, media dan peserta didik. Dalam membangun relasi dengan peserta didik, seorang pendidik professional harus memiliki empat kompetensi guru : kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial dan kompetensi professional.

Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan kerja dan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru (Mukhtar & Iskandar :2010). Salah satu pactor yang mempengaruhi kompetensi sosial seorang guru dapat dipengaruhi oleh kecerdasan emosional, mampu mengelola dan menempatkan semua prilakunya sesuai dengan konteks keberadaan. Mampu mengenali perasaan sendiri dan orang lain, memotivasi dan mengelola emosi dengan baik. Secara emosional, seorang guru harus tuntas dengan dirinya sendiri, sehingga mampu mentransfer kedalaman kecerdasan emosional terhadap peserta didiknya.

Poto : Pembelajaran Sosial Emosional secara Eksplisit

Untuk menginternalisasi kecerdasan social terhadap peserta didiknya, seorang pendidik harus mampu menerapkan proses pembelajaran social emosional di dalam maupun di luar kelas. Seperti yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara bahwa pendidik merupakan penuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya. Proses pembelajaran bukan hanya menebalkan kemampuan akademik, akan tetapi memberikan makna terdalam dari semua peristiwa yang dilakukan, membentuk pondasi kepada mereka untuk sukses di semua area kehidupan.

Proses pembelajaran sosial emosional tidak bisa dilakukan sendiri, akan tetapi membutuhkan team yang solid, digerakan secara kolaboratif oleh semua komunitas sekolah untuk menciptakan iklim yang tepat agar memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional agar dapat:

1. Memahami, menghayati, dan mengelola emosi (kesadaran diri)

2. Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri)

3. Merasakan dan menunjukkan empati kepada orang lain (kesadaran sosial)

4. Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (keterampilan berelasi)

5. Membuat keputusan yang bertanggung jawab. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab)

Poto : Pembelajaran Sosial Emosional Terintegrasi

Kesadaran Diri, kemampuan untuk memahami perasaan, emosi, dan nilai-nilai diri sendiri, dan bagaimana pengaruhnya pada perilaku diri dalam berbagai situasi dan konteks kehidupan. Manajemen Diri, Kemampuan untuk mengelola emosi, pikiran, dan perilaku diri secara efektif dalam berbagai situasi dan untuk mencapai tujuan dan aspirasi. Kesadaran Sosial, kemampuan untuk memahami sudut pandang dan dapat berempati dengan orang lain termasuk mereka yang berasal dari latar belakang, budaya, dan konteks yang berbeda-beda. Keterampilan Berelasi, kemampuan untuk membangun dan mempertahankan hubungan-hubungan yang sehat dan suportif. Pengambilan Keputusan yang Bertanggungjawab, kemampuan untuk mengambil pilihan-pilihan membangun yang berdasar atas kepedulian, kapasitas dalam mempertimbangkan standar-standar etis dan rasa aman, dan untuk mengevaluasi manfaat dan konsekuensi dari bermacam-macam tindakan dan perilaku untuk kesejahteraan psikologis (well-being) diri sendiri, masyarakat, dan kelompo

Proses pembelajaran sosial dan emosional dilakukan di sekolah baik secara ekplisit maupun terintegrasi dalam proses pembelajaran di setiap mata pelajara, membentuk peserta didik yang tahu diri dan lingkungannya, mengurangi stress, memiliki perasaan tenang, jernih dan focus yang memunculkan kesejateraan psikologis. Pada situasi yang seperti ini, maka akan tercipta suasana yang aman, nyaman untuk tumbuh kembangnya kemampuan peserta didik. Implementasi Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) dapat dilakukan dengan empat strategi: secara spesifik dan eksplisit, dalam praktik mengajar guru dan gaya interaksi dengan murid, mengubah kebijakan dan ekspektasi sekolah terhadap murid dan mempengaruhi pola pikir murid tentang persepsi diri, orang lain dan lingkungan.

Kesedaran penuh dalam proses pembelajaran seosial emosional menjadi pondasi yang sangat urgen, karena terkadang peserta didik kita terlalu disibukan dengan berbagai aktivitas yang harus diikuti. Kesadaran penuh sebagai satu situasi dimana peserta didik memberikan perhatian secara sadar akan situasi kenian, tidak dihantui rasa menyesal akibat masa lalu atau dihantui kekhawatiran karena masih abu-abunya masa depan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Berita Terkait

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image