Dampak Mobil Kilometer Tinggi pada Mobil Bekas Menurut Otoklix

Image
David Richards
Gaya Hidup | Tuesday, 22 Nov 2022, 10:45 WIB
otogajian dari otoklix.

Harga mobil dalam kondisi baru masih tergolong mahal. Solusinya, banyak calon konsumen membeli mobil bekas karena harganya cukup terjangkau. Namun, salah satu masalah yang ada pada mobil bekas adalah jarak tempuh atau kilometernya tinggi. Hal ini pasti muncul dampak mobil kilometer tinggi. Lantas, apa saja dampaknya? Berikut adalah ulasan lengkapnya dari website otomotif www.otoklix.com.

1. Turun mesin

Dampak mobil kilometer tinggi yang pertama pada mobil bekas yakni turun mesin. Ini adalah perbaikan yang paling banyak dihindari pemilik mobil. Pasalnya, harga untuk perbaikannya sendiri memakan biaya antara Rp2 juta sampai Rp5 juta.

2. Body mobil banyak yang rusak

Mobil dengan kilometer tinggi identik dengan kendaraan harian atau selalu digunakan sehari-hari baik ke kantor maupun jalan-jalan. Tak heran jika tampilan eksterior pada mobil seperti ini kualitasnya sudah tidak baik karena sering terpapar sinar matahari dan terkena air hujan.

3. Interior memudar

Selain eksterior, bagian interior pada mobil yang sering digunakan sehari-hari juga bakal memudar. Misalnya pada komponen kemudi dan jok yang warnanya tidak sama dengan mobil baru.

4. Banyak komponen yang harus diganti

Dampak mobil kilometer tinggi pada mobil bekas berikutnya adalah pemilik kendaraan harus mengganti atau memperbaiki beberapa komponen mobil. Hal ini lantaran mobil kerap melakukan perjalanan jarak jauh atau rutin. Sehingga komponen-komponen tersebut termakan usia.

Promo Ganti Oli OTOGAJIAN dari Otoklix

Saat ini Otoklix tengah mengadakan promo OTOGAJIAN agar ganti oli di akhir bulan seperti ini jadi makin hemat dan Oli dijamin ori! Gunakan kode promo OTOGAJIAN dan dapatkan DISKON 10% tanpa minimum pembelian. Gratis filter oli + jasa pasang. Periode booking: 25 November 2022 - 4 Desember 2022 dan Periode servis: maksimal hinggal 30 hari setelah pembelian.

5. Biaya tinggi

Selain dari kondisi mesin, eksterior dan interior mobil dampak yang pasti dari membeli mobil dengan kilometer tinggi adalah pengeluaran biaya tambahan untuk perbaikan atau perawatan. Sebab, pastinya kamu bakal memperbaiki beberapa komponen atau suku cadang untuk mengembalikan performa mesin. Juga perawatan tambahan untuk meminimalisir risiko kerusakan berat lainnya.

Kenali juga dampak positif mobil kilometer tinggi

Meski membeli mobil dengan kilometer tinggi memiliki dampak negatif, ternyata ada sisi positif yang harus dicermati calon pembeli. Ternyata, dampak mobil kilometer tinggi tidak selalu negatif. Berikut uraiannya.

1. Harganya murah

Dampak mobil kilometer tinggi pada mobil bekas umumnya akan dijual lebih murah dibanding mobil usia muda. Hal ini pastinya menguntungkan dari sisi pembeli karena bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk perawatan mobil tersebut.

2. Perawatan baik

Mobil km tinggi kebanyakan dipakai untuk aktivitas harian. Sebagai kebutuhan mobilitas sehari-hari sudah pasti perawatannya pun lebih diperhatikan dibanding mobil km rendah yang ada di garasi.

3. Kelengkapan surat-surat

Mobil dengan jarak tempuh tinggi adalah mobil untuk mobilitas harian. Karena fungsinya itu maka dipastikan surat dan berkasnya pun lengkap.

Jarak tempuh ideal mobil

Saat akan membeli mobil bekas, pasti orang akan menanyakan berapa kilometer jarak yang sudah ditempuh mobil tersebut. Seperti diketahui, ukuran jarak tempuh yang normal untuk mobil-mobil di Indonesia adalah 15.000-20.000 km per tahun. Angka tersebut untuk penggunaan normal atau mobil pribadi dipakai sehari-hari.

Cara mengecek mobil bekas kilometer tinggi

Cara paling mudah untuk melihat kondisi mobil bekas dengan kilometer tinggi yakni melihat odometernya. Tapi, masih ada oknum yang mencoba merubah angka pada odometer supaya nomor kilometer mobil tersebut rendah. Agar tidak terjebak saat membeli mobil bekas km tinggi, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Cek riwayat servis

Cara pertama agar terhindari dari membeli mobil kilometer tinggi adalah dengan menanyakan sejarah perawatan mobil. Tanyakan kapan jadwal terakhir mobil tersebut masuk bengkel resmi dan perhatikan kapan terakhir kali mobil mendapat servis rutin. Bila di riwayat terakhir servis tertera angka 80.000 km dan angka tersebut berbeda dengan yang ada di odometer, kemungkinan besar angka tersebut sudah dipalsukan.

2. Periksa bagian interior

Mobil yang dipakai sehari-hari bisa dengan mudah terdeteksi dari kondisi interiornya. Misalnya bagian setir sudah agak licin dan pudar. Bagian jok kemudi juga sudah mengempis atau ambles. Ketika kamu melihat kondisi interior seperti ini patut dicurigai mobil ini sudah berjarak tempuh tinggi.

3. Cek kondisi ban

Ketika pedagang mobil mengklaim mobil usia muda, atau dibilang jarak tempuhnya masih sekitar 20.000 km, perhatikan bagian bannya. Lihat bagian kode produksinya, apakah memakai produk baru atau tidak. Jika ban berkode produksi baru maka kemungkinan besar mobil tersebut kilometer tinggi.

Tips membeli mobil bekas

Selain mempertimbangkan jumlah kilometer, ada juga hal lain yang perlu diperhatikan saat membeli mobil bekas.

1. Tanyakan komponen yang sudah diganti

Tanyakan kepada penjual komponen-komponen apa saja yang sudah diganti. Pastikan komponen tersebut sudah memenuhi standar pabrikan. Jangan sampai kamu menyesal karena telat mengetahui kalau komponen tersebut diganti dengan yang kualitasnya kurang baik.

2. Jangan beli mobil bekas tabrakan maupun banjir

Periksa semua komponen mobil dengan cermat dan apakah ada bekas perbaikan tabrakan atau indikasi mobil terkena banjir. Jika kerusakan sebelumnya sudah terlalu parah, mobil berpotensi bakal rusak di kemudian hari.

3. Jangan tergoda harga murah

Ada harga maka ada kualitas. Jangan sampai kamu membeli mobil asal murah tanpa tahu riwayat mobil tersebut. Harga yang jauh dari pasaran menjadi indikasi mobil itu bekas tabrakan atau bekas banjir.

4. Bawa mekanik sendiri

Kalau kamu tidak paham akan sebuah kendaraan terutama mobil, sebaiknya ajak teman atau kerabat yang mengerti soal mobil. Kamu bisa juga membawa mekanik ahli untuk mengecek mobil yang akan kamu beli.

5. Jangan buru-buru membeli

Sebaiknya jangan buru-buru membeli mobil bekas tanpa tahu seluk beluknya. Cobalah untuk membandingkan beberapa mobil sebelum kamu memutuskan untuk membelinya.

Itulah sejumlah dampak mobil kilometer tinggi pada mobil bekas yang ingin dibeli. Jika sudah terlanjur membeli mobil bekas, sebaiknya langsung dibawa ke bengkel tune up mobil terdekat guna mendapatkan perawatan maksimal seperti di Otoklix.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Islamofobia dan Wanita-Wanita Muslim

Image

Lapas Narkotika Purwokerto Jalin Kerjasama dengan Kantor Pos Indonesia Cabang Purwokerto

Image

Trash-Talk dalam Dunia Game Online

Image

Kaum Feminisme dalam Cengkraman Patriarki

Image

MAdinah Iman Wisata Serahkan Donasi Bantu Korban Gempa Cianjur

Image

Menebak-nebak Rambut Putih Pak Jokowi, Menggiring atau Memancing?

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image