Contoh dan Cara Menulis Alamat Pengiriman Paket Sesuai Standar Ekspedisi
Eduaksi | 2022-11-20 11:51:36Sebenarnya tidak ada aturan standar tentang cara menulis alamat paket daro berbagai macam ekspedisi.
Akan tetapi yang menjadi standar di hampir seluruh ekspedisi menunjukan yang penting dalam penulisan alamat paket itu adalah ketika dapat dibaca dengan jelas dan selengkap mungkin.
Namun pada kenyataannya, masih banyak orang yang menulis alamat paket yang tidak lengkap dan sulit dibaca oleh pemeriksa sehingga menyulitkan pengirim paket untuk bekerja.
Maka dari itu, jika anda kurang hati-hati dalam menulis alamat paket, ada resiko kesasar jauh saat pengiriman dilakukan.
Kali ini kita akan mencoba membahas format penulisan paket yang tepat karena penulisan alamat paket sangatlah penting, serta berbagai tips sebelum mengirim paket yang bisa dilakukan.
Format Penulisan Alamat Penerima Paket
Mengirim barang dari satu daerah ke daerah lain menggunakan kurir, penulisan alamat penerima melalui pos pada dasarnya terdiri dari 3 poin berikut.
Nama Lengkap Penerima
Tuliskan alamat penerima selengkap mungkin mulai dari nama jalan hingga provinsi dengan detail.
Anda juga dapat menambahkan alamat lain, misalnya berupa tempat (rumah) atau kantor.
Beberapa poin yang berkaitan dengan alamat seperti berikut:
1. Nama Jalan.
2. Nama Tempat.
3. No Rumah.
4. Keterangan RT dan RW.
5. Nama Dusun/Desa/Kelurahan.
6. Nama Kecamatan.
7. Nama Kota/Kabupaten.
8. Nama Provinsi.
9. Kode Pos.
Nomor Telepon/Hp Penerima
Masukkan nomor telepon yang dapat dihubungi agar kurir dapat menghubungi penerima saat paket dikirimkan.
Jika diperlukan, nomor WhatsApp penerima dapat anda bagikan lokasinya dengan perusahaan pengiriman (kurir) sehingga memudahkan pelacakan pengiriman saat barang mulai diantar.
Contoh format penulisan alamat penerima paket adalah seperti ini:
Penerima:
Afiqurrahman (Cak Afiq)
Jl.Kenanga No 37, RT 004, RW 036, Desa Pabian, Kecamatan Pabian, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos 65166
Nomor Telp: 0821 xxxx xxxx.
Format Penulisan Alamat Pengirim Paket
Secara umum format alamat pengirim paket sama dengan format alamat penerima paket.
Pada saat pengiriman paket melalui kurir juga harus dicantumkan alamat pengirim yang sangat berguna jika alamat penerima tidak ditemukan agar paket dapat dikembalikan ke alamat pengirim.
Berikut hal-hal yang harus dimiliki/ada saat menulis alamat pengirim paket:
Nama Lengkap/Nama Toko Pengirim
Jika paket berisi barang belanja online cantumkan nama lengkap pengirim dan nama toko.
Alamat Lengkap Pengirim
1. Nama Jalan.
2. Nama Tempat.
3. No Rumah.
4. Keterangan RT dan RW.
5. Nama Dusun/Desa/Kelurahan.
6. Nama Kecamatan.
7. Nama Kota/Kabupaten.
8. Nama Provinsi.
9. Kode Pos.
Nomor Telepon/Hp Pengirim
Biasanya pihak kurir akan menghubungi pihak pengirim untuk memastikan apakah alamatnya tidak tersedia atau ada hal lain terkait masalah pengiriman paket.
Atau bisa jadi penerima mungkin tidak dapat dihubungi atau penerima mungkin telah pindah ke luar negeri sesuai alamat yang tertera pada paket.
Berikut contoh format penulisan alamat pengirim paket:
Pengirim:
Anjani Store
Jl.Kerawangjati No 19, RT 001, RW 003, Desa Mancungan, Kecamatan Sarangan Waringin, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Kode Pos 17540
Nomor Telp: 0821 xxxx xxxx.
Cara Menulis Alamat Paket Packing Kardus/Box
Seperti yang diketahui, tidak hanya dokumen yang bisa dikirim, berbagai jenis barang pun juga bisa dikirim menggunakan jasa pengiriman.
Anda dapat mengirimkan beberapa item dalam satu kotak atau karton.
Caranya tidak jauh berbeda dengan penulisan alamat amplop untuk file dokumen perbedaannya hanya pada letak penulisannya saja.
Cara menulis alamat paket, terutama yang jenis packing kardus yaitu tulisan alamat terletak di atas kardus dengan posisi di pojok kiri atas diisi alamat penerima, sementara di pojok kiri bawah ditulis alamat pengirim.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
