Cigowong Mata Air Peninggalan Belanda
Wisata | 2022-10-23 08:59:43
Di Majalengka ada satu destinasi wisata sejarah yang unik yaitu Cigowong wujudnya berupa mata air peninggalan Belanda.
Dulut tempat ini adalah salah satu tempat persembunyian tentara belanda, namun sekarang berubah menjadi tempat wisata sebelum tempat ini viral jalan menuju ke Cigowong terbilang jauh untuk di tempuhjalur menuju mata air peninggalan Belanda ini sulit dijangkau.Tidak ada akses menggunakan roda dua apalagi roda empat dan harus dilakukan dengan berjalan kaki yang medannya cukup berbahaya karena melewati hutan, pesawahan, jalan yang curam dan licin.
Setibanya di lokasi pengunjung dapat di manjakan dengan suara burung, pepohonan yang lebat yang mengelili lokasi matai air cigowong dan udara yang sejuk
Meski bangunannya tua dan belum pernah dilakukan perbaikan, tetapi sumber mata air tersebut berfungsi dengan baik hingga sekarang, termasuk untuk kebutuhan irigasi sawah, serta masyarakat yang menggunakan mata air tersebut.
Ketika pengunjung mendekati kesana maka akan di perlihatkan bangunan menyerupai kolam, ada kolam luar yang berbentuk persegi panjang biasanya di gunakan untuk anak anak karena dangkal dan kolm yang berbentuk pesegi adalah tempat mata air itu keluar biasanya pengunjung menikmatinya dengan berenang di matai air tesebut karena sangat jernih pengunjung sering membawa botol minum untuk di bawa pulang karena airnya yang sejuk dan menjegarkan, serta ke dalaman air di perkirakan satu setengah meter jika musim hujan dan setengan meter ketika kemarau, namun yang lebih uniknya tempat tersebut terbilang angker karena jika sore hari tida ada lampu serta masih nuansa asli semenjak di tinggalkan penjajah belanda dan terkadang ketika menjelang sore hari mulai merasakan suasana yang berbeda maka dari itu pengunjug di meninggalkan tempat tersebut sebelum sore hari.
Dan di sebelah utara pengunjung bisa menemukan curug cigowong hanya tinggal berjalan sekitar dua ratus meter serta menuruni tangga kita bisa menemukan curug tersebut tetapi curug tersebut jarang di kunjungi karena terdapat sesosok penunggu.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.
