Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image Irwansyah Izal

Generasi Y Sebagai Pelopor E Commerce: Peran Pemuda Dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital

Bisnis | Saturday, 22 Oct 2022, 16:33 WIB

Pertumbuhan dan perkembangan digital tidak lepas dari populasi anak muda Indonesia yang di mana pada tahun 2020 sebanyak 53,81 persen populasi di Indonesia sudah di duduki oleh generasi muda dan golongan generasi Z. perkembangan dan pertumbuhan teknologi digitalisasi berdampak besar terhadap kemajuan sumber daya manusia dan perekonomian termasuk Indonesia itu sendiri.

source:pixabay.com

Ekonomi digital telah merubah semua aktifitas lebih lancar, efisien, dan terciptanya beragam inovasi baru dalam hal penjualan di media sosial dan lain sebagainya. Ekonomi digital juga menciptakan kesetaraan pelayanan, sehingga orang bisa mendapatkan layanan tanpa harus bertatap muka seperti contoh kuliah online, hallo doc, belanja online dan aplikasi lainya.

Perubahan teknologi membuat transformasi pebisnis meningkat skala besar dengan memperluas jaringan dengan pebisnis lain di dalam negeri atau di luar negeri. Dalam hal ini membuat pelaku usaha semakin meningkat dengan berkembangnya teknologi. Generasi muda harus mampu menupang dan memberikan kontribusi yang jelas untuk kemajuan perekonomian Indonesia di masa depan.

Generasi mudah yang berkualitas mampu mendorong dan berperan penuh untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital. Peluang besar ini harus di manfaatkan oleh Indonesia termasuk generasi muda itu sendiri dan di manfaatkan untuk kesejahteraan bersama. Perkembangan digital diharapkan mampu merubah dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Di era digital ini, diharapkan mampu memanfaatkan generasi muda untuk percepatan digitalisasi yang diharapkan oleh pemerintah saat ini. Oleh karena itu, transformasi generasi muda melalui penerapan teknologi digital sehingga bisa memberikan layanan yang sangat cepat, efisien, dan tanggap.

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menyampaikan terdapat beberapa kendala atau hambatan potensi pertumbuhan e commerce di Indonesia? Berdasarkan analisa tim dari kementerian komunikasi yang dilakukan, ada 6 (enam) pertama kendala pendaan bagi palaku usaha atau pebisnis, kedua pajak pemerintah yang terlalu tinggi bagi para pemula bisnis dan cara pengurusan agak lama, ketiga perlindungan konsumen, ke empat infrastruktur komunikasi yang belum menyeluruh pada tingkat pedalaman desa, ke lima logistic, yang terakhir sumber daya manusia yang kurang memadai.

Dari semua kendala atau hambatan kita perlu ada kerja sama yang baik untuk menciptakan pola yang baik dan dilakukan bersama-sama dengan pencipta kebijakan di negara ini yang komprehensif dan tersinkronisasi. Dari berbagai lembaga pemerintahan yakni Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian Perekonomian, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image