Belajar dari Sepinya Laga Timnas vs Curacao

Image
Adhyatnika Geusan Ulun
Olahraga | Sunday, 25 Sep 2022, 14:57 WIB
Ilustrasi Stadion GBLA. wikipedia.

Menyaksikan penampilan kesebelasan Curacao sungguh menarik. Tim yang datang dari negara yang tidak lebih besar dari rata-rata kabupaten di Indonesia ini, menyuguhkan permainan modern yang penuh dengan skill kelas dunia.

Tak mengherankan jika kesebelasan Curacao menempati peringkat FIFA jauh lebih tinggi dari Indonesia. Bahkan, peringkatnya berada di 100 besar dunia. Perlu diketahui, perbandingannya, Indonesia di 150-an, berbanding terbalik dengan Curacao yang berada di posisi 84 dunia.

Berada nun jauh di Samudera Atlantik, negara seluas kurang lebih 444 kilometer persegi ini, berpenduduk 'hanya' 150 ribuan saja. Namun, negeri tersebut memiliki tim kesebelasan yang luar biasa.

Pertandingan bertajuk FIFA 'Matchday' yang digelar di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Sabtu, 24 September 2022, memang penuh dengan pembelajaran. Bukan hanya dari sisi permainan saja, namun dari semua perangkat penyelenggaraannya.

Permainan yang disuguhkan para pemain Curacao memang patut diacungi jempol. Efektivitas pengolahan bola sangat enak ditonton. Hal tersebut, menununjukan memang layak tim ini berperingkat FIFA tinggi.

Meskipun menang dalam laga di atas, harus diakui Timnas masih banyak kekurangannya. Kesalahan-kesalahan elementer kerap terjadi. Komunikasi antar pemain belum berjalan sesuai dengan instruksi Shin Tae-yong. Para pemain masih sering salah pengertian. Sebuah istilah yang selalu terdengar dari reporter dan komentator.

Kemudian, stadion megah berkapasitas 38.000 tempat duduk terlihat sepi. Menurut berita, hanya terisi kurang dari 4000-an saja. Sungguh ironis untuk sebuah pertandingan kelas Timnas.

Banyak pembelajaran yang diperoleh dari pertandingan di atas. Pertama, panitia penyelenggara (PSSI), harusnya sudah mengantisipasi dari awal. Setiap laga Timnas di Bandung selalu kurang animo penonton. Bertolak belakang jika Persib Bandung yang tampil di sana.

Sangat berbeda jika pertandingan digelar di Sidoarjo yang selalu sesak stadionnya jika ada pertandingan sepak bola. Berkaca dari kompetisi kelompok umur saja, masyarakat di sana selalu berbondong-bondong ke stadion.

Kedua, kurangnya promosi dari panitia menjadi salah satu sebab sepinya penonton. Padahal, di era sekarang, dunia olahraga tidak bisa dilepaskan dari sektor entertainment. Tidak berlebihan jika dibuat sebuah even hiburan untuk menarik animo penonton sebelum pertandingan di gelar. Bahkan, ini akan menjadi branding luar biasa yang bisa 'dijual' ke pemirsa luar negeri.

Akhirnya, laga kedua di Pakansari Bogor semoga tidak sepi penonton. Disayangkan, jika pertandingan berbendera negara hanya disaksikan oleh 'bangku-bangku' kosong saja.

Semoga tren kemenangan di pertandingan pertama tetap dijaga. Dan, Indonesia berhasil memperbaiki peringkatnya, walaupun stadion sepi pendukungnya. Bravo Timnas!

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

0

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Tipe Tipe Mobil Ambulance

Image

Baru Beli Laptop atau Komputer? Install beberapa Software Penting Ini

Image

Green Finance Sebagai Salah Satu Pertimbangan Dalam Pemberian Pembiayaan di Bank Syariah

Image

Loyalitas pelanggan, apakah masih relevan?

Image

Apa sih pentingnya laptop untuk pelajar??

Image

Buah Manis dari Menolong Orang Lain

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image