Ketika Internet Menjelma Menjadi Perabot Rumah Tangga

Image
David J. Prasetyo
Teknologi | Saturday, 24 Sep 2022, 12:26 WIB

“Nyalakan lampu” ~lampupun menyala dengan sendirinya dengan level cahaya yang tidak terlalu terang dan tidak terlalu redup. Sekarang saatnya merebahkan diri dan menikmati secangkir susu hangat.


Setidaknya seperti itulah gambaran ketika teknologi berperan sebagaimana mestinya dalam lini kehidupan yang sebenarnya. Bukan hanya sekedar entertain atau profesi saja, tapi masuk ke setiap lini guna mempermudah kehidupan umat manusia.


Sayangnya saat ini masih banyak yang memanfaatkan teknologi terkini hanya sebatas sarana hiburan, alat komunikasi dan beberapa sebagai tempat mengumpulkan pundi-pundi cuan. Padahal teknologi saat ini sudah berkembang melebihi itu.


Tidak munafik, aku juga demikian. Aku hanya pakai smartphone sabatas WhatsApp keluarga dan teman, scroll sosial media, mencari hiburan, atau buka Youtube dan Google hanya untuk mencari “tutorial mengubah dosa jadi saldo dana”, freak banget ya


Tapi teknologi tidak hanya smartphone, bukan? Benar, tapi apa peranannya? TV buat melihat sinema dan berita, laptop buat kerjakan tugas sekolah dan kantor, motor-mobil untuk transportasi, apalagi ya..


Ya intinya masih sekadar hal yang umum banyak orang lakukan.


Tapi tidak menolak fakta bahwa teknologi juga sudah cukup membantu hidup kita, kok. Misalnya memangkas waktu perjalanan, tidak perlu antri kalau mau beli seblak (yang antri Kang Ojolnya hehe), hingga mempercepat penyebaran informasi karena internet.


Penggunaan internet untuk keluarga juga terbilang pesat. Di kota-kota besar misalnya hampir setiap rumah sudah ada WiFi-nya.


Jikapun tidak ada WiFi, pasti akan ada penggunaan kuota data di ponsel masing-masing anggotanya. Mungkin,internet untuk keluarga ini harus masuk dalam daftar kebutuhan pokok bulanan.

Ketika Teknologi dan Internet Menjelma Menjadi Perabot Rumah

Salah satu teknologi yang makin hari makin berkembang pesat adalah internet.


Dari yang semula hanya berperan dalam penyebaran informasi dan komunikasi, kini internet telah mampu menjelma menjadi perabotan rumah yang sangat pintar.


Internet of Thing (IoT) adalah julukan untuk teknologi ini. Teknologi yang menjadikan internet sebagai nyawa dari berbagai alat canggih dan modern.


Alat yang dikembangkan dengan serangkaian komponen elektronika, berkolaborasi dengan program di dalam mikrokontroler, mampu menjadikannya 'asisten' untuk diri kita.


Apalagi bagi diriku yang sering banget keluar kota. Entah sekedar liburan hingga urusan pekerjaan. Kehadiran IoT benar-benar terasa manfaatnya.

.
Tidak perlu khawatir ikan di akuarium mati karena kelaparan. Karena adanya alat Fish Feeder. Alat yang bakal secara otomatis naburin pakan ke akuarium sesuai jadwal yang ditentukan.


Ketika pulang kerja mau AC kamar dan air hangat siap digunakan. Bisa pakai smart infrared dan smart plug. Tinggal perintahkan Google Asisten untuk "nyalakan AC 21 derajat" atau "nyalakan pemanas air" maka langsung terlaksana. Bahkan bisa di perintah ketika sedang di kantor. Jadi ketika sampai rumah, sudah siap semua.


Untuk keamanan gak perlu sewa security lagi juga. Karena sudah tersedia CCTV yang bisa dipantau dari jarak jauh. Uniknya sudah dilengkapi dengan motion detection yang akan memberitahu setiap kali terdeteksi adanya gerakan.


Kalau ada yang gerak di rumah langsung dilaporkan ke kita. Bisa langsung kita pantau dari ponsel. Dan kalau bener orang bisa kita pergoki langsung. Karena CCTV juga sudah disediakan speaker yang bisa kita gunakan buat bicara melalui mic di smartphone.


Hmmm.. apalagi ya, masih banyak juga alat-alat rumah tangga yang sudah mengantongi teknologi IoT.


Enaknya lagi ketika seluruh perangkat sudah terhubung dengan speaker wireless pintar seperti Google Nest. Tinggal ngomong saja nantinya bakal ada yang jawab. Berasa punya asisten (emang asisten bukan sih hehe).

Sulap Rumah Jadi Pintar Dengan Teknologi Internet of Thing

Seperti aku bilang sebelumnya, bahwa IoT ini sangat menarik untuk dimiliki. Dengan kecerdasan dan kecanggihan yang dimilikinya, IoT mampu menjadikan rumah sederhana menjadi rumah pintar.


Namun sayangnya masih sedikit yang mengetahuinya. Dan untuk beberapa alat memang terbilang cukup merogoh kocek. Namun tetap sebanding dengan kepintarannya.


Kabar baiknya, salah satu perusahaan telekomunikasi Indonesia telah memberikan solusi untuk para penggunanya.


Telkom Grup sebagai perusahaan telekomunikasi digital terus menggencarkan program-programnya dalam rangka pemerataan digitalisasi di Indonesia.


Melalui IndiHome, Telkom membentuk suatu ekosistem digital yang cukup kompleks dan terintegrasi.


Dengan ekosistem digital ini, maka layanan yang ditawarkan oleh IndiHome bukan lagi hanya 3 jenis (Internet, TV Digital, dan Telepon), melainkan sudah lebih dari 10 layanan.


Mulai dari penyediaan jaringan rumah pintar berbasis IoT, internet untuk keluarga, penyediaan konten edukasi dalam Pijar Belajar, penyediaan hiburan musik dan karaoke, layanan cloud gaming, cloud storage, inovasi hotspot WiFi ID seamless, hingga menghadirkan bioskop di rumah.


Dengan adanya ekosistem digital ini, pelanggan seperti kita akan dimudahkan dalam aktivitas digital. Mulai dari hiburan hingga ke pekerjaan akan semakin terbantu. Internet untuk keluarga juga semakin optimal karena sesuai dengan kebutuhannya.


Namun kali ini saya ingin fokus pada penyediaan jaringan rumah pintar yang berada dalam ekosistem digital IndiHome.


Ekosistem digital Indihome ini diberi nama IndiHome Smart. Layanan smart home yang mampu mengontrol dan mengintegrasikan berbagai jenis perangkat pintar di manapun dan kapanpun melalui smartphone.


Dengan aplikasi IndiHome Smart ini, pelanggan bisa mengoperasikan perangkat smart home dari berbagai merek dalam satu aplikasi saja. Jadi bakal lebih mudah kontrol perangkat pintarnya meski berbeda merek.


IndiHome Smart sendiri telah kompatibel dengan alat smart home dari berbagai merek. Adapun merek yang sudah kompatibel adalah Bardi, Arbit, EZVIZ, Den, dan Hannochs.


Untuk cara penggunaan juga simple, kita hanya perlu masuk ke aplikasi IndiHome Smart, lalu menambahkan merek dan jenis perangkatnya. Setelahnya kita sudah bisa mengontrol semua alat pintar yang kita miliki.


Selain itu, IndiHome Smart juga menawarkan Add On bagi penggunanya. Yakni penyewaan perangkat IoT untuk dipasang di rumah pelanggan.


Penyewaan alat ini juga banyak pilihannya, salah satunya Smart Camera. Dimana biaya sewa mulai dari 20ribuan rupiah per bulannya. Dan bakal diakumulasikan dalam abonemen bulanan IndiHome.


Dengan demikian penggunaan internet untuk keluarga dan digitalisasi akan semakin cepat merata. Hanya menambah kantong mulai dari 20 ribuan tiap rumah sudah bisa memiliki perangkat smart home berbasis IoT.


Jadi bagaimana menurut kalian. Apakah sudah memanfaatkan IoT ini di rumah atau belum?

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Seandainya diberi pilihan untuk berlari mencapai tujuan atau diam di tempat. Aku akan memilih untuk tertidur lelap.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Artikel Lainnya

Image

Beriman Kepada Hari Kebangkitan (Yaumul Bats)

Image

Mushola dan Air Bersih untuk Pengungsi Cianjur

Image

Rekomendasi Restoran Ikan Bakar di Kota Malang, Telap88

Image

Peduli Gempa Cianjur, APPGINDO Bantu Warga Kampung Ciseupan

Image

Wisudawan Hafidz Quran 30 Juz UM Metro Terima Hadiah Umroh ke Baitullah

Image

Tanamkan Peduli pada Bumi Murid Lab School PAUD Ikuti Penanaman Sepuluh Juta Pohon

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image