Clock Magic Wand Quran Compass Menu
Image irman muhammad ridwan

Menuai Keberkahan Dengan Taat Dan Hormat Kepada Orang tua Dan Guru

Eduaksi | Wednesday, 21 Sep 2022, 12:06 WIB
Menuai Keberkahan Dengan Taat Dan Hormat Kepada Orang tua Dan Guru

Menuai Keberkahan Dengan Taat Dan Hormat Kepada Orang tua Dan Guru

Keberkahan dalam hidup merupakan dambaan setiap manusia dengan taat dan hormat kepada guru, orang tua dan guru adalah sosok yang harus ditaati dan di hormati bukan perintah manusia supaya taat dan hormat kepada orangtua dan guru tetapi adalah perintah Allah SWT dan Rasul-Nya.

Keberkahan secara bahasa adalah bertambahnya kebaikan, kebaikan secara menyeluruh kebaikan umur, kesehatan, kedamaian rizki yang halal, lingkungan yang baik, jodoh yang baik merupakan salah satu contoh dari keberkahan.

Keberkahan akan diraih salah satunya dengan menghormati dan taat kepada orang tua dan guru. Kedua sosok inilah yang akan menghantarkan manusia kepada kehidupan yang berkah. Orang tua baik ibu dan bapak kita adalah wajib ditaati dan dihormati begitupun guru adalah orang yang memberikan ilmu atau pengatahuan untuk bekal dalam kehidupan.

Sebagai mana dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW”

“Surga itu berada ditelapak kaki ibu”

Dalam hadits diatas dijelaskan bahwa kita harus berbakti kepada orang tua terutama kepada ibu. Bukan berarti ditelapak kakinya ada surge tetapi mempunyai nilai-nilai filisofis yang terkandung didalamnya yaitu kita harus berbakti kepada orangtua dan guru. Guru adalah orang tua yang membimbing kita baik disekolah di pesantren atau dilingkungan masyarakat yang selalu memberi pengatahuan kepada kita.

Raihlah keridhoan Allah SWT dengan taat dan menghormati orang tua dan guru. Sebagaimana hadits Rasulullah SAW:

” Keridhoan Allah SWT tergantung kepada keridhoan orang tua dan kebencian Allah SWT tergantung kepada kebencian orang tua”

Dalam hadits diatas untuk mendapatkan keridhoaan Allah SWT carilah keridhoan dari orangtua dan guru. Keridhoan orangtua dan guru akan didapatkan dengan menyenangkan hati orang tua dan guru yaitu memberikan perlakuan yang baik kepada kedua sosok ini. Jangan sampai kebencian Allah SWT turun kepada kita karena kita kurang memberikan perlakuan yang baik kepada orangtua dan guru.

Coba kita perhatikan orang tua terutama ibu. Ibu yang mengandung kita selama Sembilan bulan. Kemana-mana bayi dalam kandungan selalu dibawanya. Ke pasar, ke dapur, kemanapun selalu dibawanya. Ketika lahir nyawa taruhannya. Kita diurusnya dengan penuh keikhlasan. Ketika lapar ibu menyuapi kita dan ketika sakit ibu akan segera kedokter untuk memeriksanya.

Bahagiakan dan senangkan hati mereka karena mereka bersusah payah mengurus kita dengan pengorbanan luar biasa. Menghormati dan menyayangi merupakan kewajiban baik setiap anak. Jangan sampai kita menjadi anak durhaka yaitu anak yang tidak tahu berterimakasih kepada orang tua bahkan memperlakukan orang tua tidak manusiawi.

Contoh cerita rakyat si malin kundang anak yang tidak tahu berterimasih kepada orang tua. Ketika dia sudah kaya tidak mengakui ibunya sendiri. Air susu dibalas dengan air tuba. Sehingga Allah SWT membalas si malin kundang menjadi batu.

Pada saat ini kita sering melihat ada anak yang durhaka dengan mempenjarakan orangtuanya, membunuh orang tuanya, atau menyiksa orangtuanya lebih sadis dari si malin kundang.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Al-Isra ayat 23:

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang diantara keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan”Ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah perkataan yang baik”(Q.S al-isra:17:23)

Dalam ayat diatas menjelaskan harus menyembah Allah SWT dan menyekutukan-Nya dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua karena jasanya yang tidak terhingga, jangan sekali-kali berkata ah kepada orangtua apalagi membentaknya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang menyenangkan hatinya.

Ibnu Mas’ud seorang sahabat Rasulullah SAW bertanya kepada Rasulullah SAW, siapakah yang lebih berhak aku pergauli dengan baik?” beliau menjawab “Ibumu”, lalu kutanya lagi?.”lalu siapa lagi?”beliau menjawab:”Ibumu” Aku bertanya lagi. “siapa lagi?” beliau menjawab :”Ibumu” Aku bertanya lagi “siapa lagi?” beliau baru menjawab” kemudian, barulah bapakmu, kemudian kerabat yang paling terdekat yang terdekat”.

Dalam hadits diatas kita harus berbuat baik kepada kedua orangtua terutama adalah ibumu. Ibu sampai tiga kali beliau mewasiatkan supaya berbakti kepada ibu barulah bapak kemudian kerabat yang paling terdekat.

Ternyata berbuat baik kepada orang tua adalah salah satu yang dicintai Allah SWT maka akan terjadilah keberkahan dan kesuksesan hidup yang didapatkanya.

Sebagaimana dalam hadits Rsulullah SAW: Ibnu mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah SAW.”wahai Rasulullah SAW, amalan apa yang paling mulia?” beliau menjawab”salat tepat pada waktunya” Aku bertanya lagi “kemudian apalagi ya Rasulullah SAW?” beliau menjawab:”kemudian berbakti kepada kedua orang tua” Aku bertanya lagi “apalagi wahai Rasulullah SAW?” Beliau menjawab”Kemudian, berjuang di jalan Allah SWT”.

Dalam hadits diatas sesuatu atau perbuatan yang dicintai Allah SWT, diantaranya; salat tepat waktu, berbuat baik kepada kedua orang tua, dan jihad dijalan Allah SWT. Jihad yang paling besar menurut Rasulullah SAW” Jihad yang paling besar adalah jihad melawan hawa nafsu dalam diri kita”

Orang tua kita bukan hanya orang tua tetapi guru juga harus benar-benar kita hormati supaya kita meraih kebahagiaan didunia dan di akhirat. Ternyata kalau kita tidak menghormati kepada guru kita akan di timpakan kepadanya, diantaranya sempit rizkinya, hilang manfaat ilmunya, dan wafat tidak membawa iman.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan al-baihaqi, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang merendahkan gurunya, akan ditimpakan oleh Allah SWT kepadanya tiga azab (penderitaan): 1. Sempit rezekiya, 2. Hilang manfaat ilmunya, 3. Keluar dari dunia ini (wafat) tanpa iman.

Dalam hadits diatas sebaliknya ketika kita menghormati gurunya akan diluaskan rezekinya, ilmunya bermanfaat, dan wafatnya membawa iman dan isalam.

Sosok dua manusia ini adalah orang tua dan guru wajib kita hormati dan taat kepadanya selama tidak mengajak kepada hal maksiat. Maka akan menuai keberkahan dengan taat dan hormat kepada orang tua dan guru, seperti: kesuksesan hidup, kebahagiaan, kedamaian, kesehatan, dan lain sebagainya.

Demikianlah pemaparan mengenai hormat dan taat kepada orang tua dan guru akan turun keridhoan Allah SWT sehingga akan menuai keberkahan kebahagian dan keselamatan dunia dan akhirat.

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Copyright © 2022 Retizen.id All Right Reserved

× Image